Sang Penoreh Rindu

Sang Penoreh Rindu
Cemburu buta


__ADS_3

Tak lupa Virzha memberi tahu juga teman-teman nya tentang kehamilan Aliana. Membuat teman-teman nya (kecuali Novita) ingin datang menengok.


Dan benar saja, setelah beberapa hari kemudian. Hakim datang duluan dikarenakan paling jauh, jadi satu hari lebih awal datang dari jadwal kedatangan yang nya, agar bisa menginap terlebih dahulu.


"Kirain bercanda kalo mau datang lebih awal". ucap Aliana


"Hehe yakan jauh kalo harus hari H nya, ini kan pergi nya dari tempat kerja. Itung-itung minta cuti lah liburan". jelas Hakim


"Yaudah, kalo gitu aku siapin dulu minuman". ucap Aliana


Kebetulan, di rumah cuma ada Aliana sendiri. Sementara Virzha lagi pergi keluar.


****


Virzha yang baru sampai dan memarkir kan motor nya di luar, sedikit penasaran dengan suara laki-laki yang berada di dalam rumah.


Dengan cepat ia berjalan untuk masuk, kemudian membuka pintunya dengan keras


Bukkkkk... hal itu membuat hakim dan Aliana di dalam kaget.


Begitu juga Virzha yang kedapatan istrinya sedang berduaan dengan laki-laki lain di dalam rumah, meskipun tidak melakukan apa-apa dengan duduk yang berjarak. Tapi hal itu membuat Virzha tersurut emosi.


"Kamu gak denger aku pulang?". ucap Virzha dengan nada yang cukup tinggi.


"Ehhh... Mas Bro, udah sampe". sapa Hakim yang juga merasa sedikit gak enak hati.


Lalu Virzha menghampiri nya dan mereka bersalaman.


Virzha dan Hakim berbincang seru, sementara itu sikap nya ke Aliana sedikit dingin.


Aliana yang mengerti jika suaminya itu sedang marah padanya, tak berani bertanya di karenakan takut menjadi pertikaian sementara ada orang lain di rumah nya saat ini, membuat dia memilih untuk diam dulu.

__ADS_1


Di malam hari kemudian, di dalam kamar. Virzha tidur duluan tanpa menegur istri nya sedikit pun, hal itu membuat Aliana semakin tak enak hati.


Di tengah-tengah keterjagaan Virzha, Aliana masih membuka matanya. Dia tak bisa tidur sebab memikirkan sikap suaminya seharian ini. Terbesit di benak nya, kesalahan apa yang sudah dia perbuat.


Dia terus bercambuk dengan pikiran nya sampai tak terasi hari mendekati waktu subuh, dan dia masih belum juga tidur.


***


Di pagi hari nya, Aliana bersiap-siap untuk memasak di dapur. Lalu datanglah Virzha untuk membuat kopi.


Melihat suaminya yang belum juga mau berbicara atau sekedar menyapa, membuat Aliana ragu untuk menawarkan diri membuat kan kopi.


Ia kembali berkutat saja dengan pekerjaan nya.


Sementara itu dari depan rumah terdengar mobil yang parkir dan suara gaduh. Ketika di lihat, ternyata mereka sudah datang, Hanya ada bella dan suaminya.


"Novita gak ikut?". tanya Hakim


"Ohhh padahal jarang-jarang kan bisa kumpul gini". timpal Virzha.


"Iya, nih". jawab Bella


"Ohhh.. hai bumil, gimana kabar nya". perhatian Bella uang yang teralih pada Aliana.


"A..aku baik". jawab Aliana ragu-ragu.


"Kalo gitu aku balik dulu ya kedapur". lanjutnya lalu pergi.


Melihat sikap Aliana membuat Virzha sedikit merasa bersalah, tapi dia tetap dengan egonya.


Hingga setelah selesai memasak, Aliana menyiapkan semuanya sendiri di atas meja makan. Lalu mengajak semuanya untuk sarapan.

__ADS_1


"Ayo semuanya, kita sarapan dulu!". seru Aliana lembut


"Wahhhh enak nih". celoteh Hakim yang sudah tidak sungkan hal itu membuat Virzha sedikit mengernyitkan dahinya.


"Iya... Mari semuanya". ucap Virzha.


Mereka pun pergi ke meja makan untuk sarapan bersama.


***


Setelah selesai sarapan, semuanya kembali ke ruang keluarga, dikarenakan di rumah Virzha tidak ada ruang tamu khusus.


Mereka juga kembali berbincang seru.


"Lah... Gak seru ya gak semuanya hadir". ucap Hakim


"Iya nih, jadi kurang rame". timpal Bella.


Tak terasa hari pun mulai sore, semua berpamitan untuk pulang, termasuk Hakim.


"Ya ampun makasih ya, udah mau Dateng kerumah". ucap Aliana mencoba ceria.


"Iya, Al". ucap Bella


"Kamu jaga baik-baik ya tubuh kamu. Harus banyak makan biar kuat!" tambah nya.


"Iya terimakasih".


"Yaudah kami pamit ya...!!".


Dan mereka pun masuk ke dalam mobil Bella, lalu berangkat pergi.

__ADS_1


__ADS_2