
Tok tok tok...
Rindu bangkit dari duduk nya untuk membuka pintu saat seseorang mengetuknya dari luar.
kret...
"Yuuna? ada apa?" tanya nya saat melihat Yuuna berada dihadapannya dengan pandangan menunduk. Namun mata nya seperti melihat dengan tajam sekelilingnya.
Rindu yang sedikit menyadari itu, merasa curiga dengan apa yang sedang gadis itu lakukan. "hey! Yuuna!" tekannya, membuat Yuuna mendongak secara reflek.
"Ah iya?" tanya nya gugup.
"apa yang kau perhatikan?" tanya Rindu dengan kening yang mengerut, "tidak! aku merasa Keramiknya sangat cantik" kilahnya.
*A*lasan yang konyol bukan?
"ada apa dengannya? kenapa tiba tiba gadis ini mencurigakan?" gumam Rindu dalam hati.
"baiklah, ada apa?" tanya Rindu berusaha normal.
"eumm... itu bisakah aku keluar?" izin Yuuna membuat Rindu mengernyit.
"bukankah sudah ku katakan! kau tak akan diizinkan keluar jika tidak bersama ku ataupun Asuka, sebelum semua masalah ini selesai. Aku tak ingin mengambil resiko" Sahut Rindu dengan tegas.
"Baiklah!" seakan tak ingin di perpanjang, Yuuna kembali berjalan menuju lantai bawah untuk ke masuk dalam kamarnya. Rindu sendiri menatapnya dengan lekat seakan ada sesuatu yang di simpan oleh wanita itu.
Sebuah Ponsel mewah terangkan menyentuh telinganya. Entah siapa ya ia hubungi. Namun satu hal yang pasti, matanya menyimpan banyak hal tentang Yuuna.
Me ...
📞: carikan aku identitas Asli Yuuna Chiyoko, nona muda dari Dewan Hitto Yoko.
^^^Notname^^^
^^^📞: baiklah nona!^^^
Me...
📞: perintahkan Jannet! pinta ia kirimkan 5 mata mata tim 2, ke jepang secepatnya. Dan titah 1 dari antara 5 itu untuk mengawasi Nona muda Yuuna kemana pun ia berjalan.
^^^Notname^^^
^^^📞: "baiklah!"^^^
tut... tut.. tut...
Rindu tersenyum miring menyadari sesuatu.
"ternyata wajah mu tak sepolos yang kukira, kita lihat nanti siapa yang berhasil menyelesaikan tugas ini" gumam Rindu sambil memain mainkan ponselnya.
__ADS_1
"tcik, sial! jika dia mengurung ku disini, bagaimana Aku bisa kembali menyelidiki bajingan itu! hahhh... aku harus membalas dendam kesakitan ibu.. akhhh" teriak nya Frustasi.
"bagaimana caranya kabur, rumah ini memiliki sistem yang sangat rumit, bahkan ada beberapa dari kodenya yang memakai kode pribadi. Bahkan dengan menggunakan identitas Rindu yang asli. Astaga..." gumamnya kembali merasa khawatir dan bingung.
tok tok tok...
Rindu kembali bangkit dari kursi nya membuka pintu untuk orang yang telah menganggu nya. "ada apa?" cetusnya melihat Asuka yang berdiri di hadapannya dengan tangan bersilang.
Tanpa menjawab Asuka beralih memasuki ruangan tersbeut membuat Rindu hanya menghela nafasnya.
"ada apa?" tanya nya setelah mengunci kembali ruangan tersebut. Ia duduk di sofa yang tepat berhadapan dengan Asuka.
"ada undangan party dari perusahaan Clarity Entertaiment untuk merayakan kesuksesan Film ke 5 mereka yang berhasil mengguncang dunia hingga ke dunia Gingseng, Paman sam, dan lain lain" ucap Asuka dengan malas.
"kenapa wajah mu di tekuk seperti itu?" tanya Rindu sambil meraih kartu undangan itu.
"akan sangat menyebalkan disana, aku membenci artis artis sombong itu, dan pastinya Jordan juga akan ada disana. Pasti acara tersebut akan menjadi heboh karena kehadirannya" keluhnya membuat Rindu menghela nafas, benar juga! siapa yang mau menolak pesona seorang Jordan.
Andai saja jika saat itu bukan waktu yang mendesak, ia pasti akan betah menatap lama lama wajah tampan milik Jordan. Meskipun terkesan dingin dan Arogan. Namun damege kharisma nya ituloh... bikin jiwa fangirl saya bergejolak.
"baiklah! jika begitu tidak usah datang!" ungkap nya membuat Asuka spontan melihatnya.
"tidak boleh, kita harus berangkat kesana nanti malam. Bawa Yuuna bersama kita. Aku harus menyelidiki sesuatu" sahut Asyka dengan cepat.
"apa itu?"
"entahlah! aku mulai curiga dengan Jordan semenjak, Mr. J dari bukti mulai kita dapatkan" sahut Asuka membuat Rindu mengangguk.
"sialan!"makinya pelan.
...ΩΩΩΩΩ...
Malam itu, sekitar pukul 08.30 malam. Rindu dan pasukan nya berangkat menuju pesta, di Damora Hotel.
Clraity Entertaiment sendiri merupakan Agensi besar dengan berisi para Aktor, model, penyanyi dan lain lain. Film, lagu serta majalah dari mereka sudah biasa menjadi laris di pasaran dunia. Namun sayang nya belum ada satu pun yang mengetahui pewaris dari perusahaan besar tersebut.
Dengan memakai sebuah Gaun peach, dengan renda berbunga cantik mengelilingi pinggang dan jilbab senada, Ia berhasil kembali mencuri perhatian di acara tersebut. Semua ornag tak menyangka bahwa ada gadis semanis dia, di dalam pesta ini.
Tampak juga di kedua sisinya diapit oleh 2 wanita yang tak kalah cantik. Yang satu memakai Gaun semata kaki bewarna biru permata. Dan yang satu nya memakai gaun bewarna perak, yang menampilkan bahu mulusnya.
"wahh.. mereka siapa?"
"astaga aku iri dengan penampilan mereka"
"astaga! gaun mereka branded!"
"aku menyukai gaun berwarna Peach itu, apakah itu model terbaru yang keluar dari brand Dior?"
Mendengar bisik bisikan itu bukan membuat ketiga nya merasa senang, malah mereka semakin risih di tatap dengan pandangan yang berbeda beda. Tanpa memperdulikan itu Rindu berjalan menuju seseorang yang berdiri gagah di tengah tengah kerumunan sedang berbicara dengan beberapa pria lainnya.
__ADS_1
"selamat atas kesuksesannya, Tuan Tora!" ujar nya membuat pria yang di panggil Tora tersebut berbalik.
"Ah anda Pengacara Rin bukan? perkenalkan Saya Tora maneger perusahaan ini." Rindu mengatupkan tangannya mengangguk pelan kepada Tora dan beberapa pria lainnya.
"ah anda Pengacara Rin yang sangat hebat itu, perkenalkan saya Ritto, dan ini anak saya Ryu" Rindu mengangguk saja tak ingin di perpanjang.
"Baiklah! ohya kalau begitu saya permisi dulu tuan" pamit nya yang di angguki oleh pria pria disana.
"kita ingin duduk dimana?" tanya Asuka membuat Rindu memutar matanya melihat sekeliling.
"Jordan..." gumamnya pelan.
"ayo!" ajak nya. Tangan nya menarik kedua lengan temannya menuju sebuah meja yang tampak masih memiliki banyak ruang dan hanya diisi oleh 3 orang laki laki. Dan mata Asuka beserta Yuuna sukses melotot melihat kemana arah tujuan Rindu.
"hey Rindu! kau gila" maki Asuka dengan suara rendahnya.
"tenang saja, berdoa saja Jordan tak mengenali kita. mari..."
Setelah sampai disana, Rindu memasang senyum manis nya menatap 3 pria tampan yang sedang duduk menikmati minuman mereka.
"Permisi..."
sontak ketiga pria tersebut mendongak menatap siapa yang berbicara.
Deg!
Jantung Jordan langsung berdetak kencang menatap senyum manis wanita yang kini tengah berdiri di samping ujung mejanya.
"ah... si cantik Rindu kan! sedang apa kau kemari? apa kau mencari ku?" Asuka dan Kitaro langsung memutar mata mereka dengan malas, mendengar penuturan alay milik Haru.
berbeda dengan Rindu, ia tetap tersenyum manis menatap Haru membuat yang ditatap deg degan sendiri.
"mengapa kau menatapku begitu?" tanya Haru curiga.
"eum.. bisakah kami duduk disini, kami kehabisan tempat duduk" pintanya dengan wajah memohon.
Dengan cepat Haru menahan hidungnya, berjaga jaga kalau ia akan mimisan. Kitaro juga saat melihat itu melongo tak percaya ada seseorang yang menampilkan wajahnya seimut itu di hadapan mereka. Jordan sendiri langsung memalingkan wajah nya dengan pipi memerah.
"sial! kenapa semakin besar ia semakin imut" gumamnya dalam hati.
"eumm..." Haru langsung melirik ke arah Jordan meminta persetujuan. "Duduklah!" titah Jordan demgan suara dinginnya.
"terimakasih" ucap Rindu dengan senyum manisnya.
Rindu langsung mendudukkan dirinya di Sofa tunggal berhadapan dengan Jordan sedangkan Asuka dan Yuuna duduk di Sofa ganda berhadapan dengan Kitaro yang tampak berbinar menatap kecantikan Yuuna. berbeda dengan Haru yang tetap menatap wajah cantik Rindu yang sedang memainkan ponselnya.
"kau semakin hari, semakin cantik" celetuknya.
Byurrr...
__ADS_1
...#######...