School Life

School Life
BAB 11 : SIMPATI


__ADS_3

Pasti kita setiap manusia pernah dong merasakan yang namanya simpati sama orang namun gak semua orang bisa di ajak bersimpati . namun mereka yang tidak pantas di simpatiin malah memilik keperibadian lain yang lebih rapuh dari pada keperibadian aslinya .


di likungan sekolah kita tak bisa menilai seorang siswa hanya dari penampilan luarnya saja . pasti ada alasan dari setiap perbuatan . saat seorang siswa mempunyai sifat yang kurang baik ada pemicu dan alasan di baliknya . walau ia mengatakan itu memang sifat asli nya . semua orang di lahirkan dengan semua sifat baik yang tuhan berikan .


Namun keadaan lingkungan lah yang mempengaruhi perubahan sifat dan perilakunya . kita tidak bisa membenci ataupun menghujat orang itu hanya karena keperibadian dan tingkah lakunya . bisa saja ia melakukan itu untuk suatu alasan yang tidak bisa ia katakan pada publik . semua orang punya kisah masa lalu mereka masing masing dan itu akan menjadi penentu seperti apa ia saat dalam keadaan di depan publik dengan segala hiruk piruk kekejamaan yang tiada batas .


kita hidup dengan teknologi yang semakin berkembang , infromasi dapat di akses dengan mudah dan tak tersaring kita sudah tidak bisa meneliti apakah informasi itu benar atau tidak . terkadang apa yang kita lihat dengan mata itu belum tentu sama dengan apa yang sebenarnya terjadi .


 


bel masukaan berbunyi semua murid bergegas masuk ke dalam kelas masing masing . seorang siswa baru dengan segala kemewahan yang melekat padanya . dengan santai berjalan di antara koridor yang sepi , entah apa yang sedang di pikirkannya sampai ia santai walau tau jam pelajaran sudah akan di mulai . dari dalam kelas banyak siswa maupun siswi yang memandangnya sinis dan ada juga beberapa siswi yang memandangnya penuh kagum .


Namanya rafa orlando di panggil rafa dia anak pindahan dari suatu kota yang lumayan besar , katanya sih dia pindah karena pekerjaan ayahnya yang mengharuskannya ikut menetap . ia anak baru yang baru sebulan di bersekolah tapi banyak para siswi yang mengagumi dirinya , karena banyak nya orang yang menyukainya dan juga sifatnya yang agak sombong , suka kerja sendiri dan agak cuek sama orang membuat banyak siswa dan guru yang tidak suka dengannya .


 


bagi dia semua itu dia lakukan karena ia tidak ingin di injak injak karena dia anak baru ,ia kan membuktikan ia bisa menjadi yang terbaik walau dia anak baru . ia memang jarang berkomunikasi denga teman temannya bisa di bilang akrab namun tidak dekat . ia masih beradaptasi ia tidak bisa menerima begitu aja teman teman baru nya , ia masih mengenang semua yang lama .


sebulan sudah dia di sekolah barunya , membuat rafa tau betul banyak murid yang menyukai dan banyak juga murid yang menbenci dirinya . membenci penampilannya , sifat nya dan berbagai hal tentang dirinya . ia sadar betul ia bersikap angkuh di depan orang yang tidak ia kenal namun ego nya mengatakan itu semua agar ia di pandang dan dihormati .


rafa berjalan melewati koridor yang sepi ia berpapasan dengan dua siswa yang sepertinya terlambat masuk . siapa lagi kalau bukan ren dan hiro . ren sang brandal sekolah dan hiro murid pindahan mantan brandal . hiro dan ren berlari bersama dengan ren yang menarik belakang jas hiro sambil terengah engah . hampir saja ren menabrak rafa jika sama hiro tidak refleks menarik teman brandal nya itu untuk menghindari rafa .


hiro dan ren langsung masuk ke dalam kelas tanpa mempedulikan tatapan tidak suka rafa yang terlihat jelas . rafa tidak suka dengan anak brandal yang menganggu ketertiban sekolah termasuk ren dan hiro ia akan berbicara kepada guru konseling untuk mengurangi point nilai mereka karena terlambat .


 


bel istirahat berbunyi , betapa kagetnya ren dan hiro juga murid murid sekelas ren . wali kelas mereka mengatakan bahwa guru konseling menggurangi point nilai ren dan hiro karena terlambat. hiro menampilakan wajah datarnya seolah olah ia tidak peduli sama sekali . hiro melirik ren yang terlihat menahan amarah nya , kali ini hiro benar harus melakukan hal lucu yang sangat ia benci sejak dulu jika tidak bisa bisa ren bakal buat anak orang keakhirat sebelum waktunya .


baru saja hiro ingin mengatakan hal konyol ren sudah tertawa duluan . hiro terkadang tidak mengerti dengan sikap teman brandalannya satu ini . perubahan mood ren memang sangat cepat namun baru kali ini ia melihat ren bisa meredam amarah nya sendiri .



" ayo ke kantin seperti otak mu perlu asupan makanan " ucap hiro datar


" yah seperti begitu , otak ku butuh sesuatu yang bisa menahan gunung meletus yang akan meledak ini " ucap ren dengan suara penuh amarah tertahan


" diakan anak baru , dia belum tau kau siapa jadi maafkanlah kali ini saja . kau mau nilaimu berkurang lagi karena memukul anak dari seorang pejabat hah ?! " sarkas hiro

__ADS_1



" heisssss iya iya , sudah ayo ke kantin aku lapar " ucap ren sambil mengacak ngacak rambutnya gusar



setelah sesi makan siang dan menjernihkan pikiran dari segala emosi yang akan meledak sewaktu waktu , hiro dan ren kembali ke kelas mereka masing masing . baru saja ren dan hiro sampai , mereka sudah mendengar perdebatan antara dua siswi dan tokoh yang di perdebatkan itu adalah orang yang dengan beraninya membuat ren marah di siang yang cerah .


" tadi kan aku bertemu dengan dia di kantin terus dia natap aku sinis banget , iss sok angkuh betul kalau gak kaena jabatan bapaknya bukan apa apa dia tuh " ucap salah satu siswi degan emosi


" engak tuh baik tau , kemarin aku di tolongin sama dia di perpustakaan " ucap siswi satu nya .



" alah palingan itu cuma modusnya sia ajah. cari muka di depan fansnya " ucap siswi lainnya tak kalah sarkas


ren hanya menggelengkan kepalanya mendengar para siswi sibuk mendebatkan perilaku siswa baru menyebalkan itu . mendengarkan namanya saja ren tidak sudi , orang yang berani dengan mudah melaporkan seorang brandalan sekolah . punya nyali setinggi langit dia membuat ren naik darah siang siang .


hari yang tadi nya siang kini berubah menjadi soren yang akan menjelang malam . bel pulangan berbunyi, semua siswi berhambur keluar kelas mereka masing masing . ren merengangkan tulang tulangnya yang kram akibat memperhatikan guru dan ia juga ngatuk karena tidak dapat kesempatan tidur di kelas.




" ngapain tun anak kambeng di situ bikin kesel ku bangkit ajah " ucap ren kesel


" samperin yok "ucap hiro sambil menarik tangan ren .


dengan engan ren beridiri di sebelah rafa yang sedang duduk di ayunan sedangkan hiro sudah duduk manis di atas ayunan sebelah rafa . rafa tampak kaget tiba tiba sudah ada dua brandal yang paling ia benci di sekolah .



" ngapain kalian di sini hah ? " tanya rafa dengan ketus



" harusnya kita nanyak kayak gitu bodoh " ucap ren emosi

__ADS_1



" ren jaga mulutmu saat berbicara" ucap hiro dengan datar



" aku ada pertanyaan buat kamu , kenapa sih kmu tuh selalu sinisin orang di sekolah kamu gak tau sikap mu yang sombong dan sok angkuh itu bikin semua murid benci sama kmh tau " ucap ren dengan segala penekanan di setiap kalimatnya



" karena ini lingkungan baru aku baru pindah . aku takut mereka bakal ngerndahin aku karena aku anak baru dan ayah bilang mending bersikao dingin dari pada di jelek jelekin teman baru . aku tidak bisa langsung dekat dengan seseorang . itu terjadi begitu saja . aku hanya ingin mereka mengakui siapa aku dan menghormati ku di sekolah " ucap fara



" jika kau ingin di hargai maka hargailah mereka , mereka juga punya perasaan . terkadang gak sumua hal harus kau yang melakukan semua orang di tunjuk denga tugas mereka masing dengan keputasan yang telah mereka ambil . kau tidak boleh egois dengan tidak mendengarkan pendapat teman mu dan malah berkerja sendiri . jika kau ingin di hormati maka hormatilah mereka " ucap ren panjang lebar



" baru kali ini aku dengar sorang brandal yang suka bikin babak belur anak orang berkata bijak " ucap hiro sambil tersenyum tipis



" kau pikir aku apa aku juga punya hati nurani kali " ucap ren sambil menjabak rambut hiro



" awww , iya iya isss jauhkan tanganmu dari rambut ku " ucap hiro marah



" hehehe maaf , sudah semakin malam kau harus pulang dan aku juga harus berkerja dengannya , kami duluan bye " ucap ren sambil merangkul hiro



" bye " ucap rafa pelan


__ADS_1


terkadang apa yang kita lihat belum tentu itu yang ada di dalam hatinya . setiap perbuatan pasti ada alasan di baliknya jadi jangan berprasangka buru dan menjugge sifat ataupun penampilan orang oke ! sampai jumpa di epsode selanjutnya bye .


__ADS_2