
Keesokan hari nya Aliana dan Virzha pun berpamitan pindah ke rumah mereka. Sementara buk Mufi yang terus menangis karena masih belum bisa merelakan kepindahan putri satu-satunya itu.
"Buk, aku ijin bawa Aliana, ya".
"Sekarang Aliana udah jadi tanggung jawab aku, ibu gak usah khawatir". lanjut Virzha.
"Kalian sering-sering kesini, ya!". seru buk Mufi
"Tentu , ma". Aliana meyakinkan
Lalu buk mufi memeluk putrinya itu dengan erat.
"Kalo gitu aku pamit ya, ma". ucap Aliana.
"Iya".
Mereka berdua pun pergi menggunakan motor kesayangan Virzha dengan koper sedang yang di taruh di depan nya.
***
Di sepanjang perjalanan, Aliana menikmati suasana jalan perbukitan yang indah serta udaranya yang segar, sehingga tanpa sadar setelah beberapa menit menempuh perjalanan, Aliana dan Virzha pun sampai di rumah mereka.
Di lihat nya rumah kecil namun bernuansa modern dan estetic bercat coklat dan biru ocean, halaman nya yang cukup luas dengan aquarium kecil yang seolah menyambut di samping pintu masuk.
"Wahhhh.. ikan nya lucu". ucap Aliana yang langsung menghampiri aquarium tersebut.
"Aquarium nya aku yang buat, loh". Virzha mendekat.
"Gimana?, Bagus, gak?". lanjutnya.
Aliana hanya menganggukkan kepalanya.
Lalu Virzha mempersilahkan istrinya itu masuk.
Setelah berada di dalam rumah, semakin terasa kesan sederhananya yang estetic.
__ADS_1
Begitu masuk kedalam tidak ada ruang tamu, tapi kita langsung di hadapkan pada ruang tengah yang di sampingnya langsung terarah ke kamar utama, ada dua kamar.
Dan saat memasuki kamar utama, betapa Aliana langsung merasakan kenyamanan sebab posisi tempat tidur nya hampir menghadap sama dengan yang ada di kamar nya dulu.
Terdapat televisi berukurang sedang dan tidak begitu banyak barang-barang, memberi kesan sederhana yang mewah.
Terlebih cat nya yang bewarna gradasi biru dan abu membuat Aliana semakin terpesona.
"Kamar nya bagus, ya".
"Kalo gitu mudah-mudahan kamu betah". ucap Virzha
Aliana hanya membalas dengan senyuman.
"Kamu istirahat sana!. Pasti kamu capek, kan". Seru Virzha
Aliana mengangguk.
***
Malam pun tiba, Aliana yang sudah bersiap untuk tidur merebahkan tubuh mungil nya di atas ranjang.
Setelah cukup lama melamun, tak terasa dirinya terlelap begitu saja.
Jam menunjukkan pukul setengah dua malam. Di antara keterjagaan nya, Aliana merasa ada beban yang menindih kuat tubuh mungil nya, ia pun berusaha membuka mata, dan ternyata ia mendapati Virzha yang sedang mencumbu tubuh nya lembut. Spontan Aliana melayangkan bogem mentah pada pipi suaminya itu.
Bukkkkk....
"Aggghhhhhhh". Virzha meringis
"Ma..maaf, aku gak sengaja". ucap Aliana sembari menyentuh lembut pipi Virzha yang sedang kesakitan itu.
Kemudian keduanya saling menatap. Semakin lama tatapan itu semakin dalam. Virzha menatap istrinya syahdu, lalu Aliana membalas nya dengan tatapan serupa.
Luput dalam angan, Virzha tak mampu menahan diri nya, keduanya saling membiasakan perasaan hati, lewat mata yang saling menyapa. Tanpa sadar, kedua wajah itu saling mendekat, lalu merapat. Hingga pada akhirnya, bibir mereka saling menyentuh lembut.
__ADS_1
Di malam itu juga mereka meneguk anggur cintanya, begitu manis dan luput di dalam kenikmatan.
***
Hembusan angin pagi masuk melalui pentilasi udara, menyentuh lembut pipi Aliana yang membuat nya terbangun dari keterjagaan, ia membuka mata nya secara perlahan, lalu di lihatnya remang-remang dada bidang tepat berada di hadapannya.
Hal itu membuat dia berteriak.
"Aaaaaaaaaaa...".
Virzha yang mendengar nya pun seketika bangun terperanjat.
"Ada apa... Ada apa?".
Lalu dia mengucek pelan matanya.
Betapa kaget nya saat Virzha menyadari jika saat ini mereka hanya terbalut satu selimut berdua tanpa memakai pakaian sehelai pun.
"A...Aliana?". Virzha kaget
"Ma..maaf Al, aku gak bisa nahan diri aku". sambung nya.
Sontak rasa sesak menjalar di seluruh dada Aliana.
Virzha berusaha menenangkan istrinya lalu mendekat dengan perlahan.
Ia menggapai kedua tangan Aliana seraya meminta maaf dengan sungguh.
Sebenarnya Aliana ingin marah dan berontak, tapi dia kembali tersadar. Jika saat ini dirinya sudah menjadi milik Virzha sepenuhnya.
"Aku milik kamu, jadi kamu gak perlu minta maaf". ucap Aliana lembut
Mendengar itu Virzha sangat bahagia.
"Kamu maafin aku, kan?"
__ADS_1
Aliana mengangguk.
Lalu mereka pun berpelukan