
Selang beberapa saat kemudian, masuk lah notifikasi pesan ke dalam handphone Aliana, ternyata itu dari Abqari.
"Akhirnya muncul, juga". Gumam Aliana setengah kesal
Dan saat di buka ternyata isinya tidak jauh dari makian.
"Kamu bodoh apa gimana sih, lebay amat tau gak pake acara upload² photo aku segala". maki nya
Lalu masuk lagi pesan baru, di sana Abqari mengirim photo sebuah secreenan yang mana isinya itu chating Aliana bersama wanita tadi.
Kemudian Abqari menjelaskan secara detail lewat pesan jika wanita yang tadi chatting dengan Aliana adalah sodara nya. Lebih tepatnya adalah bibi dari gadis yang katanya sedang di jodoh-jodohkan oleh keluarga sana dengan nya saat ini.
Yang terlintas di benak Aliana, kenapa Abqari harus semarah itu, dan kenapa tidak dia katakan saja kalo Aliana memang punya hubungan spesial dengan nya.
Semakin yakin, jika sebenarnya hubungan mereka memang tidak sehat, dalam benak Aliana.
Lalu di tengah lamunan nya, tiba-tiba handphone Aliana berdering, tentunya itu dari Abqari.
"Hallo, Al".
"Kamu gimana sih, sembarangan amat jadi orang.. harus nya kamu itu hati-hati lahh. Kenapa, sih?". lanjutnya.
__ADS_1
"Maksud kamu hati-hati gimana?". Jawab Aliana
"Ya hati-hati, jangan sembarang upload-upload gitu lah. Kaya bocah juga, tau"
"Maksud nya gimana sih ini?"
"Aku gak mau tau, pokonya kamu jelasin ke cewek tadi kalo kita itu gak ada apa-apa, ya!". seru Abqari
"Jelasin untuk apa? kalo aku cuma halu, gitu?"
"Ya gimana aja lah, yang penting aku gak mau dia salah paham dan ngcap aku gak baik". sangkal Abqari.
"Kamu aneh ya, aku yang jelas-jelas pasangan kamu. Tapi malah aku yang harus ngejelasin ke orang lain" Aliana mulai meradang
"Jangan panjang lebar lah, kayak anak kecil. Intinya sekarang kamu jelasin ke cewek tadi!! aku gak mau tau, ya" nada Abqari semakin tinggi.
"Oke.. yaudah jangankan aku jelasin lewat chat aku bakal temuin dia langsung, biar jelas".
"Ya... Ya.. itu lebih bagus".
"Sekarang aku berangkat, kamu kirim alamat dimana dia tinggal atau dimana kita ketemu". tegas Aliana.
__ADS_1
Lalu Aliana mematikan telpon dan langsung berangkat menggunakan sepeda motornya.
Jam menunjukkan pukul 13:00 wib, dimana cuaca sedang panas-panasnya, dan jalanan macet. Saat mengecek handphone, belum juga ada pesan dari Abqari.
***
Aliana pun mampir ke salah satu caffe yang tak jauh guna untuk menghilangkan dahaga nya.
Sembari menyedot orange juice, sesekali ia melihat handphone nya. Tak kunjung mendapat kan alamat, Aliana langsung mendial no Abqari, untung nya di angkat.
"Hallo, Ri.. kamu Diaman? Ko belum juga kirim alamat nya"
"Aku di rumah, kayaknya gak perlu juga deh.. biarin aja. Biar mereka berpikir jelek tentang aku juga gak papa".
"Aku udah setengah jalan, kamu malah bilang gak usah? Kenapa gak dari tadi?". Aliana protes.
"Kami juga kenapa langsung main berangkat aja"
"Udah lah aku capek". Ucap Aliana lalu mematikan telponnya.
Tak dapat lagi menahan kekesalan nya, Aliana memblokir nomer Abqari. Dia sudah masa bodo lagi dan tidak mau tahu lagi tentang lelaki itu.
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 13:30 wib, Aliana pun memilih untuk pulang.