SAKURA

SAKURA
Tentang Daffa


__ADS_3


Sejak kembali kerumah tujuan utama Alisa adalah kamar, dia langsung merebahkan dirinya ke tempat tidur, menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong, rasanya saat ini pertanyaan dan perasaan aneh bertambah dalam benak dan pikirannya.


•Alisa Yovanca pov


Pikiran, tenteng Daffa menyukaiku saat Ospek Maba, padahal Daffa pernah bilang dia tidak hapal dengan wajah-wajah anak Maba di kelompoknya karna terlalu banyak, termasuk Aku.


Tentang tunangan Daffa, awalnya Aku senang mendengar bahwa Daffa juga menyukainya namun saat Daffa bilang bahwa dia sebenarnya memiliki tunangan, perasaanku tiba-tiba berubah aneh, selintas aku berpikir apa Daffa orang yang menganggap enteng sebuah perkataan dan perasaan hati, kalau memang sudah memiliki ikatan kepada orang lain, mengapa harus bilang suka segampang itu kepadaku?


Tentang Daffa yang meminta dipertimbangkan, bahwa dia suka aku dan juga keputusan Daffa akan mengakhiri pertunangannya dengan baik dengan perempuan itu 'tunangan Daffa', kalau saja itu benar terjadi dan saat itu aku yang menjadi pacar Daffa. Apakah aku pelakor, Yang menghancurkan pertunangan orang?


Lalu aku akan di benci terutama oleh sang tunangan Daffa?  Tunangan Daffa akan balas dendam lalu menculik dan membuangku ke laut? Lebih parah kalau sebelum aku buang akan dilecehkan dan dimutilasi?


"Arghhh...Amit-amit."


Memikirkan itu membuatku bergidik ngeri sendiri, aku tak dapat membayangkan diriku di cap pelakor.


Alisa bangun, dia berpikir lebih baik mandi supaya menenangkan dan menghilang pikirannya yang kacau.


___________________________________________________________


•Author Pov


Di sebuah apartemen, seseorang sedang berdiri di bawah shower yang mengalirkan air dengan lembut menyapu kulit putih mulusnya, yang tak memakai sehelai benang pun. Hidung basahnya, dada basahnya, punggung basahnya, rambut basahnya, leher basahnya dan seluruh badannya basahnya, menambah aura menakjubkan dan memikat kepadanya, dia Daffa Agatha di bawah aliran air itu wajahnya terlihat frustasi.


Daffa mengangkat poninya basahnya ke atas, menampilkan dahi yang membuat tampilan nya berubah drastis, dari yang biasanya terlihat manis seketika berubah menjadi sangat seksi dan menggoda, seakan aura badboy datang kepadanya.


"Apa aku salah?" Perkataan itu keluar dari mulutnya, entah apa yang dia maksudnya.


Selesai mandi, Daffa keluar dengan menggunakan handuk yang hanya menutupi bagian bawah dan menampilkan dada bidang dan putih miliknya.


Dia duduk di tepi kasurnya, lalu mengambil handphone yang terletak di atas meja lalu menyalakanya, terlihat ada pesan dan beberapa kali panggilan masuk dari nama yang bertuliskan Luna dengan emot love marah, saat itu dia terlihat menghela napasnya berat.


Drttt... Drttt...


Sebuah panggilan masuk dari mama, Daffa langsung menggeser tombol bewarna hijau itu.


"Halo mah."


"... " Daffa mengernyitkan dahinya saat mendengarkan perkataan orang di seberang sana, mamanya.


"Sudah tau apanya mah? dia apanya, Daffa ga paham." Jelas Daffa dia terlihat kebingungan.

__ADS_1


"..."


Daffa memutar bola matanya malas.


"Maksud mama pacar aku tadi?"


"... "


"Yaudah deh, mama juga jangan lupa makan dan jaga kesehatan, bye mah."


Panggilan berakhir, dia berpindah membuka aplikasi instagram dan mencari nama @yovancaalisa_ dan menekankan 'kirim pesan'.


Dia mengetik sesuatu di keyboardnya.


'Selamat sore menjelang malam.'


Tidak itu terlalu alay, hapus dan mengetik lagi.


'Hai Alisa, apa kabarmu?'


Tidak, tidak kau tidak terlalu dekat denganya, hapus dan mengetik lagi.


'Alisa, aku serius tentang tadi.'


'Alisa sedang apa?'


Tidak, hapus dan mengetik lagi.


'Alisa tadi sangat menyenangkan bisa makan bersamamu." Daffa sudah hendak mengirim, tapi jarinya berpindah ke tombol menghapus, dia melempar handphonenya mereka kasur.


Daffa merebahkan badanya dan menarik rambutnya sendiri.


"Apa yang harus ku katakan." Ucapnya, dia terlihat sedikit frustasi.


Dia menghela napasnya, lalu mengambil handphone itu kembali,


Dia kembali mengetik sesuatu di keyboardnya.


Sebuah senyuman lebar tercipta diwajahnya, saat sebuah pesan terkirim kepada Alisa.


"Akhirnya."


Ucap Daffa bahagia sambil memeluk handphone sendiri.

__ADS_1


_________________________________________________________


Seorang perempuan baru saja masuk kedalam rumah keluarga Yovanca, tak lain adalah Dania Aslen, mama Alisa.


Ella yang sedang berada di ruang tamu, langsung menyapanya.


"Hallo tante." Sapa Ella dengan antusias.


Dania melihat kepada Ella.


"Eh, Ella disini ya, sudah lama?"


"Dari siang tadi tan." Jawabnya dengan senyum sumringah.


"Oh, yaudah tante mau ke kamar dulu."


Saat hendak melangkah, handphone dari saku mantel Dania berdering, dia pun segera mengambilnya dan Mengangkat panggilan itu.


"Halo may." Ucap Dania.


"... " 


"Tunggu, tunggu, jangan di bahas dulu." Ucap Dania terlihat semangat.


"... "


"Iya tau aku baru datang nih, mau kekamar dulu." Dia berjalan menuju kamar, dengan telinga yang masih setia mendengar panggil dari handphone.


"..."


"Haha, dia belum tau tunangan Alisa."   Sahut Dania antusias lalu masuk ke dalam kamarnya.


Ella yang sedari tadi menyimak perkataan bibinya itu, menjadi sangat kepo saat mendengar kata 'Tunangan Alisa'. Diam-diam dia berdiri di depan pintu kamar bibinya yang sedikit terbuka dan menguping pembicaraan bibinya dengan orang di telpon itu.


Dengan tekun Ella menguping setiap perkataan bibinya itu, wajahnya terliat berubah kaget, " Jadi bener, ka ica udah punya tunangan." Ucapnya pelan, di saat itu Seringai licik tercipta di wajahnya, "penasaran banget ih, mudahan om-om mesum, biar ****** si ica." Tembahnya, lalu terkekeh pelan.


________________________________________________


Di kamar Alisa, dia baru saja selesai mandi, dia duduk di depan cermin, lalu mengambil handphonenya yang berada di atas meja hias, awalnya dia ingin membuka whatsapp untuk menghubungi Syalwa, tapi saat mendapati Daffa mengirim pesan padanya di instagram, secepat kilat langsung dia buka pesan itu.


Awalnya Alisa terdiam seribu bahasa saat melihat pesan itu, tapi tak lama sebuah senyum tercipta di wajah cantiknya.


Pesan dari Daffa di instagram.

__ADS_1


"Hi Alisa, boleh saya meminta nomor whatsapp mu?"


__ADS_2