
SMA X di malam hari terlihat sangat sunyi dan gelap. Hanya cahaya bulan
saja yang terpantulkan. Seseorang siswa perempuan tengah membaca sebuah buku.
Siswa ini selalu saja pulang larut malam. Buku yang dia baca tidak akan pernah
habis. Namun hal yang menarik adalah bagaimana siswa perempuan tersebut bisa
masuk ke dalam sekolahan.
Di sampul bukunya terpampang nama Clara. Semua yang dia baca adalah buku
tentang sejarah. Satu per satu dia catat sebagai bahan ujian atau sebagai bahan
blog. Bermodalkan senter saja sudah lebih dari cukup untuk menerangi apa yang
dia baca.
Dibalik rak buku dibelakangnya terdapat sebuah bayangan yang lewat dengan
cepat. Clara cepat – cepat menoleh kebelakang. Namun tidak ada seseorang pun.
Ia kemudian melanjutkan membacanya. Tiba – tiba saja ada buku yang terjatuh
dari raknya yang tepat berada di depan Clara.
“Siapa disana?”
Tidak ada yang menjawab. Clara kemudian berdiri dan berjalan menuju buku
yang terjatuh. Ia kemudian mengambilnya dan kemudian…
***
Keesokannya dihadirkan sebuah berita yang sangat heboh, sekolah ini
kembali dikutuk. Berita tersebut terpampang di mading.
Lisa tengah duduk di ruangan jurnalis sambil memikirkan sesuatu. Terdapat
sebuah kertas dihadapannya. Berisikan kejadian supranatural, sekali lagi sebuah
misteri yang tidak masuk akal terjadi. Pertanyaan yang selalu saja terlintas di
kepalanya adalah apakah kutukan dua tahun yang lalu ada.
Seseorang kemudian mengetuk pintu. “Silahkan masuk.”
Pintu tersebut terbuka, Taki dan Sayaka lah yang telah mengetuk pintu tersebut.
Sebelumnya mereka berdua mendapatkan permintaan dari Lisa untuk memecahkan
kasus ini. Sebelumnya memang Taki telah memecahkan kasus yang misterius.
“Jadi, tujuanku kesini hanya untuk membahas hal konyol?” tanya Taki.
__ADS_1
“Itu bukan hal konyol. Siswa yang bernama Clara itu memang benar – benar
syok. Saat ini dia tengah menjalankan terapi.” Jawab Lisa sambil melipat kedua
tangannya dan menyilangkan kakinya.
“Kapan kejadian ini terjadi?” tanya Taki.
“Kemarin malam.”
“Apa yang dia lakukan semalam?,” tanya Taki sambil mengeluarkan ponselnya.
Ia pun mulai memiliki aplikasi recording
voice di ponselnya dan meletakkan diatas meja.
“Dia hanya belajar saja, di perpustakaan. Kau tahu dia baru saja ditemukan
tadi pagi dan untungnya saja dia masih hidup. Dia pingsan. Untuk kejadian
pastinya makhluk tersebut muncul ketika Clara berusaha mengambil buku yang
tergeletak di lantai.”
“Buku jatuh?”
“Iya,”
“Ada lagi, yang mencurigakan?” tanya Taki sekali lagi.
“Apa yang dia katakan?”
“Kutukan itu sudah dimulai, mereka akan mengutuk seluruh siswa di SMA X,
kurang lebih seperti itu.”
Seketika ruangan mulai hening. Suasana mulai mencekam, Taki mengambil
ponselnya dan mengakhiri rekaman. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari
mulut Taki. Wajah Sayaka pun mulai memucat setelah mendengar kalimat yang baru
saja diucapkan oleh Lisa.
Taki pun memilih menyandar di kursinya dan menutup kedua matanya dengan
satu tangan. Kepalanya menghadap ke langit – langit. Kedua siswa tersebut
melihat Taki yang hanya terdiam saja sambil mendongakkan kepalanya. Dia
kemudian mulai membuka mulutnya.
“Bagaimana, yang melakukan hal ini adalah siswa?”
“Eh…”
__ADS_1
“Iya, ini adalah kelakuan siswa yang iseng,” lanjut Taki.
“Bagaimana kamu mengetahuinya kalau hal ini adalah kelakuan siswa?” tanya
Lisa.
“Pada dasarnya aku tidak terlalu percaya pada hal yang mistis seperti ini,
semua hanya dibuktikan pada fakta saja.”
“Jika kau tidak percaya, aku memiliki satu buku yang biasa disebut oleh
siswa SMA X adalah ‘Pandora Box’”
Pandora Box atau dikenal sebagai kotak pandora adalah sebuah kotak yang
dimana isinya berisi hal – hal yang negatif. Jika kotak tersebut terbuka, maka
hal – hal buruk banyak yang bermunculan.
“Buku ini berisi tentang legenda dan sejarah kelam sekolah ini, tapi lebih
tepatnya legenda. Karena aku tidak mengetahui faktanya.” Lanjut Lisa.
Taki mulai membuka buku tersebut. Buku tersebut hanyalah buku tebal yang
sudah kusam dan kertasnya pun mulai menguning karena saking tuanya. Di dalamnya
hanyalah isi sebuah catatan – catatan tentang SMA X. Yang dimana dimulai pada
awal sekolah ini berdiri.
Taki kemudian mencari halaman tentang kutukan sekolah SMA X. Setelah
sekian membolak – balikkan lembaran, Taki kemudian menemukannya. Ia kemudian
membaca sebuah kalimat “Kutukan pada tahun 19** baru saja dimulai. Kejadian ini
telah menghantui seluruh siswa SMA X. Salah satu cara untuk mengakhiri ritual
tersebut adalah dengan menemukan pelaku yang membuka kotak pandora tersebut dan
melakukan ritual kepada pelaku.” Sangat mistis sekali. Seharusnya terdapat
segel yang telah membuka kotak pandora tersebut. Segelnya telah terbuka.
Pikiran Taki mulai menemukan benang merah dari masalah ini.
“Dimana halaman yang disegel?” tanya Taki.
“Halaman disegel?” tanya Lisa. “Kalau tidak salah halaman tersebut telah
di robek dan entah diletakkan dimana, tujuannya adalah agar tidak ada lagi yang
membaca mantra dari halaman tersebut.”
__ADS_1
“Intinya kita harus mencari pelakunya…”