School Life

School Life
BAB 12 : ULANGAN LAGI


__ADS_3

Ren mengusak rambutnya dengan gusar , banyak pelajaran yang harus ia pelajari sekaligus dalam waktu seminggu walau ia cerdas tapi otaknya tidak bisa berkerja dengan sangat keras secara tiba tiba . hiro yang melihat ren frustasi dengan tugas tugas dan juga buku buku tebal di depannya , hiro tau pasti sangat sulit untuk ren belajar di saat ia sudah melupakan apa itu belajar .


 


" ahhhh rasanya ini tidak mungkin " ucap ren sambil menelungkupkan kepalanya


" kau saja yang malas buktinya dulu kau bisa dapat seratus di semua mata pelajaran walau kau ikut aku membolos " ucap hiro datar namun tegas


" aku tauu tapi , ah lupakan " ucap ren pelan


seperti biasa setiap minggu sekolah akan mengadakan ulangan untuk melihat potensi murid dalam memahami pelajaran . hari ini para murid harus kembali menghadapi test atau ulangan sekolah yang tiada habisnya yang menentukan kasta posisi seorang murid di lingkungan sekolahnya .


baru kali ini ren merasa tidak tenang saat ulangan akan di mulai biasanya ia akan bersikap tidak peduli tapi kali ini ia merasa masa lalu nya di putar ulang. dia yang ulangan bersama hiro lalu ia melihat hiro terluka semua terjadi begitu cepat seandainya ia tak ikut hiro berkelahi ia takakaan melihat hiro terluka parah di depannya .


tanpa sadar tangan ren gemetaran , hiro melirik ren yang menunduk dengan tangan yang gemetar hebat . hiro menggeluarkan hpnya dari saku celanannya lalu menggirimkam sebuah pesan suara ke nomor ren lalu kembali memasukaan hpnya ke dalam sakunya . tak berapa ren merasakan hpnya bergetar lalu ia menggeluarkan hpnya dari dalam saku celananya . ia melihat sebuah sms masuk .


" hiro ? " batin ren


 


isi sms :

__ADS_1


" kamu tetap ren yang hebat ren yang bisa dapat nilai seratus bahkan setelah aku terluka . aku percaya padamu kasih aku nilai seratus yang dulu kau banggakan itu "


" aku gak tau hiro , aku bukan aku yang dulu " batin ren bimbang


akhirnya guru pengawas datang dan langsung membagikan soal ulangan yang akan di kerjakaan . semua murid mulai menggerjakan soal mereka dengan serius . ren membaca soal dengan hati hati , otak cerdas ren berkerja ia tau jawabannya hampir semua soal hanya beberapa soal yang ia bingung namun bisa ia atasi dengan baik


hiro tau ren bisa hanya saja ia terlalu bersikap santai . ren terlalu bersalah akan dirinya sendiri itu menyebabkan ren tidak fokus dan mendapatkan nilai jelek di setiap ujian sekolah . bel tanda berkahirnya waktu menggerjakan pun berbunyi , dengan tertib siswa dan siswi maju ke meja guru dan menggumpulkan soal dan kertas jawaban mereka .


ren mengghela nafas , lagi lagi keragguan itu datang lagi . ia adalah siswa nakal dan dipandang sebelah mata oleh guru , ia ragu gurunya akan menerima hasil ulangannya tanpa cemooh atau pun sindirian untuk dirinya . ia menghela nafas lalu memasukaan kertasnya hasil jawabannya ke dalam laci dan berniat untuk menggumpulkan soalnya saja .


 


bel tanda istirahat berbunyi , semua murid berhambur keluar kelas . koridor kelas kembali ramai oleh hiruk piruk siswa dan siswi yang ingin pergi kekantin sebagian mereka membicarakan hal yang sama yaitu betapa susah soal ulangannya . permasalahan yang selalu di bicarakan saat selesai ulangan oleh murid murid .


ren dan hiro berjalan ke arah kantin mereka hanya membeli beberapa snack dan minuman dingin . setelah itu mereka memakannya di atap gedung kelas sambil belajar materi pelajaran selanjutnya yang akan di ujikan . ren membolak balik bukunya , ia menutup matanya mengigat semua penjelasan , pengertian dan jawaban dari soal soal evalusi yang ada di buku nya .


ren menatap kesal hiro yang dengan santainya makan roti tanpa beban . ren tau hiro tak kalah pintarnya apalagi sejak dulu memang hiro memiliki kualitas nilai yang dapat di bilang sempurna walau ia sering membolos dan tauran . ren menghela nafas , ia menggambil sebotol air dingin lalu meminumnya hingga sisa setengah .


ren menyandarkan badannya di pagar pembatas , lalu ia membuka bungkus snack kripik yang ia beli tadi lalu memakannya sambil menatap langit yang sangat cerah . ren berfikir ia terlalu banyak tidur dan berkelahi hingga ia tak tau musim semi akan segara berganti ke musim panas , perjalanannya memang masih jauh namun musim akan dengan cepat berganti dan tahun demi tahun akan terlewat dengan cepat , itu pun kalau ia tidak berbuat nakal dengan membolos atau pun berkelahi .


lagi lagi ia mengehala nafas , ia melipat bungkusan kripik yang sudah kosong lalu ia meminum air dinginnya hingga habis tanpa sisa . ia mengalihkan padangannya ke arah sebelah nya . ia bisa melihat hiro memijat kakinya , ren melihat bekas luka jahitan panjang di kaki hiro , tiba tiba rasa bersalah itu kembali datang . rasa bersalah yang menusuk hati terdalamnya . menusuk segala kenangan masa lalunya , kenangan pertemanannya dengan hiro dulu .

__ADS_1


" wajah mu seperti mengasihani diriku padahal kau melihat ku hari itu tapi kau lari " ucap hiro datar sambil menatap kaki kirinya .


" maaf " ucap ren pelan


ren mengenggam erat bungkusan snacknya lalu menggambil botol kosong yang ada di sebelahnya lalu ia berdiri dan berjalan pergi meninggalkan hiro sendirian dengan beribu ribu penyesalan di dalam hatinya . ren berjalan menuruni tangga lalu berjalan cepat ke arah koridor , ia membuang sampah yang ia pegang di tempat sampah depan kelasnya . ren mendudukan badannya di kursinya , ia menggeluarkan hp dan handseatnya dari dalam saku celananya . ren memasang kedua handset itu di telinganya lalu menidurkan kepalanya dengan kedua tangannya sebagai bantalan .


tak lama bel masukaan berbunyi semua siswa dan siswi masuk ke dalam kelas mereka masing masing termasuk hiro . ia melirik ke arah ren yang tertidur di meja nya dengan handset menyubat telinganya . hiro menghela nafas lalu menarik mundur kursi dan mendudukinya . seorang guru perempuan datang membawa map yang berisi ketas soal dan jawaban . guru itu melihat ke arah semua murid melihat apakah semua siswa sudah hadir , mata nya tertuju pada ren yang masih tertidur , ia berjalan ke arah meja ren dan mengambil salah satu handset dari telinga ren seketika ren langsung terbangun .


" ah , maafkan saya bu saya ketiduran " ucap ren sambil memperbaiki rambutnya yang berantakan


ren menaruh hp dan handsetnya di tas lalu ia menggambil pensil dan pulpennya dari dalam laci mejanya . hiro melirik ke arah ren yang terlihat kusut dan lelah . guru itu pun mulai membagikan kertas soal dan jawaban ke pada setiap siswa dan siswi .



waktu berjalan dengan cepat , setiap dentingan jarum jam terasa sangat berat untuk di dengar , dengan segala kemampuan mereka menggerjakaan soal ujian itu dengan teliti . waktu menggerjakan akhirnya selesai , para murid dengan tertib menggumpulkan lembar soal dan jawab mereka di meja guru .


setelah guru keluar seperti biasa para murid membersihkan kelas terlebih dahulu . namun lagi lagi hiro pergi keluar kelas dan tidak ikut bersih bersih , ren juga tidak ikut bersih bersih . ia keluar bersamaan dengan guru keluar . entahlah ren hanya ingin mendinginkan kepala dan hatinya untuk sementara . ia butuh tidur dan juga kesendirian . dia sudah terbiasa dengan sunyi nya malam dan sekarang itu sebagai obat penenang baginya di saat ia marah ataupun sedih .


 


 

__ADS_1


__ADS_2