School Life

School Life
BAB 7 : hasil ujian


__ADS_3

hari hari ujian sudah berlalu waktu nya membagian kertas nilai hasil ujian . walau sudah di tempel di mading para siswa tetap mendapatkan kertas nilai hasil ujian mereka selama seminggu kemarin .



wali kelas memangil nama siswa satu persatu untuk maju dan mendapatkan ketas nilai mereka. sebagian siswa tersenyum bangga melihat nilai mereka sebagian lagi menghela nafas kecewa . pak ito menghela nafas lalu memberikan beberapa nasehat untuk murid muridnya agar bisa lebih semangat belajarnya dan tidak putus asa .



fumika melihat nilai hasil ujiannya , ia mengehela nafas lega setidaknya ada perkembangan walau belum memuaskan . setiak nya sekarang nilai nya tujuh semua tidak ada angka enam dan lima lagi . aiko meliha kertas nilai fumika dan ia sedikit kaget dengan perkembangan nilai fumika .



" setiadak nya ada sedikit perkem bangan . semangatlah fumika " ucap aiko semangat



" kau benar dan terima kasih sudah membantu aku belajar aiko " ucap fumika sambil tersenyum .



dilain sisi hiro tersenyum senang nilai nya sama dengan ren , itu artinya dia dengan ren seri . ren menatap kertas nilai itu kosong , walau nilainya bagus tidak ada yang akan berubah nantinya . semua sudah berubah ren hanya ingin bebas . ia bahkan tidak tau mau kuliah dimana nantinya .



sekolah kembali belajar seperti biasa , semua siswa dan siswi dengan tenang dan serius memperhatikan guru yang tengah mengajar di depan . ren menulis penjelasan yang ada di papan tulis , ia memperhatikan setiap penjelasan guru nya di depan . materi kali ini sedikit sulit dan membutuhkan pemahaman lebih membuat kepala ren berdenyut menyakitkan .



bel istirahat berbunyi dengan keras , semua siwa dan siswi bergegas pergi keluar kelas . tujuan utama mereka semua adalah kantin , melepas beban pikiran pelajaran dan menikmati makan siang yang sudah di sediakan sekolah .



seperti biasanya sang berandal mengantri di belakang murid dengan peringkat nilai tertinggi mengabaikan tatapan tidak suka dari murid lainnya . ren berjalan menelusuri meja meja kantin hingga ia menemukan hiro di meja belakang . ren duduk di kursi depan hiro mengabaikan tatapan datar hiro padanya .



" kau tau masih banyak tempat kosong dan kau memilih duduk di depan ku , sebaiknya kau pergi " ucap hiro datar



" aisss angap saja ini sebuah kebetulan " ucap ren sambil menyedok nasi dan memakannya .



ren menyelesaikan makannya lebih dulu dan berdiri sebelum pergi ia menyuruh hiro naik ke atap gedung kelas setelah selesai makan . hiro hanya menatap ren datar lalu menganggu dan melanjutkan makannya . ren menaruh nampan makannya di dalam bak lalu menaruh sumpit dan sendoknya di tempat yang lebih kecil .



ren menatap datar siswa siswi yang menatap nya dengan tidak suka dan merendahkan . ia tahu tidak ada yang suka dengan brandal yang hanya bisa menjelekan nama sekolah . ren ingin keluar dari sekolah tapi ia takut ayah nya akan marah besar dan memukul nya hingga mati .

__ADS_1



ren menaiki tangga dan membuka pintu yang membatasi tangga dan atap gedung kelas . ia berjalan mendekati pagar pembatas lalu menghela nafas . ia memejamkan mata nya menikmati angin yang berhembus dan mengenai wajah nya. ren membuka mata nya saat mendengar suara pintu terbuka lalu ia berbalik melihat hiro yang ada di depan nya saat ini .



" ada apa ? " tanya hiro dengan datar



" kau memafkan ku hari itu jadi bisakah kita berteman kembali . aku ingin kau kembali percaya padaku " jawab ren dengan senyum tipisnya .



" aku akan coba beri aku waktu " ucap hiro dengan nada lebih bersahabat .



ren berbalik menghadap pemanda ngan sekolah nya dengan senyuman yang terukir di wajahnya . setidaknya ia bisa sedikit bernafas lega . hiro berjalan mendekati ren lalu menatap pemandagan sekolah yang lumayan asri .



" apa kau akan memberikan kertas nilai itu ke ayah mu seperti dulu ? " tanya hiro sambil melirik ren




hiro tau ren takut dengan ayahnya tapi hiro heran ren tetap saja menetang ayahnya dan terus saja tawuran dan berkelahi . hiro membalik badannya dan berjalan menuju pintu keluar , lalu ia berhenti dan berbalik . ia tersenyum tipis lalu menyuruh ren kembali ke kelas karena sebentar lagi jam istirahat selesai .



bagi para orang tua kadang mereka menutup mata dan seolah olah tidak melihat bagaimana anaknya belajar dengan keras dan hanya menuntut nilai tinggi tanpa tau bahwa anaknya lelah atau strees . bagi orang tua nilai terbaik akan membawa dapak baik pula untuk diri mereka dia mata masyarkat sekitarnya .



nilai ujian hanya angka yang di tulis dalam kertas dan tidak selamanya menentukan nasib seaeorang ke depannya . karena nasib seseorang di tentukan dari seberapa keras ia berjuang dan tidak menyerah pada keadaan .



bel pulangan berbunyi semua siswa dan siswi membersekan buku buku mereka dengan semangat tak lupa mereka membersihkan kelas terlebih dahulu lalu pulang .



setelah selesai bersih bersih kelas para murid keluar dari gedung kelas lalu berjalan keluar gerbang sekolah . aiko dan fumika berjalan bersama menuju tempat les mereka . ren merangkul hiro yang dengan pasrah di seret ren untuk pulang bersama kalau di pikir pikir rumah mereka memang satu arah .



hiro dan ren sampai di persimpangan jalan . hiro dan ren berbelok kearah yang berbeda tiba tiba hiro mengingat sesuatu dan berhenti berjalan lalu berbalik dan memangil ren . ren yang mendengar namanya di panggil pun berbalik .

__ADS_1



" jika ayahmu berkata kasar pada mu atau memukul mu berlarilah ke rumahku dan hati hati bye " ucap hiro dengan senyum tipisnya .



" umm tentu aku akan baik baik saja . terima kasih hiro " ucap ren sambil menunjukan senyum lebarnya hingga lesung pipinya terlihat jelas



mereka berdua tersenyum lalu berbalik dan berjalan ke arah rumah mereka masing masing . ren mendorong pagar rumahnya lalu berjalan masuk ke pekarangan rumahnya . awalnya ia ragu membuka pintu rumahnya , ia menghela nafasnya menyakinkan dirinya sendiri bahwa ayahnya akan bersikap tidak peduli seperti biasanya .



ren masuk kedalam rumah lalu melepaskan sepatunya dan memakai sendal rumah nya . ren berjalan menuju tangga saat akan naik tiba tiba bibi pembantu rumahnya datang mendekati dirinya .



" tuan sam ingin tuan datang ke ruang kerjanya sekarang " ucap bibi ity sambil menunduk



" ahhh baiklah , makasih bi " ucap ren sambil tesenyum tipis



ren berjalan menaiki tangga dan berbelok ke kanan berjalan dan berhenti di depan ruangan paling ujung dengan pintu bertuliskan jangan di gangu itu . ren menggetuk pintu pelan lalu membuka pintu dan berjalan masuk tak lupa ia menutup kembali pintu tersebut.



" kenapa ayah memanggilku ? " ucap ren datar


" mana kertas nilai ujian mu " ucap ayah ren tak kalah dingin



ren membuka tasnya lalu mengeluar kan selembar kertas dan menaruhnya di meja kerja ayahnya . setelah itu ren berbalik dan berjelan menedekati pintu keluar saat ia akan membuka pintu tiba tiba ayahnya berbicara dan membuat ren memegang erat gagang pintu itu .



" walau nilai mu bagus tapi kau tidak akan bisa dengan mudah masuk universitas dengan tingkah liar mu itu " ucap ayah ren dengan dingin



" apa peduli ayah " ucap ren datar



ren menutup pintu ruang kerja ayahnya , hatinya terasa campur aduk sekarang antara marah ,benci dan kecewa semua menjadi satu dan menjadi luka yang begitu menyesakkan . ren berjalan masuk ke dalam kamarnya , menggunci pintunya lalu melepas jas sekolah nya lalu merebahkan badannya di atas kasur empuknya . ia meringkuk di atas kasurnya menahan sesak di hatinya .

__ADS_1


__ADS_2