School Life

School Life
Episode 13: Artikel yang hilang (bagian 1)


__ADS_3

Hari masuk semester dua telah tiba, di hari pertama sebuah artikel banyak yang dipajang di mading. Taki membaca satu per satu kabar yang ada di mading tersebut.


“Sedang apa, kamu Taki?” tanya Sayaka yang tiba – tiba saja muncul dari sampingnya.


“Ah, tidak ada apa – apa kok. Aku hanya ingin membaca saja.”


“Begitu ya.”


Tiba – tiba Sayaka menemukan sebuah lembaran tertempel di mading tersebut yang bertuliskan Bagi yang merasa mencabut artikel disini segera mengakui dan kembalikan lembaran tersebut pada pihak jurnalistik.


“Taki, sebuah artikel hilang secara misterius.”


“Aku baru saja membacanya, tapi itu tidak menarik untukku.”


“Ini kasus yang langka.”


“Apa?”


“Iya, bagiku ini kasus yang langka. Kau tahu ini belum pernah terjadi sebelumnya, orang yang mencabut artikel secara bebas itu adalah hal yang memalukan bahkan bisa dibilang kurang kerjaan.”


“Kamu berusaha merayuku kan?” tanya Taki dengan raut wajah yang tiba – tiba saja berubah.


“Hehe, maaf.”


“Baiklah, aku akan menerima permintaan pacarku.”


Sayaka tiba – tiba saja tersenyum manis dihadapan Taki sehingga Taki mengalihkan pandangannya. Wajahnya memerah dan Sayaka pun tertawa saat melihat reaksi Taki. Sejak saat itu, mereka berdua akhirnya resmi berpacaran.


“Jadi kita mulai darimana?” tanya Taki.


“Hmm, kita bisa saja mulai dari jurnalistik, aku punya teman disana.”


Setibanya di ruangan jurnalistik.


“Jadi siapa teman mu ini?” tanya Taki.


Sayaka mengetuk pintu ruangan jurnalistik.


“Sebentar,”


Seseorang membuka pintu tersebut dari dalam. Dan ternyata yang muncul malah Lisa.


“Lisa?”


“Taki, Sayaka, mengapa kalian disini?” tanya Lisa.


“Jadi begini, tentang artikel yang hilang. Aku ingin bertanya padamu.”

__ADS_1


“Silahkan masuk!” jawab Lisa sambil mempersilahkan mereka berdua masuk.


Taki dan Sayaka pun masuk ke ruangan tersebut. Mereka kemudian dipersilahkan oleh Lisa untuk duduk.


“Jadi, ada apa kalian ke sini?” tanya Lisa yang tengah mengambil bangkunya.


“Ini mengenai artikel yang hilang itu,” jawab Taki.


“Oh, artikel itu ya, memang agak memalukan orang yang melakukannya.”


“Baiklah, mungkin ini akan memakan waktu beberapa bulan sebelum perlombaan dimulai. Kasus ini sedikit menarik perhatianku sejak membacanya di mading.”


“Itu kejadiannya kalau tidak salah sudah terjadi satu bulan yang lalu.” Jawab Lisa.


“Satu bulan yang lalu?” tanya Sayaka, “Bukannya pada saat itu siswa tersebut sedang libur?”


“Entahlah, sebenarnya artikel tersebut akan digunakan sebagai portofolio untuk perlengkapan OSIS dan juga sebagai bukti jika klub ini aktif.” Jawab Lisa. “Namun barusan saja tadi pagi sudah diperiksa ternyata artikel itu sudah hilang.”


“Baiklah, ini akan sedikit melelahkan. Tapi karena aku tertarik maka aku akan membantumu untuk mencari artikel mu.” Jawab Taki, “Ini baru pertama kalinya tugas klub Bahasa Jepang memecahkan kasus.”


“Kalian tidak bercanda kan?” tanya Lisa dengan tidak yakin.


“Tidak, kami sungguh serius. Kita akan membongkar siapa dalang pengambilan artikel tersebut.”


Mereka kemudian keluar dan berpamitan kepada Lisa.


“Taki, apa kamu yakin?”


***


Taki menunjukkan catatan yang harus ia lakukan. Begitu berantakan hingga Sayaka sulit menemukan benang merahnya.


“Jadi, yang harus kita lakukan adalah memeriksa mading setiap waktu?” tanya Sayaka.


“Iya itu benar,”


“Kamu mungkin sedikit kehilangan akal sehatmu, ada banyak mading di sekolah ini sekiranya ada tujuh mading, masing – masing lantai ada satu atau mungkin dua mading.”


“Perlombaan sudah sangat dekat.” Keluh Taki.


“Ini juga salah siapa mengambil kasus ini?”


“Mungkin ada beberapa petunjuk yang bisa diambil.”


Sayaka kemudian menghelakan nafasnya. “Taki, ada yang mengganjal di kepalaku. Bagaimana jika pelakunya adalah pihak kebersihan?, setiap mading yang berantakan pasti akan dibersihkan.”


“Kamu tahu darimana hal itu?” tanya Taki.

__ADS_1


“Aku pernah melihatnya, pihak kebersihan tersebut berasal dari para siswa, tentu saja ada orang dewasa yang mengawasi perilaku mereka.”


“Siapa yang membersih…” Taki tiba – tiba saja melihat orang tengah memeriksa mading yang tadi pagi ia lihat.


Taki dan Sayaka kemudian mengampiri orang tersebut yang merupakan siswa kelas dua.


“Permisi, kak, ada beberapa pertanyaan yang harus saya tanyakan kepada anda.” Pinta Taki.


***


Memilih untuk menggunakan tempat yang aman yang tidak terbuka. Kakak kelas tersebut menyetujui permintaan Taki dan Sayaka. Mereka pun diajak ke ruangan pihak kebersihan. Setibanya di ruangan tersebut, Taki dan Sayaka dipersilahkan duduk.


“Jadi, apa yang bisa saya bantu?” tanya kakak kelas tersebut.


“Ah, sebelumnya kami memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku Taki kelas 1 IPS. Dan Dia yang ada di sampingku adalah Sayaka. Kami dari kelas yang sama.


“Baiklah, namaku Yura, aku adalah ketua dari pihak kebersihan tahun ini. Jadi, apa yang ingin anda katakan?”


“Ini datang dari pihak Jurnalistik, kami ingin menolongnya. Mungkin ini akan berkaitan dengan artikel yang hilang,” jawab Taki. “Artikel itu digunakan untuk tugas portofolio ekstrakulikuler, jika artikel tersebut hilang maka seluruh anggota Jurnalistik akan terkena masalah.”


“Mengenai artikel itu, aku sudah mengetahuinya. Pihak jurnalistik juga menuduh kami yang telah merobek artikel tersebut. Tapi tidak ada bukti yang kuat. Kami tadi baru saja membuang sampah – sampah yang berserakan dan juga mencabut artikel yang tidak diambil – ambil yang sudah melewati batas pemasangan. Namun saat kami melihat tempat sampah, tidak ada satupun artikel yang ada.”


“Kau sungguh yakin?”


“Iya, aku sungguh yakin, karena aku sudah memeriksa tempat pebuang sampah bagian artikel.” Jawab Yura dengan yakin. “Ada lagi yang ingin ditanyakan?”


“Untuk saat ini, tidak ada, karena hari sudah menjelang sore, kami ijin pulang terlebih dahulu. Terima kasih atas jawabannya.”


“Baiklah, jika kau butuh bantuan silahkan hubungi kami lagi. Kalau pun kami juga dapat info lebih baik akan kuberitahu itu.”


Taki dan Sayaka pun berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan ruangan tersebut.


“Jika bukan dia, lalu siapa pelakunya?”


“Astaga, kita tidak bisa menuduh orang tersebut dengan cepat,” jawab Taki. “Kita harus mengumpulkan semua bukti yang ada.”


“Ah, baiklah. Jadi apa yang harus kita lakukan setelah ini?” tanya Sayaka.


“Kita harus kembali lagi pada tahap awal, yang dimana aku juga baru menyadari.”


“Apa itu?”


“Bukankah orang yang harus memajang artikelnya di mading harus mendapatkan ijin?”


“Ah, aku dengar sih memang begitu. Setiap orang yang ingin memasang artikel ataupun posternya biasanya mereka akan meminta ijin pada jurnalistik.”


“Jadi, jurnalistik punya kewenangan penuh?”

__ADS_1


“Iya itu benar.”


“Baiklah, kita harus menunggu besok.”


__ADS_2