Sang Penoreh Rindu

Sang Penoreh Rindu
Sang penoreh rindu


__ADS_3

Kandungan Aliana kini semakin membesar, membuat nya mudah lelah melakukan pekerjaan rumah. Bahkan dalam melayani suaminya yang sudah berkurang.


Hal itu membuat Virzha merasa Aliana berubah dan tidak lagi melayaninya dengan baik seperti dulu, sehingga membuat dia jadi jarang di rumah.


Bahkan ketika tidur, mereka sudah tidak lagi berpelukan atau sekedar saling berhadapan seperti dulu. Hal sama juga di rasakan oleh Aliana, dia merasa suaminya tidak seromantis dulu, yang sebentar-sebentar selalu mencium dan memeluknya.


Apa karena sekarang dia sudah tidak semenarik dulu dan sudah lama tidak memberikan Virzha jatah batin, pikir Aliana.


Sampai pada beberapa malam terakhir, gelagat Virzha membuat Aliana curiga. Dia sering keluar dari kamar di tengah malam, dan sering kedapatan tersenyum saat memainkan handphone nya.


Kemudian pada paginya, dia akan melamun.


Hal itu selalu saja terulang.


Ntah memikirkan apa, namun yang pasti seperti seorang yang sedang gundah gulana.


***


Dipagi itu, handphone Virzha terus berdering, ada beberapa panggilan yang sudah terlewatkan. sehingga Aliana memberanikan diri untuk mengangkat nya sebab takut itu adalah panggilan penting. Namun pada saat ia menempelkan handphone itu pada telinga nya, Aliana mendengar suara wanita dengan nada bicara yang manja.


"Ayahhh.. kangen!"


Deg... perlahan hati nya mulai berdegup kencang, Aliana mematung dan tidak memberi jawaban.


"Ayahhh.. ayahhh... Ayaaahhhhhh... Jawab!". Teriak nya manja.


"Ayah?".


Masih tidak ada jawaban dari Aliana, sementara wanita itu masih berpikir, kalo yang mengangkat panggilan nya adalah Virzha.


"Ayahhh kok, diam?".


"Aku tau, tidak mungkin kita kembali kayak waktu dulu, tapi.. aku tidak bisa melupakan kamu, ayah!! aku udah coba, sulit buat bangun dari mimpi indah itu". lanjut nya lirih


Mendengar itu, Aliana memutuskan panggilan.


Mungkin ini yang membuat suaminya belakang ini berubah.


Dia mencari perhatian dari masa lalunya, karena Aliana kurang memanjakan nya beberapa waktu ini. Atau mungkin karena tubuh nya yang sudah mengembang sehingga tidak menarik lagi. Begitu banyak pertanyaan yang mencerca dalam benak nya itu, tapi dia memilih untuk diam dan mencoba bersikap seperti biasa.


Dia tidak mau suaminya curiga, sehingga dia menghapus log panggilan dari wanita itu.


***


Virzha semakin getol dengan handphone nya. Dia selalu menghindar setiap kali istrinya mencoba mendekati. Namun Aliana berusaha menjaga sikap seolah tidak tau apa-apa.


Namun tak dapat di pungkiri hati nya merasa perih, Aliana menyadari jika dia mulai mencintai suaminya.

__ADS_1


Sehingga dalam setiap sujud nya kini ia berdoa agar rumah tangga nya selalu dilindungi.


"Ya Tuhan.. lembut kan hati suamiku, simpan lah kecintaan di hatinya hanya pada diriku, dan jagalah rumah tangga kecil kami dari segala cobaan yang akan menghancurkan nya, Aamiin". lirih Aliana dalam doanya.


___ **


Aliana keluar dari tempat sembahyang dengan mata sembab. Virzha yang melihat itupun mencoba untuk menghampiri nya.


"Sayang kamu, kenapa?".


"Kamu habis nangis?". Tanya Virzha sembari membelai pipi bulat Aliana.


Aliana menggelengkan kepalanya kemudian berlalu dari hadapan suaminya itu. Hal itu membuat Virzha merasakan keanehan pada diri istrinya.


Hingga saat malam tiba, ketika Aliana sedang terlelap tidur. Ntah kenapa untuk pertama kali dari sejak beberapa minggu terakhir, tiba-tiba Virzha memeluk tubuh nya dengan erat.


"Aku minta maaf, ya". ucap Virzha tiba-tiba.


"Maksud kamu?". Aliana bingung


"Kamu, kemarin angkat telepon dari Yurita, ya?".


Deg.. wajah Aliana memucat, ia takut suaminya akan marah.


"Kok kamu diam?".


"Maaf, aku udah gak sopan angkat telepon sembarangan". ucap nya takut.


"Dia mantan aku". jelasnya


"Ohhh...". jawab Aliana singkat


"Kamu gak marah?". tanya Virzha.


"Kenapa harus marah?". balas Aliana yang sebenarnya sedang menahan rasa cemburu.


"Tapi kalo bisa, kamu jangan terlalu intim dengan dia!!". seru Aliana.


"Kamu marah, ya?". tanya Virzha


"Kalo aku marah, apa ada perbedaan dari diri aku beberapa waktu ini?. Perhatian aku yang berkurang, atau cara ku melayani kamu berubah?".


"Nggak sih?". jawab Virzha


"Ya, memang.. aku cemburu, Aku kaui itu. Tapi aku sadar, sebelum aku marah-marah kayak istri lain. Aku mau lihat dulu perlakuan kamu ke aku, sayang nya kamu ke aku, perjuangan kamu buat hidup sama aku, selagi gak ada masalah dan tanggung jawab kamu ke aku, ya ngapain aku harus marah ketika kamu deket sama cewek lain, yang penting ada batasan nya. Apa lagi aku tau, siapa yang duluan menggoda, selagi bukan suami aku yang mulai dan selagi suami aku bisa nahan diri dan hatinya, aku no problem with there".


Mendengar itu Virzha terenyuh, ia memeluk Aliana seraya bersyukur.

__ADS_1


"Makasih ya".


"Cuman saran aku, kamu jangan terlalu Deket dam baik sama dia, karena bagaimanapun dia masih ada hati sama kamu."


"Dan secara tidak langsung dia bakalan berpikir kalo kamu masih ngasih harapan sama dia". lanjut Aliana


"Iya, sayang".


***


Yurita terus berusaha untuk menghubungi Virzha,


Sementara Virzha sudah jarang membalas nya kecuali jika masalah pekerjaan, hal itu membuat Yunita kesal.


"Kamu ko berubah sih, ayah"


"Ayah aku kangen"


Isi pesan singkat itu.


"Apaan sih, ayah.. ayah...". Balas Virzha


"Ini siapa?, Ini istrinya ya?".


"Maaf aku gak maksud buat kamu dan istri kamu bertengkar"


"Bukan, ini aku Virzha"


"Beneran ini Virzha"


"Iya"


"sekali lagi maaf ya".


"Santai aja"


"Tapi aku beneran kangen, aku kangen kita waktu dulu"


"Sama aku juga kangen sih, nanti kalo pulang kita ketemu".


"Beneran, ayah? Ehhh kebiasaan"


"Apaan... Iya beneran".


"Istri kamu ada gak?"


"Ada, emang kenapa?".

__ADS_1


"Kalo lagi ada istri kamu, kamu ngomong ya biar aku bisa jaga sikap". seru Yurita


"oke". balas Virzha


__ADS_2