
Meskipun ini adalah kedua kalinya Alina dan Novita bertemu secara langsung, tapi keduanya memiliki kemistri seakan sudah saling mengenal lama.
Dan di malam itu pun mereka saling berbincang, tentunya tidak melewatkan pembahasan pria yang mereka suka.
"Kamu sebenarnya udah punya pacar, belum?". Tanya Novita kepo
"Bisa di bilang udah, tapi hubungan kita kayak gak sehat aja". Jawab Aliana.
"Kamu sendiri, kamu suka sama Virzha, kan". Aliana menebak sembarangan.
Novita tersipu malu.
"Udah keliatan, tau". Goda Aliana.
"Apa sih, Al". Novita mencoba menyangkal
"Santai aja, lagi!! Toh aku gak bakalan bocor, ko". Aliana meyakinkan
"Hihi... Ko kamu, tau?"
"Ya tau, lah".
"Alasan nya?"
"Keliatan banget, tau"
"Keliatan gimana? Perasaan aku biasa-biasa saja"
"Ya keliatan lah... Apa lagi cara kamu Mandang dia, and bahasa tubuh kamu tuh gak bisa bohong". jelas Aliana
"Sejelas itu?".
"Hooh"
"Oh ya, menurut kamu Virzha orang nya gimana, sih?".
"Emmmmm sejauh ini belum tau banget.. orang baru kenal, juga". ucap Aliana
"Lagian kamu ada-ada aja, malah nanya ke aku. Kan kamu yang kenal dia duluan". Sambung Aliana
"Kalo menurut aku sih, dia baik.. dewasa... Dann ahhhh, gitu deh". jelas Novita.
__ADS_1
"Bukan nya dia pernah kerumah kamu, ya?". Aliana kepo
"Terus, tanggapan mama kamu, gimana?". sambung nya
"Justru mama aku tuh kayak nya suka banget deh sama Virzha, tapi aku gak bisa kalo seandainya Virzha ngajak aku buat nikah cepet".
"Loh, kenapa?"
"Kuliah ku kan belum selesai, deskripsi ku juga". jelas Novita
"Kecuali dia mau nunggu beberapa tahun lagi" sambung nya.
"Loh, gak masalah dong kalo nikah tapi masih kuliah".
"Gak bisa Al, soalnya aku dapet beasiswa. Dan ya, syarat nya aku gak boleh nikah sebelum lulus". jelas Novita sembari menghela nafas.
"Emmhhhh, gitu". Aliana mengerti.
"Ehh laper gak, sih?". Tanya Novita
"Nih aku bawain cemilan hits dari kota ku". Lanjut nya sembari menyodorkan bingkisan yang berisikan beberapa kotak kue, moci dan geco (sejenis makanan yang serupa dengan ketoprak dengan dominan toge dan tauco.
"Tapi maaf ya keburu dingin, abis keseruan ngobrol sih".
"Lahhh sikaaaattttt".
Setelah selesai nyemil, mereka kembali melanjutkan perbincangan yang tadi terpotong.
"Oh ya, besok pagi aku harus pulang lagi". ucap Novita
"Loh, kenapa?".
"Aku cuma di kasih ijin 2 hari sama mama aku".
"Terus kamu pulang naik apa?"
"Ya... Di anterin Virzha, he".
"Aiissshhhh" Aliana menggoda
***
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 05:00, Aliana membangun kan Novita untuk bersiap-siap. Sementara dia ke dapur membuat sarapan pagi.
"Al...!!". Teriak buk Mufi
"Iya, ma? aku di dapur, nih".
"Ada Virzha nungguin tuh di luar?"
"Lahhh... Baru juga jam 7 udah Dateng".
Lalu Aliana mematikan kompor nya dan menemui Virzha.
"Ya ampun Zha, baru juga jam 7. Baru selesai masak, loh... Ini". Dumal Aliana
"Biar gak terlalu siangan". jawab Virzha
"Ya kan Novita juga belum selesai, mana belum sarapan juga".
"Yaudah suruh makan dulu aja!" seru Virzha.
"Ahhhh... Elahhh".
Lalu Aliana dengan segera menyiapkan sarapan di meja dan menyuruh Novita untuk sarapan terlebih dahulu.
"Ihhhh ... gak usah Al, udah siang soalnya".
"Ayok, makan dulu...!!"
Tak enak hati Novita pun menerima ajakan Aliana.
***
Setelah selesai makan, Novita langsung bergegas untuk pulang.
Aliana mengantarkan sampai depan rumah.
"Hati-hati ya jangan ngebut-ngebut!! Anak orang, tuh". Ledek Aliana.
"Siaapp buk bos!!". balas Virzha.
Sementara Novita hanya nyengir menanggapi bualan kedua teman nya itu.
__ADS_1