
Setelah hari itu, Aliana menjadi semakin lebih pendiam. Bahkan, tak ada tegur sapa ketika dia dan suaminya sedang berpapasan di rumah.
Membuat Virzha semakin merasa menyesal atas sikap nya yang sudah berlebihan.
Seharian penuh Aliana diam dalam kamar, dengan kelopak mata yang sembab dan bengkak.
Kesedihan nya membuat ia lupa dengan kewajiban nya sebagai seorang istri.
Sementara Virzha, yang tidak bisa menahan rasa lapar, pergi ke dapur untuk makan.
Namun, hanya ada nasi dan lauk sisa kemarin.
Lalu dengan terpaksa ia memakan nya guna mengganjal perut.
Melihat itu Aliana merasa bersalah dan kasian, tidak seharusnya kesedihan nya berlarut-larut.
***
Siang hari nya Aliana ke dapur, dia memasak makanan kesukaan Virzha serta teman lauk lain nya.
Setelah selesai, ia sajikan semua nya di atas meja makan.
Virzha yang kebetulan hendak mengambil air minum, begitu tergoda dengan aroma lezat dari hidangan yang sedang istrinya itu siapkan. Tapi ia tidak berani untuk mendekati.
"Aku udah masak, kamu bisa makan sekarang". ucap Aliana yang masih menundukkan kepalanya.
Lalu Aliana kembali ke dalam kamar, kemudian Virzha menyusulnya.
*Di dalam kamar*
Di lihat nya Aliana yang terbaring membelakangi.
__ADS_1
Lalu dia mendekatinya kemudian mengelus rambut nya dengan lembut.
"Sayang, kamu masih marah?".
Aliana diam.
"Maaf, aku salah.. aku janji gak bakal kaya gitu lagi".
Seketika Aliana tidak bisa menahan diri nya, ia menangis tersedu-sedu.
"Abis nya kamu bikin aku kaget, aku tau aku salah. Tapi.. apa gak bisa ngasi tau aku salah tanpa harus marah-marah.".
"I..iya.. aku minta maaf, aku gak bisa ngendaliin diri aku, aku cemburu".
"Tapi aku gak ngapa-ngapain"
"Iya.. aku tau, tapi aku gak bisa nahan diri, maaf".
"Aku ngelakuin kesalahan sekecil itu kamu semarah itu, apalagi nanti kalo aku ngelakuin kesalahan gede, mungkin kamu bakal langsung cerain aku".
Lalu Aliana berbalik kemudian mengangguk kan kepalanya.
Melihat wajah istrinya yang sembab, Virzha merebahkan diri lalu mendekat ke istrinya itu.
Kemudian ia memeluk Aliana dan menciumi kening nya.
"Aku minta maaf ya". ucap Virzha
"Aku juga minta maaf".
"Kamu pasti sakit hati banget ya"
__ADS_1
"Nggak juga"
"Terus, kenapa nangis nya lama"
"Sedih aja, sakit hati sih ada sedikit. Tapi kalo harus di sadar-sadarin aku ngerti, susah buat nyatuin dua kepala yang berbeda. Jadi pasti sulit buat kita mengerti satu sama lain". jelas Aliana.
"Aku cuma minta, kalo nanti aku ngelakuin kesalahan lagi, kasih tau aku baik-baik, ya". lanjutnya
"Iya sayang, sekali lagi aku minta maaf". jawab Virzha.
Merekapun saling berpelukan dengan erat.
"Emmmmm... makan bakso enak kali, ya?" ucap Virzha
"Iya, seger juga pedes asem"
"Yaudah, gimana kalo kita nyari bakso?, kamu belum sarapan juga, kan".
Aliana mengangguk kan kepalanya dengan malu-malu.
"Yaudah, kalo gitu let's go!". teriak Virzha.
***
Sesampainya di kedai bakso yang tak jauh dari rumah, Virzha dan Aliana langsung turun dari motor dan segera masuk ke dalam.
"Bah, biasa ya.. aku pesen dua mangkok". ucap Virzha.
"Siap, bos!!". jawab Bah Dadeng si penjual bakso.
"Minum nya mau apa, bos?". lanjut nya
__ADS_1
"Es teh aja dua-duanya" jawab Virzha
"Oke!!".