
setelah ujian sekolah selesai guru piket menempel hasil nilai keseluruhan ujian sekolah para muridnya . nama siswa akan di urutkan sesuai dengan peringat nilai ujian yang mereka dapatkankan .
perbedaan nilai membuat beberapa siswa mulai merasa putus asa , takut dan cemas di saat yang bersamaan . perbedaan nilai dan peringkat membuat pertemanan merengang dan semua berubah menjadi obesesi . obsesi seorang guru yang ingin muridnya mendapatkan nilai sempurna di mata pelajarannya seakan menutup mata tentang ketidakmampuan muridnya dan betapa lelah muridnya untuk mencoba mengerti .
perbedaan inilah yang membuat kasta kedudukan sosial murid di sekolah semakin terlihat . perbedaan yang berakhir dengan rasa iri tanpa batas . saat perbedaan itu ingin di lampaui maka murid harus rela melukai tangan dan jari mereka untuk tetap belajar .
rasa iri akan perbedaan nilai bisa saja menjadi motivasi namun bisa juga berakhir dengan suatu perbuatan yang menyakitkan . saat rasa sakit di pendam sendirian dengan senyuman palsu yang terlihat . bahkan para guru tak sekali pun memberikan solusi yang menyakinkan muridnya . mereka semua hanya berpusat pada nilai sempurna .
bel istirahat berbunyi semua siswa dan siswi bergegas keluar kelas mereka dan memenuhi koridor dan tangga . tujuan mereka hanya satu yaitu kantin sekolah dan lapangan bola . ren menutup buku catatannya lalu menaruh nya di laci . ren melihat tempat haru yang sudah kosong dan menghela nafas lalu berjalan keluar kelas .
" cepat kali lah dia pergi " batin ren heran .
saat ren berjalan di koridor menuju tangga turun banyak para siswa dan siswi yang dengan sengaja menyenggol ren dengan keras dan hanya menatap sinis ren . hanya karena nilai dan masa lalu kebencian tak dapat di hidari . ren berjalan menuruni tangga lalu berbelok menuju kantin dan kali ini ia tidak menerobos antrian lagi , ia ikut mengantri dengan tertib seperti murid lainnya .
__ADS_1
ren duduk di meja paling belakang , di depannya terdapat segerombol siswi tengah makan siang sambil bercanda gurau . ren memakan makanannya dalam diam kali ini ia tidak menemukan hiro di manapun . tiba tiba ren mendengar para siswi itu mulai berbisik bisik bahkan siswi lainnya yang ada di sebalah ren juga mulai berbisik bisik dan tentu saja itu menganggu ren namun ren berusaha untuk diam dan tidak peduli .
" kau tau ren mendapatkan pringkat lima lagi . bagaimana bisa seorang brandal macam dia dapat nilai bagus " bisik siswi satu
" mungkin kah ia menggunakan uang ayah untuk menyoggok sekolah " bisik siswi lainnya .
" eh tapi bukankah ayahnya juga tidak peduli padannya dan bukankah Nakyung berada di peringkat tiga mungkinkah ia mencotek nakyung dengan ancamannya " bisik siswi di belakang ren
saat berjalan melewati lorong yang lumayan ramai tiba tiba ren di tari ke dalam wc khusus laki laki . siswa itu menarik rambut ren lalu mendorong ren hingga terjatuh ke lantai lalu kembali menarik rambut ren dengan keras . ia tersenyum licik melihat ren sang brandal sekolah tidak melawan saat ini .
" kau hanya sampah di sekolah tapi kau mendapat meringkat lima besar jan kau kira kami percaya hah " ucap siswa itu sambil melepas jambakannya
siswa itu menginjak tangan ren hingga membiru . ren menahan teriakan kesakitaannya dan hanya bisa menatap marah ke arah siswa yang berani melawannya di dalam lingkungan sekolah . ren tidak bisa melawan kerena di dalam sekolah bagi ren ilmu takaakan sampai otak bila ia memukul orang di dalam sekolah .
" kau hanya sampah dan sampah tidak udah sok pandai karena ku hanya barang yang tak berguna " ucap siswa itu sinis .
__ADS_1
tiba tiba seseorang menendang kaki siswa itu menjauh dari telapak tanggan ren , orang itu adalah hiro . hiro menatap tajam siswa itu , hiro berjalan mendekati siswa itu . dengan tatapan sinis dan datar hiro seolah olah mengancam dan membuat siswa itu memundurkan badannya . siswa itu melangkah mundur maka hiro melangkah maju hingga siswa itu mepet dinding kamar mandi .
" jika kau berani menyentuh ren bahkan melukainya lagi akan ku pastikan kau mendapatkan yang lebih menyakitkan " bisik hiro di samping telinga siswa itu .
dengan ketakutan siswa itu langsung berlari pergi meninggalakan hiro dan ren di dalam kamar mandi . hiro membantu ren berdiri , ia melihat tangan ren yang terluka lalu menarik tangan itu dan melihat nya dengan serius .
" ini harus di obati , ayo ke uks aku obati di sana " ucap hiro sambil menarik ren keluar kamar mandi .
" hm " ucap ren
ren hanya diam membiarkan hiro mengobati tangannya yang terluka . hiro memperban telapak tangan ren lalu menaruh kembali kotak pt3k di tempatnya . hiro mentap ren lalu menghela nafas , sangat sulit menghibur ren jika sudah seperti ini .
" ayo ke atap saja aku tau kau masih kaget " ucap hiro sambil menarik tangan ren
sampailah hiro dan ren di atap gedung seolah . hiro merebahkan badannya di lantai dan menatap langit yang sangat cerah . ren mendudukan dirinya di sebalah hiro, pikirannya sangat kalut saat ini . ia takut , kaget dan sedih semua bercampur menjadi satu .
pada akhirnya ren dan hiro melewatkan dua jam pelajaran . hiro berdiri dari tidurnya lalu mengajak ren ke kelas . awalnya ren engan entahlah ia hanya takut bertemu teman temannya ia masih kaget . hiro menyakinkan ren bahwa ia akan melindungi ren saat di kelas nanti dan yah ren pun mau di ajak kembali ke kelas .
__ADS_1