
"Rin! Are you oke?" tanya Asuka saat melihat Rindu yang telah kembali.
"yes i'm fine! what wrong?" tanya nya saat melihat beberapa tatapan khawatir dari orang orang yang duduk semeja dengannya.
"kau kenal dengan keluarga yang ada di atas panggung?" tanya Kitaro yang mengundang tatapan tajam dari sekeliling nya.
Mendengar pertanyaan polos Kitaro Rindu menatap sekilas ke arah panggung. Yang dimana keluarga nya masih berdiri dengan bahagia disana.
"tidak! aku tak mengenal mereka" sahut Rindu dengan acuh.
Kitaro pun tampak bingung. Dan ia ingin kembali bertanya namun sontak Jordan dan Haru menedang kaki nya. Sambil memberinya tatapan tajam. Seolah mengatakan "Lebih baik kau diam! atau kau tamat ! "
Kitaro pun hanya menghela nafas pasrah jika kedua teman nya sudah mengancam nya seperti itu. Bukan apa apa ia mengalah, karena ia masih sayang dengan nyawanya.
Mana berani ia melawan Singa dan Serigala dalam satu waktu. Bisa di cabik habis ia dengan kedua pria kejam ini yang sedang memakai topeng berbeda. Yang satu topeng ramah yang satu topeng dingin. Astaga....
drrtt... drrtt...
Rindu langsung merogoh tas selempangnya saat deringan ponsel mengalihkan tatapan mereka.
"Grandpa..." gumamnya pelan.
📞 : assalamualaikum grandpa...
^^^📞 : waalaikum salam sayang. bagaimana kabar mu ^^^
^^^di Jepang?^^^
📞 : Rindu baik grandpa..
^^^📞 : sayang dimana kau berada? mengapa disana tampak sangat bising?^^^
📞 : ah! aku sedang di acara perayaan keberhasilan perusahaan Clarity Entertaiment grandpa...
^^^📞 : WHAT! what are you doing there honey? pergi dari sana sekarang juga! grandpa tidak ingin kau bertemu dengan mantan keluarga mu itu.^^^
📞 : my grandpa is an important lawyner, wajar aku disini. tunggu! grandpa tau dari mana tentang itu?
^^^📞 : Televisi ^^^
📞 : yaampun. grandpa tenang aja oke! i'am fine.
__ADS_1
^^^📞 : baiklah jika ada apa apa katakan pada grandpa ya...^^^
📞 : siap komandan.
^^^📞 : good bye honey...^^^
📞 : goodbye grandpa... ah ya grandpa kirimkan salam ku pada grandma...
^^^📞 : baiklah, assalamualaikum.^^^
📞 : waalaikum salam.
Setelah berbicara singkat dengan kakek nya yang berada di Pranciss. Ia kembali menyimpannya. walau hati nya masih sakit, tetapi setidaknya rindu nya telah terobati dengan suara sang kakek yang sangat ia rindui.
"Rindu... ingin pulang sekarang?" tanya Asuka membuat Rindu menoleh ke arahnya.
Ia melirik arloji nya. "sudah jam 10 malam ya... baiklah kita akan pulang sekarang aku akan menghampiri mereka terlebih dahulu.. ah ya Asuka aku ingin meminjam masker mu!" pinta Rindu sambil membereskan Barangnya.
"ah.. baiklah..." sahut Asuka patuh.
"eumm maaf tuan tuan terhormat, kami rasa kami akan kembali lebih dahulu. Terimakasih atas tumpangan duduk nya. kalau begitu kami permisi" ujar Rindu sambil membungkuk hormat.
"baiklah, aku berharap bisa bertemu lagi denganmu..." sahut Haru yang membuat Rindu tersenyum saja.
Sedangkan Jordan hanya mengangguk mengiyakan perkataan Rindu. Walaupun rasanya ia ingin sekali mengantar gadis nya itu.
Setelah berpamitan dengan ketiga pria tampan itu. Rindu, Asuka dan Yuuna beranjak mendekati tuan rumah yang sedang menikmati jamuan bersama rekan rekannya.
"Tuan Frans..."panggil Rindu membuat pria paruh baya yang sebenar nya adalah ayah kandungnya itu berbalik menatapnya.
"anda siapa?" tanya pria tersebut merasa tak kenal kepada Rindu yang menggunakan masker milik Asuka.
"saya pengacara Rin.." jawabnya sambil mengatupkan tangannya.
"ah... saya pikir anda siapa, saya sudah sering mendengar tentang kepintaran dan kehebatan anda. Namun saya belum pernah melihat wajah anda. Bisakah saya melihatnya?" tanya Tuan Frans membuat Rindu diam diam tersenyum miris.
"wajah saya adalah emas saya! maka saya tak akan menunjukkan itu" sahut Rindu dengan tegas nya.
"ah baiklah saya mengerti" sahut tuan Frans merasa tak enak.
"ohya, silahkan nikmati jamuan kami, kami harap anda bisa senyaman mungkin disini nona.." tukas Tuan Frans, membuat Rindu tersenyum terpaksa.
__ADS_1
"saya akan pulang tuan, tidak baik anak gadis terlalu lama malam malam di sebuah acara. Dan yah, selamat atas keberhasilan perusahaan anda saya turut bahagia. Dan saya juga sudah mengirim hadiah untuk kalian sekeluarga..." ujar Rindu membuat tuan Frans tersenyum.
"ahh terimakasih banyak. eum.. apakah sebelum pulang kau ingin berkenalan dengan putri ku dulu. Ku lihat kalian cocok karena sama sama memakai hijab" Rindu terkekeh geli dalam hatinya mendengar perkataan yang baru saja ayahnya ucapkan.
"ayah ayah... tanpa kau perkenalkan pun aku dan dia memiliki darah yang sama. Ku yakin jika ia melihat ku pasti ia bisa menebak siapa diriku. Perasaan saudara kembar tak bisa di bohongi ayah, meskipun aku dan dia jauh" gumam Rindu dalam hatinya sambil menatap tuan Frans dengan tatapan remeh.
"aku tak ada waktu, mungkin lain kali. Terimakasih saya permisi. Ayo Biaca! Yuuna!" ajak Rindu dan langsung pergi setelah membungkuk hormat kepada pria pria paruh baya yang berada disana.
Setelah kepergian Ketiga nya tampak pak Frans menatap sinis ke arah ke tiga gadis itu. "Tcih baru jadi pengacara sudah belagak, anak gadis sekarang bahkan tak bisa membedakan dengan siapa ia bisa bersikap sombong" cibirnya kesal.
"hei Frans.. jangan asal bicara kau tentang gadis itu. Ia sangat berkuasa di bidang hukum. Bisa bisa ia akan memasukkan mu kedalam penjara akibat menghinanya seperti tadi..." ucap sang teman membuat Frans bungkam. Namun matanya masih lekat menatap punggung Rindu yang sudah menjauh.
"ayah..."panggilan lembut itu mengalun indah di telinga Frans.
"sayang.. ada apa, apa ada yang kau butuhkan...?" tanyanya kepada putri tercintanya.
"Ayah siapa gadis tadi?" tanya putrinya, siapa lagi jika bukan Kasih saudara kembar Rindu.
"Dia pengacara utusan pemerintah sayang... undangan kita juga" sahutnya sambil mengelus kepala sang anak yang tampak terbalut oleh jilbab.
"ouhh.." hanya itu yang di tanggapi oleh Kasih.
Namun jangan salah. Jauh di lubuk hatinya ia merasakan ada sesuatu yang aneh pada gadis yang sempat berbicara dengan sang ayah. Ia seperti tak asing dan merasa dekat dengan sosok itu.
"tidak mungkin Rindu kan..." lirih nya pelan, yang hanya mampu di dengar oleh dirinya sendiri.
Setelah sampai di luar Rindu langsung membuang masker milik Asuka ke dalam tong sampah. Ia sungguh muak dengan harum yang berada di masker tersebut.
"hey.. mengapa kau buang masker ku..." pekik Asuka mendelik ke arah Rindu.
"sudah berapa hari kau tak mencuci mesker itu. Kenapa bau nya seperti makanan basi" gerutu Rindu sambil mengusap usap hidungnya.
Mendengar perkataan Rindu sontak Asuka terkekeh geli.
"itu pemberian dari ekhem.. jadi sudah 2 bulan tak aku cuci, aku takut nanti bau tangannya hilang..." cicit Asuka.
"2 BULAN! Astagfirullah..." dengan cepat Rindu mengambil tissu basahnya dan langsung mengelap daerah mulut dan hidungnya.
Sedangkan Yuuna hanya terkekeh dan tertawa kecil melihat lelucon seru di hadapannya. Sedangkan Asuka hanya terkekeh malu sambil menggaruk tengkuknya.
"meskipun aku menjadi saingan Rindu dan Asuka, namun sepertinya, aku tak bisa menjadi kan mereka sebagai musuh. mereka terlalu baik untuk aku musuhi sebagai lawan" gumam Yuuna dalam hatinya.
__ADS_1
...#######...