
Ntah ada kepentingan apa, hari ini Yai Hamzah mendatangi rumah Aliana.
"Bapa nya, ada?". tanya yai Hamzah.
"Oh, ayah.. ada, Yai". jawab Aliana.
"Silahkan, masuk". sambung nya.
Aliana pun mempersilahkan Yai Hamzah masuk.
Di ruang tamu Yai Hamzah dan ayah Aliana berbincang ringan. Hingga pada akhirnya, beralih ke hubungan Abqari dengan Aliana.
"Kemarin saya ke rumah sepuh (panggilan yai Hamzah pada ayah Abqari), sembari membahas masalah pribadi dan akhirnya membahas tentang hubungan putra nya dengan putri kamu". Jelas yai Hamzah.
"Maksud nya, Yai?". Ayah Aliana sedikit bingung.
"Iya.. kamu mau tau jawaban sepuh tentang hubungan anak kalian, kan"
"Maaf Yai, saya masih tidak mengerti".
"Intinya, kemarin saya sudah meminta jawaban nya pada sepuh. Dan dia bilang kalo Abqari tidak pernah memberi tahukan tentang hubungan nya dengan anak kamu. Malah sepuh dan nyai sudah menjodohkan Abqari dengan gadis lain. Dan Abqari tidak menolak nya".
"Oh, jadi seperti itu". jawab Ayah Aliana dengan sedikit rasa malu.
"Kalo seperti itu sudah jelas sekali, jika keluarga Abqari tidak mengetahui dan tidak merestui hubungan putra nya dengan anak saya". sambung ayah Aliana.
Kemudian Yai Hamzah pun pamit diri untuk pulang.
***
Di malam hari, pak Saipul dan buk Mufi mengajak Aliana untuk bicara baik-baik di ruang tamu.
"Emmmhhhh, ayah ada yang mau di bicarakan sama kamu". ucap pak Saipul.
"Tentang apa, Yah?"
__ADS_1
"Tapi sebelumnya ayah mau bertanya dulu sama kamu".
"Tanya apa?". Aliana semakin bingung.
"Apa kamu masih berhubungan dengan Abqari?".
"I..iya".
"Apa kamu masih mau menunggu jawaban pemuda itu?".
"Mungkin".
"Ayah gak mau kamu sakit hati, apalagi tentang pria.
Tadi yai Hamzah bilang sama ayah, agar kamu tidak lagi mengharapkan hal yang tak pasti, orang tua Abqari tetap tidak memberikan restu nya. Bahkan mereka sudah menjodohkan Abqari dengan gadis lain dan dia tidak menolak nya". jelas pak Saipul.
"Iya aku tau, Yah". jawab Aliana lirih
Menyadari hati anak nya yang sedang hancur buk Mufi pun mendekati Aliana lalu memeluk nya.
"Ibu yakin, kamu akan mendapatkan laki-laki yang benar-benar mencintai kamu". lanjut nya.
"Iya, buk".
****
Malam tahun baru pun tiba, tanpa memberi kabar terlebih dahulu, Novita datang kerumah Aliana di antar Virzha.
"Novita". Aliana senang
"Hai... Al, maaf ya aku gak ngasih tau kamu dulu".
"Ini udah malem, loh. Ayok masuk!". seru Aliana
"Makasih, ya". ucap Novita
__ADS_1
Aliana mengajak mereka berdua ke ruang tamu.
"Aliana, ada siapa?". tanya buk Mufi
"Ada temen nya Aliana, buk".
Buk Mufi pun menghampiri mereka.
"Oh, siapa ini?". Tanya buk Mufi
"Hallo tante, aku Novita". ucap Novita sembari mengulurkan tangannya ke buk Mufi untuk salam
"Saya Virzha, Tan". di susul Virzha.
"Oh.. iya, ini hendak kemana malam-malam".
"Abis jalan-jalan keliling kota A Tante, sekalian liburan". Jelas Novita
"Ohhh iya, oh ya.. tante tinggal dulu ya".
Ibu Aliana pun undur diri dan tinggal mereka bertiga.
"Ehhh Al, aku boleh gak nginep di rumah kamu?". tanya Novita.
"Boleh dong..."
"Kamu gak keberatan, kan".
"Nggak kok, yang ada aku seneng.. jadi ada temen ngobrol".
"Oh ya, Al.. vit.. aku pamit pulang ya, udah malem bgt. Salam buat ibu kamu". Virzha undur diri.
"Aku titip Novita, ya". Sambung nya
"Ehemmmm, oke!".
__ADS_1