Sang Penoreh Rindu

Sang Penoreh Rindu
Kurusan


__ADS_3

Setelah selesai mandi, Aliana pun keluar dengan menggunakan handuk piyama.


Rambutnya yang basah terurai dan wajah polos nya yang meringis menahan sakit, membuat Virzha tak tega melihat nya.


Lalu pria itu menghampiri Aliana kemudian langsung menggendong nya membuat Aliana kaget.


"Eeeehhhh...".


"Kamu sakit, kan?".


Biar aku gendong ke ranjang". lanjut Virzha.


"Kamu mau makan apa hari ini?".


"Gimana kamu, aja". jawab Aliana


"Kalo nasi goreng sama telur mata sapi, mau?".


"Boleh".


"Yaudah, kamu duduk di sini. Aku masakin dulu!!". seru Virzha


Virzha pun pergi untuk menyiapkan sarapan, sementara Aliana bersiap-siap.


****


Setelah beberapa saat kemudian, Virzha sudah selesai. Lalu ia membawakan sarapan nya ke dalam kamar.


"Al, ayok sarapan dulu!". seru Virzha


"Emmmmm, baiklah".


Virzha duduk di hadapan istrinya, lalu ia menyendokkan nasi dan akan menyuapkan nya pada Aliana.


"Ayok, Aaa!!" seru Virzha


Dengan malu-malu Aliana menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ayok!!".


Akhirnya Aliana membuka mulut nya dengan malu-malu.


"Gimana?, Enak".


"Iyaa".


"Aku suapin, lagi?".


"Nggak usah, biar aku sendiri". Ucap Aliana.


Untuk pertama kalinya Aliana merasakan kelembutan dari orang selain dari keluarga nya.


Ia merasa di cintai dengan tulus, meskipun oleh seseorang yang baru dalam kehidupan.


***


Hari-hari ia lalui dengan bahagia. Meskipun belum ada cinta dalam hatinya, tapi sudah ada respect bagi suaminya itu.


Setiap hari Virzha lah yang merapikan rumah dan mencuci pakaian, sementara Aliana hanya memasak, itupun sesekali. Aliana benar-benar di ratukan oleh suaminya itu.


Hingga di usia pernikahan nya yang ke 7 minggu, Aliana mulai meresakan getaran di dadanya setiap kali Virzha menyentuh kedua pipinya dengan lembut.


"Kenapa ya, ko aku liat-liat kamu kurusan".


"Apa kamu nggak bahagia sama aku?". lanjut Virzha.


"Nggak kok, aku bahagia". jawab Aliana


Tiba-tiba Aliana merasakan mual yang sangat, sehingga membuat nya berlari ke toilet.


Lalu Virzha menyusulnya untuk melihat keadaan istrinya itu.


"Sayang, kamu gak papa?". ucap Virzha sembari menepuk-nepuk ringan punggung Aliana.


Tiba-tiba tubuh Aliana hangat, wajah nya juga pucat. Seketika Virzha menggendong istrinya lalu membawanya ke tempat tidur.

__ADS_1


"Aku hubungin dulu dokter, ya!".


ucap Virzha.


***


Beberapa saat kemudian Dokter pun sudah sampai, dan langsung memeriksa kondisi Aliana.


"Gimana, dok?". Virzha khawatir


Mendengar pertanyaan itu dokter tersenyum tipis.


"Hmmm... Selamat ya, pak".


"Selamat apa dok?". Virzha terheran


"Istri bapak positif hamil, kandungan nya baru memasuki 3 minggu" jelas pak dokter


"Ha..hamil dok?" Virzha masih belum percaya


"Iya... Hamil". tegas dokter


"Syukurlah lah....". Virzha bahagia.


Lalu segera ia menghampiri istri nya yang masih terbaring di tempat tidur untuk mengucapkan selamat serta terimakasih.


"Selamat ya, kamu bakal jadi seorang ibu.. terimakasih... terimakasih". ucap Virzha sembari memeluk dan mencium kening Aliana.


"Aku hamil?".


"Iya, kamu hamil".


"Syukurlah". Aliana bahagia atas kehamilannya.


Meskipun dia sendiri masih bingung, apakah dia sudah mencintai suaminya apa belum, tapi sedikit demi sedikit sudah ada perasaan pada suami nya itu.


Begitu senang nya Virzha, sehingga dia memberi kabar bahagia itu pada orang tua Aliana dan orang tua nya, yang mana mereka juga turut bahagia setelah mengetahui nya.

__ADS_1


"Kalo gitu saya pamit ya pak". ucap dokter.


"oh.. iya pak, terimakasih".


__ADS_2