
Kenalkan, aku Rosa. Aku seorang isteri yang memiliki dua suami tanpa status yang jelas. Atau... istilah yang paling tepat adalah ... aku seorang perempuan yang memiliki dua kekasih yang aku cintai semuanya. Salahkah ... aku?
Aku terlahir di desa yang dulunya bernama desa Genjer-Genjer sebelum berganti nama Desa Karang Anyar. Saat itu, masyarakat desanya mayoritas pendukungnya pak Karno, dan sisanya sebagai pendukung PKI dan partai NU. Setelah transisi dari rezim orla ke Orba, oleh pak Wedono nama desa Genjer-genjer diganti menjadi desa Karang Anyar.
Cerita tentang desaku ini aku dapat dari ayahku.
Ayahku berasal dari keluarga miskin. Ia ditinggal mati bapaknya saat peristiwa Gestapu karena salah tangkap.
Karenanya ...ayahku diasuh oleh ibunya dan dibantu.pak Leknya. Setelah lulus SMA ia menikah dengan ibuku.
Daripada keluarga ayahku, ibuku berasal dari keluarga petani desa yang lumayan. Saat awal menikah, tiga petak sawah diberikan ke Ibuku untuk digarap.
Ibuku memang type perempuan desa pekerja keras dan tentu saja setia pada suaminya. Sedang ayahku, type suamu pekerja yang menggunakan otak dan relasi.
Tak membutuhkan waktu puluhan tahun, pasangan suami-isteri itu sudah bisa keluar dari garis kemiskinannya.
Yang aku ingat, saat aku sekolah TK, keluargaku sudah lebih baik ekonominya daripada tetangga. Sampai aku punya adik perempuan lagi, ekonomi keluarga kami semakin baik. Sehingga pertumbuhan tubuhku saat sekolah tsanawiyah tergolong cewek berbadan gemuk.
Menurutku sih ... aku tidak gemuk-gemuk amat. Tapi, olok-olok si Rosa Endut dari teman sekolah itu yang membuatku merasa; badan ini seolah gunung Raung berjalan.
Akibatnya dalam pergaulan di lingkungan sekolah, aku menjadi gadis yang minder dan pemalu. Gara-gara sering dibully, Rosa endut.
Ini semua gara-gara orang tuaku yang tak mengontrol pola makan anaknya.
Saat kelas 3 Mts, aku berusaha keras menurunkan berat badan dengan diet dan olah raga.
Alhamdulillah ... perjuangan kerasku untuk menjadi gadis seksi membuahkan hasil. Aku sudah tak di olok Rosa endut lagi oleh teman sekolahku.
Saat memasuki sekolah Aliyah, banyak teman-teman cowokku yang takjub, bahwa, aku dulu si Endut, kini sudah berubah menjadi gadis cantik nan seksi.
Bahkan, ada cowok ganteng banget yang sewaktu di Mts aku naksir berat padanya, lalu datang kepadaku menyatakan cintanya. Tentu saja tanpa berfikir panjang, aku terima cintanya. Dan cowok inilah yamg menjadi pacar pertamaku sejak tubuhku sudah teramat seksi.
Sejak tubuhku menjadi seksi, keberuntungan hidupku mulai berpihak. Entah bagaimana cara ayahku melobi pihak sekolah, sehingga aku sering di utus sekolah untuk urusan menari dan modelling.
Dan entah bagaimana pula cara ayahku merayu dinas pariwisata daerah, sehingga sering aku menjadi duta daerah untuk menari dan lenggak lenggok di beberapa kota.
Itulah kelebihan ayahku, kenapa sejak pertama aku puber, lelaki yang aku idolakan itu sosoknya harus seperti ayahku.
Tetapi ... ayahku juga sosok lelaki yang paling aku benci, sejak ia memiliki perempuan lain selain ibuku.
__ADS_1
Ia menikah siri dengan perempuan muda cantik. Dan sikap ayahku tak peduli lagi dengan perasaan sakitnya hati ibuku yang di poligami.
"Sampean mbok ingat, Pak ... Kita ini sudah punya anak tiga. Kenapa bapak tidak ingat saat hidup kita melarat? Aku wis susah payah banting tulang cari ekonomi, sekarang bapak mau enak-enakan beristeri lagi sama perempuan sundel itu..!." pekik ibuku dengan ledakan tangis sampai terdengar ke rumah tetangga.
Ayahku tak menggubrisnya. Ia merasa berkuasa atas ibuku. Ayahku yakin, ibuku takkan berdaya melawannya, dan pada akhirnya akan menerimanya berpoligami.
Benar ...prediksinya ayahku benar, ibuku lambat laun menjadi menerima keputusan ayahku tersebut. Mungkin ibuku sudah lelah bertengkar terus dengannya. Atau ... ia merasa sudah menjadi perempuan yang tak menarik lagi dengan tubuh gemuknya. Apalagi ditambah punya 3 anak perempuan, maka, bercerai dengan ayahku bukanlah pilihan yang tepat.
Tetapi ... diam-diam aku lihat ibuku sering menangis sendiri. Saat melihatnya menangis, hatiku teriris-iris. Betapa menderitanya ibuku hidup di poligami, dan betapa teganya ayahku membiarkan isteri tuanya yang telah meninggikan derajatnya menjadi menangis setiap hari.
Dan ... akulah yang paling tidak terima ibuku di poligami oleh ayahku.
"Ayah ...! Ayah harus meninggalkan perempuan sundel itu ..!" teriakku dengan suara kulekatkan ke telinga ayahku.
Sontak ayahku berdiri tepat kehadapanku dan ... "Plak" ... Seketika tangan kanannya menampar pipiku.
Sambil menangis histeris aku berteriak, "tunggulah pembalasanku ...! Aku akan hamil, biar ayah malu!"
Sejurus kemudian aku berlari dan menangis kepangkuan ibuku.
Tak mau kalah, ayahku mengejarku dengan mengancam. "Coba saja, kamu lakukan itu... bila itu terjadi, aku bunuh kamu...!"
Ayahku memang paling takut bila aku ancam dengan "hamil di luar nikah", sebab karier politiknya sedang moncer. Ia terpilih jadi anggota dewan. Dan di tingkat kabupaten ia menjadi pengurus organisasi keagamaan. Tentu ancamanku ini akan menghancurkan dunia politiknya yang sedang ia bangun susah payah selama ini.
**************
Seperti apa hebatnya perempuan jalang simpanan ayahku tersebut?
Untuk mencari tahu kaitan dunia politiknya ayahku dengan klepek-klepeknya pada isteri mudanya, aku sering menyelinap ke kamar ayahku dan membaca buku-buku politiknya.
Tetapi ... aku masih kelas 2 SMA, tak cukup "mudeng" walaupun berulang aku baca. Termasuk buku sejarah tuhan yang sangat tebal.itu, tuntas ku baca, tapi ya gitu deh, tetap aku tak paham dengan isinya.
Melihat, aku sering membaca buku-bukunya, ayahku senang sekali.
"Nah, gitu dong, itu baru anaknya Ayah!" sapa ayahku dari arah belakang, bikin aku kaget saja.
"Yah ... kenalkan aku sama isteri barunya dong, Yah ...!" pintaku pada ayahku.
"Ya ... ayo!"
"Kapan, yah?"
"Sekarang saja. Mumpung Ayah sekarang mau kesana."
Ayahku senang merespon aku mau ketemu dengan isteri mudanya. Padahal aku hanya pura-pura, sekedar ingin tahu saja, apa hebatnya isteri mudanya itu.
__ADS_1
Walhasil setelah ketemu dia, kesimpulanku; dia lebih cocok jadi anaknya ayahku. Umurnya diatasku 2 tahunan. Namun yang aku dapat pelajaran darinya adalah, kelemahannya merupakan kekuatannya untuk menundukkan ayahku. Ia memberikan kecantikannya, kemanjaannya, lemah lembutnya, dan seterusnya yang identik dengan streo tipe perempuan lemah, untuk menundukkan ayahku.
Dari sanalah, serta ditambah pembelaanku pada penderitaan ibuku yang di poligami, aku memulai petualanganku dengan para lelaki dalam pergaulan bebasku.
Menjelang kelas 3 SMA sampai kelulusan, aku tak hanya memiliki satu pacar, tetapi sampai punya tiga pacar sekaligus. Sedang dengan pacar pertamaku, aku sudah putus. Sebab ia tak memiliki cukup uang untuk menggugurkan kandunganku. Sehingga aku menggugurkan sendiri dengan uang tabunganku.
Waktu itu aku hanya mau berpacaran dengan pemuda yang banyak duitnya. Sebab aku ini, sudah kategori selebriti daerah yang pernah menjuarai modelling di tingkat kabupaten. Dan aku sudah dua kali di profil di koran lokal karena bakatku dalam menari dan modelling.
Jadi hidupku ini ...
Sejak aku menjadi cewek seksi, sejak ayahku berpoligami, sejak aku jadi artis lokal, maka gaya hidupku pun berubah ke hedonis.
Tentu saja, biaya.hidupku sangat mahal agar bisa eksis dalam pergaulan hedonis. Sementara uang dari ibuku pas-pasan, hanya cukup bayar kos, makan, dan sekolah. Sedang ayahku sudah mabuk dengan isteri mudanya.
Karenanya ...sampai di awal-awal kuliah, aku sering menerima orderan untuk menemani tamu-tamu perusahaan yang sedang ada meeting di hotel mewah. Aku pun menghiburnya dan melayani mereka, demi aku bisa eksis hidup hedonis.
Sampai ketemu dengan Ilham pun, aku masih sering berhubungan dengan pacar-pacar lamaku dan kolega bisnis rahasiaku.
Namun lama-lama batinku terasa lelah hidup dalam dunia hedonisme. Jiwaku kering! Aku ingin menjadi gadis baik-baik bersama Ilham.
Aku dan Ilham pun menikah siri pada seorang ustad langgaran yang bersedia dibayar mahal.
Siapa walinya?
Ayahku ...kah? Orang yang telah berulang kali menyakiti ibuku itu ...?
Oh,.tidak! Selain itu, tentu saja, ayahku akan membunuhku jika ia tahu aku menikah siri dengan Ilham.
Waktu itu saat kami.menikah siri.di rumah ustad itu, ada saksi dan ada wali hakimnya, yakni si ustadnya itu sendiri. Menurut.ustad itu pernikahan siri kami sudah syah. Aku yang awam agama ini, hanya tak ingin hubunganku dengan Ilham tercebur ke dalam lumpur dosa.
Sudah ... begitu saja yang aku pahami tentang nikah siriku. Titik ...!
**********
Menginjak kuliah semester ke-3, kemudian aku bertemu dengan si Gio, cowok sok idealis tapi duitnya.pas-pasan itu.
Di sebuah forum kajian gender, ia menjadi pemateri kesetaraan gender. Menurut dia, perempuan harus setara dengan laki-laki.
"Kawan-kawan mahasiswa ...terutama bagi mahasiswi. Penindasan yang jarang disadari oleh kaum perempuan adalah penindasan dalam sistem patriarki. Agar tidak tertindas, maka perempuan harus kuat dan memiliki kesadaran setara hubungannya dengan laki-laki." tegas Gio tanpa menoleh sedikitpun ke- aku. Hemm ...sombong banget nih, cowok, gumamku.
Gio yang baru ku kenal, waktu itu kalau bicara di forum, nadanya berapi-api, matanya melotot, dan sangat provokatif. Semua teman-temanku sering terpengaruh kalau di doktrin sama dia, tetapi. hanya aku yang tak mempan di doktrinnya.
Makanya wajar ia sering menebarkan kasak kusuk ke teman-temanya tentang aku yang katanya perempuan bodoh dan perempuan lemah.
Lama-lama aku tak tahan juga. Kebencian pada ayahku, sontak beralih ke Gio. Dan bayangan untuk menerapkan pelajaran yang aku dapat dari isteri mudanya ayahku meletup-letup, untuk aku pertandingkan dengan pengetahuannya Gio tentang relasi gender.
__ADS_1
Cowok jarang dibelai semacam Gio ini harus diberi pelajaran, supaya mulutnya tak.mudah meremehkan perempuan lemah seperti aku dan ibuku.
Kalau hanya cowok macam Gio ini, takkan sulit aku tundukkan. Mudah banget, pakai cara sebungkus ****** saja pasti dia akan klepek-klepek padaku. Seperti ayahku yang klepek-klepek pada isteri mudanya.