SAKURA

SAKURA
Tunangan Daffa?


__ADS_3

"Iya, aku segera kesana, aku ceritain pas ketemu." Sahut Tante may, lalu dia meneguk beberapa kali minuman yang dia pesan tadi dan dia berdiri, "Mama pergi dulu ya, jaga pacar kamu dan bayar semua pesananya sayang." Tambahnya lalu langsung berlalu pergi meninggalkan Alisa dan Daffa.


•Daffa Agatha Pov


Setelah mama pergi, aku ingin mengucapkn terima kasih kepada Alisa aku melihat ke arahnya, namun pandangan kami bertemu karna dia juga melihat ke arahku, saat itu mulutku seakan membisu, detak jantungku berubah aneh dia sungguh cantik dan aku yakin tidak salah jatuh cinta padanya, ya aku telah jatuh cinta kepada seorang maba Alisa Yovanca sejak hari itu, dia sekarang berada di depanku.


"Ah itu." Aku membuang muka sembarangan, rasanya kalo lebih lama lagi melihatnya aku bisa jantungan.


"Terima kasih sudah bantu saya." Tambahku berucap selembut mungkin dan dia terlihat mengangguk.


"Hmmm, saya ingin menjelaskan alasan mengajak kamu kesini." Aku memberanikan diriku.


"Baiklah, saya dengarkan kak."


Dia berucap dengan santai tak lupa dengan senyuman indahnya.


Aku menghela napasku.


"Jadi di perpustakaan tadi, mama saya menelpon ingin mengajak saya kencan buta dengan anak temannya, saya gak mau dan saya menolaknya, tapi mama saya tetep maksa, tiba-tiba saya ada ide jadiin kamu sebagai pacar saya, supaya mama saya tahu bahwa anaknya sudah punya pacar dan tidak perlu di suruh kencan buta." Aku kembali menghela napasku dan melihat ke arahnya, dia  sedang  menghabiskan minum dan makanannya "Maaf ya, kalo Alisa jadi gak nyaman, tapi Terima kasih juga udah bantu saya, sebagai ucapan Terima kasih saya akan traktir makan kali ini, mau gak atau kamu ada permintaan yang lain?" Ucapku panjang lebar dengan antusias, dia melihat ke arahku dan aku langsung senyum menampilkan deretan gigi putihku.


•Alisa Yovanca Pov


"Hahahaha"


Aku gak bisa nahan tawa, pas ka daffa nampilin senyum pepsodent nya, dia manis banget sumpah ucul, eh aku masih ketawa dengan sopan dan anggun lo, kan lagi jaga image.


Soal penuturan ka daffa tadi, sebenanya aku gak ada ngerasa gak nyman m, malah aku nyaman banget, mau lagi, aku ingin ka Daffa pegang tanganku selamanya.


"Kok ketawa sih." Daffa tiba-tiba mencubit kedua pipiku dan memutar-mutar nya, saat itu juga detak jantungku menjadi sangat kencang dan rasanya pipiku memerah, apakah sudah semerah tomat??? Ohhhh, no! "Ka daffa lepasin," aku menepuk-nepuk tanganya dan dia melepaskannya.


Ka Daffa langsung membuang mukanya, "maaf, maaf tadi kamu ketawain saya, padahal saya udah jelasin panjang lebar." Dia terlihat cemberut, apa dia merajuk?


"Ayo, sudah selesaikan, ikutin saya." Ucapnya tiba-tiba berdiri.


"Eh, kemana?"


Ka daffa melihat ke arahku yang sedang duduk ini, "Bayar ke kasir, habis itu kamu saya antar pulang."

__ADS_1


Jelasnya.


Bakal diantar ka Daffa? Omaygat!


Jual mahal Alisa.


"Anu kak, aku pulang sendiri aja,  kan kaka mau traktir aku, itu aja cukup." Ucapku santai.


"Gak bisa, itu belum cukup kalo cuma traktir, saya harus antar kamu pulang juga." kali ini nada bicara ka Daffa terdengar tegas.


Aku tersenyum canggung, " Yaudah deh."


Aku berdiri dan mengikuti ka Daffa dari belakang menuju kasir, entah perasaan aku saja atau tidak semua orang, tidak semua wanita di restoran melihat ka Daffa dengan pandangan berbinar binar, jujur aura dan ketampanan ka Daffa sangat menarik perhatian orang-orang, terutama kaum hawa.


Setelah membayar ke kasir, kami langsung kembali ke perpustakaan masih dengan jalan kaki, di tengah perjalanan aku memikirkan sesuatu yang ingin kutanya pada ka Daffa.


"Kakak nganter aku pulang pake apa?"


"Mobil, kebetulan banget hari ini saya pakai mobil kesini." Ucapnya, lalu tersenyum canggung.


"Ayo, kamu gak papa kan Kalau begitu? Udah sore juga gak panas-panas banget." Ucapnya dengan senyum sumringah.


"Enggak kak cuman bercanda cape tau." Ucapku dengan cepat, Masa iya mau jalan sampe kerumah, hedeh, tapi kalo itu buat aku lama sama ka Daffa ga masalah sih. Hehehe.


"Kok senyum sendiri sih, di sana mobilnya." Tanya ka Daffa dengan tatapan jahilnya.


Eh? Ternyata udah sampe ya.


Aku kembali mengikuti ka daffa menuju mobilnya, saat sampai di mobilnya aku hendak membuka pintu belakang, "Alisa, aku bukan sopir kamu, duduk si depan." Ucap ka daffa datar.


"Ah, iya maaf." Sahutku, aku berpindah ke pintu depan dan duduk disana, di samping ka Daffa.


Ka Daffa mulai melajukan mobilnya dengan perlahan, suasana hening tidak ada pembicaraan diantara kami, hanya terdengar suara mesin dan klakson mobil dan kendaraan


"Alisa, saya boleh jujur?" Ucap ka Daffa yang masih fokus pada jalanan.


Aku melihat ke arah ka daffa, "jujur apa kak?"

__ADS_1


"Saya suka kamu."


Blushing...


Setelah mendengar ucapan kak Daffa, aku langsung memalingkan wajahku melihat ke luar jendela dan menutup mulutku dengan tanganku


Boleh teriak gak? Boleh gak? Mau teriak nih! Apa tadi salah denger? Ka Daffa suka aku? Astaga kalo bener cinta aku terbalaskan dong.


•Author pov


Daffa melihat khawatir Alisa, "kamu baik-baik aja kan, maaf kalau kamu merasa gak nyaman lagi." Dia kembali fokus ke jalanan, "Saya suka kamu dari pas ospek maba semalam, tapi saya sudah punya tunangan makanya takut bilang." Tambahnya yang membuat aku melihat ke arah ka Daffa, dengan tatapan tak percaya, bingung dan menuntut kejelasan.


"Jangan salah paham, bukanya saya orang yang entengan, saya sudah bertunang sejak dua tahun lalu, tapi sampai sekarang saya gak tau dan belum pernah liat tunangan saya, saya saja gak tau namanya, rupanya dan sifatnya dari itu saya memiliki niat kalau bertemu denganya saya akan membatalkan pertunangan itu dengan baik." Jelas Daffa panjang lebar.


"Oh gitu ya, anu kak rumah aku di komplek Elite Asri, berhenti di depan gerbang aja." Sahut Alisa tak bersemangat, dia tiba-tiba lemas, antara masih tak percaya dan kaget bahwa Daffa menyukainya atau tau Daffa telah memiliki tunangan.


"Gak sampai depan rumah?"


"Nga deh kak, hmmm di depan gerbang komplek aja."


"Baik."


Rasanya suasana jadi sangat canggung saat ini, tidak ada lagi pembicaraan di dalam mobil, Alisa bersandar di jendela dan melihat ke luar, memandangi kendaraan yang lalu lalang dan Daffa fokus kepada jalan.


Daffa menghentikan mobilnya saat sampai di gerbang masuk komplek elite tempat tinggal Alisa, Daffa sedikit kaget ternyata Alisa bukan anak sembarangan padahal tampilan Alisa sangat sederhana saat di kampus, dia tau pasti yang tinggal di komplek ini pasti orang-orang kaya.


Karna Daffa pernah di ajak ayahnya ke tempat seperti ini juga melihat usaha properti yang dimilik ayahnya.


"Terima kasih udah nganter kak." Ucap Alisa, lalu dia keluar dari mobil.


Kaca mobil Daffa turun perlahan hingga sempurna, menampakkan Alisa yang masih berdiri di dekat pintu mobilnya, "Alisa, yang saya katakan tadi serius tolong pertimbangkan, saya pulang dulu." Ucapnya dengan tersenyum manis.


Senyuman Daffa perlahan hilang bersamaan dengan kaca mobil yang mulai naik tertutup hingga sempurna, lalu dia melajukan mobilnya meninggalkan Alisa yang masih terdiam di tempat.


Alisa memegang dadanya yang terasa aneh, ada rasa nyeri seakan hatinya diremas dan nyaman dalam waktu bersamaan, "Perasaan apa ini?" Alisa bertanya pada dirinya sendiri.


Ilustrasi di unduh dari Aplikasi Pinterest.

__ADS_1


__ADS_2