Sang Penoreh Rindu

Sang Penoreh Rindu
Belum juga


__ADS_3

Sejak Abqari datang kerumah, sikap nya mulai berubah. Ia semakin perhatian dan bisa menghargai Aliana.


Namun setiap Aliana meminta jawaban tentang restu orang tua nya, Abqari belum bisa memberikan jawaban. Karena sampai saat ini pun, Umma dan Appa Abqari belum juga merestui hubungan mereka.


Sampai-sampai Umma Abqari berusaha untuk menjodohkan anak nya itu dengan seorang gadis yang statusnya sepadan dengan keluarga mereka.


Abqari mulai kebingungan, dia tidak bisa menolak permintaan ibu nya. Tapi dia juga tidak bisa membohongi diri nya sendiri, kalo dia sudah tulus mencintai Aliana. Walaupun memang masih ada rasa gengsi dan takut jadi bahan pembicaraan keluarga nya sebab dia menikah dengan seseorang yang setatus nya berbeda. Dia juga takut kalo menikah tanpa restu orang tua nya, maka pernikahan nya tidak akan berjalan baik, dalam pikir nya.


Sementara Aliana, dia mencoba berdamai dengan keadaan.


Ia mulai mencari kesibukan lain agar tidak berlarut-larut dalam hubungan nya yang rumit itu.


***


Siang ini adalah hari Minggu, itu artinya sekolahan libur. Jadi, Aliana tidak perlu membuka kedai nya.


Untuk menghabiskan waktu luang nya, ia pergi ke sebuah caffe untuk me time.


Setibanya di sana, Aliana langsung duduk di meja yang berada tepat di samping jendela cafe. Sehingga dia dapat melihat pemandangan di luar.


Saat Aliana sedang termenung, tiba-tiba dia di kejutkan dengan seorang perempuan.


"Aliana.." teriak perempuan itu.


Spontan Aliana pun menoleh, ternyata itu adalah Bella, teman Aliana semasa di asrama dulu.

__ADS_1


"Bella... Kamu ngapain di sini?". Balas Aliana.


"Aku lagi weekend aja sama temen-temen, kenalin ini temen-temen aku"


"Dan ini... Suami nya aku". sambung Bella.


"Oh.. iya, hai". sapa Aliana.


"Kita boleh gabung di sini, kan".


"Boleh ko, toh tempatnya luas juga".


"Oh ya Aliana, kamu kenal sama Virzha, kan?". tanya Bella sembari menunjuk ke salah satu teman prianya yang berperawakan tinggi dan berisi serta memiliki kulit bersih itu.


"Emang Aliana pernah dimana?". Tanya pria itu


"Oh.. dia juga satu alumni sama kita" jawab Virzha.


"Kenalin, aku Virzha. Salam kenal, ya!". sambung nya.


"Kalo aku Hakim". ucap pria mungil di samping Virzha.


"Aku Novia". timpal gadis cantik di samping kanan Bella.


"Ia, salam kenal semuanya.

__ADS_1


Aliana pun menghabiskan waktunya bersama mereka. Meskipun baru kenal, tapi mereka bisa dengan cepat saling berbaur.


"Oh ya.. bentar lagi tahun baru, loh". ucap Bella.


"Gimana, kalo nanti kita pergi liburan bareng". Sambung nya.


"Kemana?" Hakim penasaran.


"Gimana, kalo ke pantai". usul Novia.


"Ide bagus tuh, kita ke kampung aku aja.. di kampung kita (sambil menunjuk Novia) ituh Deket loh sama pantai, apa lagi pantai nya masih asri dan terjaga banget". timpal Hakim.


Aliana, Bella, beserta yang lain nya pun terus berbincang seru. Sampai tak terasa waktu pun berlalu begitu cepat.


Hari beranjak petang, Bella dan yang lain nya pun pamit pulang. Begitu juga Aliana yang tentunya pulang sendiri.


***


Setibanya pulang, di dalam kamar Aliana baru selesai bersih-bersih. Saat ia mengecek handphone nya, ternyata ada notice masuk. Saat di buka ternyata itu pesan singkat dari nomer baru. Saat di baca itu adalah Hakim, yang tadi di cafe.


"Hai kak Aliana, aku Hakim. Di save ya nomer nya".


"Oke!". jawab Aliana.


Lalu tiba-tiba Nomer Aliana di masukan ke dalam group chat oleh Bella. Hingga pada akhirnya mereka pun saling mengobrol di dalam group chatting itu.

__ADS_1


"Hmmmm... Asik juga ya, kenapa gak dari dulu aja aku berteman kayak gini". gumam Aliana


__ADS_2