Sang Penoreh Rindu

Sang Penoreh Rindu
Maaf


__ADS_3

Semenjak hari itu Aliana menjadi lebih fokus pada dirinya saja. Bahkan tidak sekalipun iya kepikiran untuk menghubungi Abqari terlebih dahulu, biar saja, Pikirnya


Hingga di sore hari, handphone Aliana bergetar, ternyata itu panggilan dari Abqari.


Dengan ogah Aliana pun mengangkatnya.


"Hallo.. ya, kenapa?". Jawab nya singkat


"Kamu blokir aku ya?"


"Iya, kenapa emang nya?"


"Maksud kamu apaan?". Abqari mulai tersudut emosi


"Gak kenapa-kenapa, lagian buat apa juga kan satu kontak sama cowok yang bukan siapa-siapa nya kita."


"Aku ini pacar kamu, ya!"


"Oh ya?, Sejak kapan?"


Mendengar jawaban itu Abqari terdiam sejenak.


"Maaf ya, aku salah". ucap nya


"Aku tau pasti kamu gak nyaman,kan" lanjut Abqari


Aliana tak juga merespon.


Hingga akhirnya, Abqari memohon agar Aliana membuka kembali blokiran nya.


"Aku mohon buka ya, blokiran nya". seru Abqari dengan nada lembut

__ADS_1


"Aku tau aku salah, aku minta maaf.. ayok dong, buka!"


"Aku mau lihat wajah orang yang selama ini benar-benar tulus sama aku". sambung Abqari


Mendengar itu Aliana justru semakin jengkel, namun hati kecilnya sedikit terenyuh.


Hingga pada akhirnya Aliana pun membuka blokiran nya, mengetahui itu Abqari langsung memvideo call Aliana.


"Haii...maaf ya!".


Tapi Aliana hanya memperlihatkan setengah wajah nya.


"Ko cuma ngelihatin setengah.. gak keliatan dong, cantiknga".


Aliana masih diam.


Lalu Aliana mulai berbicara secara baik-baik.


"Loh, kenapa?".


"Aku pikir rasanya kita udah gak cocok dan gak sejalan.. apalagi sampai saat ini kamu belum juga kasih tau keluarga kamu, kan". Jelas Aliana


"Ta..tapi.. aku belum bisa ngomong sekarang, Al".


"Karena kamu tau kita gak bakal di restuin. Iya, kan " Aliana menebak


Abqari terdiam.


"Yaudah, siang ini juga aku bakal ngomong sama Umma dan Appa, aku bakal ngasih tau tentang hubungan kita". Abqari mencoba meyakinkan


"Baik. aku tunggu kabar baik nya, ya". jawab Aliana.

__ADS_1


Lalu Aliana pun mematikan video call nya itu.


***


Keesokan harinya Abqari kembali menghubungi Aliana. Dengan berat hati ia menjelaskan jika, Umma dan Appa nya tidak merestui hubungan mereka berdua. Sebab, Aliana dirasa tidak pantas dan sepadan untuk Abqari. Apalagi Aliana hanya seorang gadis pemilik kedai kecil dan tidak status terhormat apa-apa.


Aliana sudah tau akan seperti apa jawaban nya, untuk itu ia sudah menyiapkan hatinya jika pada akhirnya hubungan mereka memang tidak akan mendapatkan restu.


"Tapi aku akan perjuangkan hubungan kita, Al". ucap Abqari.


"Siang ini aku Dateng ya kerumah kamu". sambungnya


"Boleh!!". jawab Aliana


"Ayah sama ibu kamu ada, kan".


"Ada, ko".


Hari pun menuju sore, Aliana juga memberi tahu kepada ibu dan ayah nya jika sore ini Abqari akan datang ke rumah.


Dan benar saja, setelah beberapa saat kemudian Abqari pun datang.


"Assalamualaikum".


"waalaikumsalam. silahkan masuk, nak!!" seru buk Mufi.


Lalu Abqari masuk dengan senang hati.


Buk Mufi dan pak Saipul menyambut Abqari dengan baik. Sehingga dia merasa tenang dan tidak canggung sedikit pun.


Tanpa banyak busa basi Abqari langsung mengutarakan maksudnya untuk datang ke rumah.

__ADS_1


Dengan segala kerendahan hati nya ia meminta restu kepada kedua orang tua Aliana. Tentunya orang tua Aliana memberikan restu. Hanya saja mereka lebih senang lagi jika Abqari datang bersama salah satu keluarga nya, itu akan menandakan jika hubungan mereka juga di terima dengan baik oleh keluarga Abqari.


__ADS_2