Sang Penoreh Rindu

Sang Penoreh Rindu
TTM (Teman Tapi Menikah)


__ADS_3

Hari bahagia pun tiba, namun itu berlaku untuk para sejoli yang saling mencintai.


Aliana, begitu cantik menggunakan gaun berwarna putih hangat. Wajah nya yang di rias dengan warna soft membuat dia terlihat sangat menawan. Namun, tak ada senyum sedikit pun yang tersungging di bibir kecil nya.


Sementara itu, di mesjid yang tak jauh dari rumah nya sedang berlangsung ijab Kabul yang di ikrarkan oleh Virzha.


Sah!! sahut para saksi dan para tamu undangan yang terdengar nyaring dari spiker masjid.


Ya, detik itu juga, Aliana sudah menjadi istri Virzha di mata hukum dan agama.


Air mata membetuk sungai yang mengalir di kedua pipi Aliana, asa nya ingin menjerit, namun bibir nya kelu.


Tiba-tiba handphone nya berdering, itu dari Abqari.


Hatinya semakin sakit lagi.


"Hallo, Al... Kamu apa kabar?".


Tak ada jawaban.


"Hari ini kamu nikah, ya?".


"Kenapa kamu gak nunggu aku?"


"Tapi gak papa, aku ngerti. Semoga kamu bahagia, ya!!".


Sampai panggilan itu terputus, tak ada jawaban samasekali dari Aliana.


Lalu buk Mufi datang ke kamar guna menjemput Aliana ke pelaminan.


Sementara di kursi pelaminan, sudah duduk mempelai laki-laki berjas rapi yang sudah menunggu.


Langkah kaki Aliana terasa begitu berat, namun dia harus duduk di sebelah pria yang saat ini sudah menjadi suaminya.


***


Beberapa saat kemudian, Bella, Novita, dan yang lain nya datang memenuhi undangan. Hal itu semakin membuat dada Aliana semakin sesak. Walaupun Novita tidak keberatan, sebab sebelumnya memang tidak ada komitmen diantara dia dan Virzha, tapi Aliana tetap merasa bersalah.


"Hai.. selamat ya, ya ampun sumpah beneran gak nyangka banget". ucap Bella menyalami.


Hingga sampai giliran Novita, tangan Aliana gemetar dingin.


"Selamat ya, Al". Ucap nya dengan senyum tipis.


" I... iya" jawba Aliana.


Sementara Virzha, dia bersikap biasa seperti tidak ada masalah apapun.


***


Setelah semua acara selesai, dan para tamu undangan sudah pulang.


Aliana membawa Virzha ke kamar.

__ADS_1


"Ini air, mungkin kamu haus". Aliana menyodorkan segelas air.


"Makasih" ucap Virzha menerima


Lalu Aliana duduk di sofa yang berada di samping ranjang.


"Kenapa kamu duduk di sana?". Virzha heran.


"Ng..nggak, kok".


"Nggak kenapa maksud nya?, Aku tuh nanya kamu kenapa duduk disana, Sini!!". seru Virzha


"Aku di sini aja". jawab Aliana.


Melihat tindakan istrinya Virzha paham betul.


"Kamu kenapa?, Kamu nyesel ya nikah sama aku?".


"Nggak kok" jawab Aliana.


Lalu mereka terdiam.


***


Malam hari kemudian, di dalam kamar Aliana.


Aliana sudah siap-siap untuk tidur, lalu dia menyiapkan baju untuk Virzha.


Tak lama kemudian, masuk lah Virzha ke dalam kamar tanpa permisi. Spontan Aliana berteriak karena dia belum memakai piyama luar.


"Oke, kamu jangan balik badan sebelum aku bilang boleh".


"Aku udah siapin kamu baju, kamu bisa pake". lanjut Aliana


"Udah belum?".


"Udah, kamu boleh balik badan sekarang".


Virzha pun balik badan, lalu melepas baju nya, hal itu membuat Aliana kaget dan menutup wajah dengan kedua tangannya.


"Heii.. santai, aku pake baju dalam, kok". Virzha tertawa.


"Ooo..oohh". Aliana membuka tangan nya.


Kemudian Virzha naik ke tempat tidur lalu berbaring di samping nya. Sementara itu, Aliana tetap berdiri canggung di depan lemari.


"Kamu kok gak tidur, sini!". seru Virzha


Dengan canggung Aliana pun naik ke tempat tidur, lalu berbaring di samping Virzha.


Sesaat keduanya saling menatap, lalu tersadar.


"A..aku tidur duluan ya". ucap Aliana.

__ADS_1


***


Jam menunjukkan pukul 02 malam, remang-remang mata Aliana melihat jika suaminya belum tidur, dia masih melihat handphonenya, terlihat jelas jika dia Virzha pun merasa tidak terbiasa dengan kehadiran orang lain di tempat tidur.


Lalu dia menyimpan handphone nya dan berusaha untuk menutup mata.


Di tengah keterjagaan nya, tanpa sadar tangan Aliana memeluk Virzha, menyadari itu dia pun memeluk balik istrinya, perlahan pelukan itu semakin erat sehingga tubuh kedua merapat.


***


Pagi hari nya, Aliana terbangun dari keterjagaan.


Ia baru tersadar kalo dirinya berada di dekapan Virzha. Sontak hal itu membuat Aliana kaget terperanjat sehingga membuat Virzha terbangun.


"Ma.. maaf, aku gak sengaja". Aliana kaget


"Santai aja". jawab Virzha


"Ka..kalo gitu aku bersih-bersih dulu, ya". ucap Aliana


"Ohhh.. iya".


Aliana pun pergi siap-siap, kemudian dia pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.


Setelah sarapan nya siap, Aliana membawa nya masuk ke dalam kamar. Sementara di dalam kamar, Virzha juga sudah selesai mandi dan hanya memakai handuk saja, tentu hal itu membuat Aliana kaget dan hampir menjatuhkan nampan makanan.


"Ma..maaf, aku gak tau". Aliana gugup.


Melihat tingkah laku istri kecil nya itu Virzha tersenyum tipis.


"Oke, kamu tunggu sebentar. Aku pakai baju dulu".


Lalu dengan cepat Virzha memakai baju nya


"Sudah". ucap Virzha.


Mendengar itu, Aliana membalikkan badannya.


"I..ini buat kamu, semoga kamu suka". ucap Aliana sembari menyodorkan sarapan


"Wahhhh wangi nya enak. makasih, ya". Virzha senang.


Lalu Virzha pun memakan nya dengan sangat lahap.


"Oh ya Al, nanti sore kita pulang ke rumah aku, ya!".


"Ke..kerumah kamu?" Aliana heran


"Iya, sore ini kita langsung pindah.".


"Ta...tapi".


"Nggak ada tapi-tapian, itu rumah kita". ucap Virzha.

__ADS_1


"Masa kita mau terus tinggal di sini". lanjutnya.


Aliana pun mengangguk.


__ADS_2