
Hari berganti hari, hingga tak terasa sudah beberapa bulan berlalu. Dan sejak saat itu Aliana mulai melupakan tentang Abqari. Dan Abqari juga mulai jarang memberi kabar, tapi karena kehadiran orang-orang baru, membuat hati Aliana sedikit terobati.
Dan baru juga terlintas di pikiran Aliana tentang pria itu, Abqari memberi pesan singkat. Dia merindukan Aliana, isi pesan nya.
Dan tentunya, Aliana juga merasakan hal yang sama. Namun setiap dia mengingat hubungan nya yang tak juga menemukan titik terang, hati nya merasakan pedih yang teramat.
Ntah angin dari mana, pagi ini ibu Aliana menanyakan perkembangan hubungan mereka. Namun, Aliana tidak bisa menjawab nya. Terlebih ketika ibu dan ayah Aliana bertanya tentang kapan Abqari akan kerumah lagi bersama orang tuanya, Aliana sama sekali tak bisa menjawab.
Mengerti dengan keadaan, ayah Aliana pun memberanikan diri untuk menceritakan tentang anak nya dan abqari kepada sesepuh yang berada di kampung sebelah, Yai Hamzah. Mengingat beliau akrab dengan orang tua Abqari.
Namun sesepuh itu salah menanggapi.
Merasa kasihan dengan keadaan Aliana, Yai Hamzah mendatangi kediaman Keluarga Abqari untuk masalah pribadi sekalian meminta jawaban tentang keberlangsungan hubungan antara Abqari dengan Aliana.
****
*Di kediaman keluarga Abqari*
"Ada hal yang mau saya tanyakan kepada sepuh". ucap Yai Hamzah
__ADS_1
"Hal apa itu, seperti nya sangat penting, yai". Appa Abqari penasaran.
"Tentang hubungan nya putra sepuh dengan anak teman saya, Aliana. tentu sepuh pasti kenal dengan gadis itu, kan?". tanya Yai Hamzah.
"Ya, saya tau. Tapi tentang hubungan mereka, saya dan istri saya tidak tau. Apalagi putra saya juga tidak pernah menceritakan tentang hal ini sekalipun." Jelas Appa Abqari.
"Jadi jawaban apa yang harus saya berikan. Lagian, sebenarnya saya dan istri sudah menjodohkan Abqari dengan gadis pilihan kami, dan Abqari tidak menolak nya". sambung nya.
"Jadi, tentang hubungan nya dengan Aliana?". Yai Hamzah meminta jawaban.
"Tentu saja tidak ada jawaban yang harus saya berikan". jawab jelas Appa Abqari.
"Baiklah sepuh, saya mengerti. Kalo gitu sudah siang juga, saya pamit pulang, ya". Yai Hamzah unduh diri.
"Ada apa, Pa?". Abqari sedikit tegang.
"Appa mau nanya sama kamu, sejak kapan kamu hubungan dengan anak nya pak Saipul?".
"I..itu...
__ADS_1
"cepat jawab yang benar!!".
"Sudah mau 3 tahun lebih, pa".
"Apa manfaat nya dari itu semua" nada Appa mulai tinggi.
mendengar itu Abqari tegang tak mampu menjawab.
"Jawab yang benar!!".
"ti..tidak ada".
"Appa minta kamu akhiri hubungan kamu dengan gadis itu!!, dan kamu harus nurut sama Appa kalo kamu masih mau tinggal di sini, kalian tidak sebanding". jelas Appa Abqari
"Benar, apa kata keluarga besar nanti". Umma Abqari menengahi
"Ta..tapi...". Abqari ragu
"Terserah kamu, pokoknya sampai kapan pun kami tidak akan merestui". tegas Umma Abqari.
__ADS_1
Kedua orang tua Abqari pun pergi meninggalkan putranya dengan amarah. Membuat Abqari menjadi semakin bingung. Disisi lain dia tidak bisa menolak, tapi hati nya juga tidak bisa berbohong.
Merasa terguncang dia pun mengurung dirinya di kamar, guna menenangkan hati dan berpikir keras untuk mencari cara agar dia bisa keluar dari masalah ini dan mencoba untuk memperjuangkan Aliana