
Jam menunjukkan angka 06:50, Sepuluh menit lagi lonceng sekolah berbunyi, ia segera keluar dari ruangan Yang sangat dicintainya, yah..Kamar tidur yang slalu menjadi tempat istimewahnya. Berlari Menuruni anak tangga yang lumayan banyak itu, menyalami kakaknya tanpa mengeluarkan satu kata pun! hanya kakinya yang terdengar berlari kencang.
"Aduh, Ara pasti telat"
Ucap zara sambil mencari Mobil Angkot. Namun tiba tiba Seorang Lelaki tak sengaja melewatinya dan membuat genangan air didepannya mengenai tubuh cantik nan putihnya itu, Seketika ia terbelalak dan berkata
"Hati hati dong"
Ucapannya hampir tak terdengar, Dia adalah tipe cewek pemalu namun memiliki paras cantik bahkan Mengalahkan Artis korea Kim Soo Hyun. Namun Pria Berjaket merah itu hanya berhenti, membuka helm dan berkata
"Sorry"
ucapannya sangat singkat dan berlalu begitu saja
* * *
"Pak bukain dong". Pinta zara kepada sang Security.
"Tapi non, sudah telat 15 Menit"
"Tapi nggak papa, kali ini bapak Tolong"
Ucap pak asep sambil membuka gerbangnya.
Zara hanya memberikan senyum dan berlalu begitu saja
DI KELAS
"ra, kok kamu telat sih? Tumben".
Tanya dinda dengan suara merdunya itu, Yah Dinda sahabat Terbaik Zara Yang hobi nyanyi.
Satu lagi nih sahabatnya,
"Hai guys, gue punya berita penting buat kalian"
"ra, loh mau denger nggak? Penting banget loh"
Celoteh nadya tak henti
"Iya, Ara dengerin kok"
zara hanya mengiyakan.
"Denger denger nih, ada siswa baru di kelas XII IPA 5, Ganteng Banget lagi"
"Kalau nggak salah namanya kak REGAZKA RANSI"
ucap nadya dengan nada menggoda.
__ADS_1
Namun mereka berdua hanya memberikan senyuman sebagai responnya.
* * *
BEL ISTIRAHAT
Zara dan kedua temannya lebih memilih makan dikelas, membawa bekal masing masing.
"ra, bagi ayam loh dong"
ucap nadya sambil mengambil ayam milik zara.
"Iya, ambil aja". zara tersenyum
Mereka bertiga memang tidak pernah menginjak kantin, menurutnya makanan terbaik adalah masakan ibunya, tapi menurut zara masakan zilfa lah yang paling enak, kakak yang merawatnya dari umur 2 tahun atas kepergian kedua orangtuanya akibat kecelakaan maut yang menimpah keluarganya 15 tahun yang lalu.
Seorang pria tampan sok dingin tiba tiba menghampiri zara, yah sebut saja namanya DAFFA AGUSTIN, Pria paling tampan Bermuka Oppa Korea Namun berperilaku seperti Es, Sangat Dingin.
"loh dipanggil sama bu mirna"
ucap Daffa Dengan muka sok cool nya.
"Untuk apa??"
tau lah pria dingin sifatnya gimana, gak suka banyak nanya, dan gak suka ditanya tanya.
Ia hanya Berlalu pergi meninggalkan gadis Polos itu.
* * *
"Ibu memanggil kalian kesini untuk mengikuti Lomba Cerdas Cermat di Jakarta, dan Kalian akan Berada disana sekitar 1 minggu"
yah, zara memang cewek cerdas, cantik namun sayangnya dia terlalu polos.
Dan untuk daffa sendiri ia dipilih karena Jago Matematika, Namun sayangnya juga ia sangat pendiam, bisa dibilang Lelaki dingin sih.
"Iya bu, InyaAllah". zara mengiyakan.
Sedangkan Daffa lebih memilih diam seperti hobinya itu.
DI KELAS
"ra, loh kenapa dipanggil sama bu mirna?Loh ada masalah?" tanya nadya
"Ara dipilih wakilin sekolah buat ngikutin lomba cerdas cermat di jakarta"
"Loh sendirian?"
"Ara berdua sama daffa"
__ADS_1
"Si manusia jutek itu??" tanya nadya Tak percaya
Zara mengangguk.
"mampus deh luh ra, ketemu manusia es, Satu minggu lagi". Ucap nadya dengan nada menakuti.
"Pak Ahmad juga ikut kok, Dia yang bakal Nemenin kita".
"jangan lupa fotoin MONAS yah, heheh! Kan di Makassar gak ada monas".
"Ya allah nadya" Dinda angkat bicara.
* * *
BEL PULANG
"ra, gue pulang duluan yah" Ujar dinda dan nadya bersamaan.
Zara hanya mengangguk.
"Hai??"
tiba tiba seorang pria tampan menghampirinya. Yah, dia Rega Siswa baru SMA Nusa bakti.
"Hai, juga" jawab zara sambil tersenyum.
"Kenalin nama aku Rega, Aku pindahan SMA Harapan. Dan gue, gue suka sama loh"
"Hah? Seriusan....maaf saya...."
"Nggak papa kok, gue tau ini terlalu cepat bahkan sangat singkat. Gue juga gak butuh loh jawab, Gue cuman pengen ungkapin doang."
"Hmm, iyaiya" Jawabnya dengan heran
Rega mulai Menyukai zara ketika awal pertama mereka di depan rumah zara, yah dia pria yang tak sengaja menodai zara, ehhh maksudnya menodai bajunya!
"Kalau gue bilang, mau anterin kamu pulang mau nggak?
"Maaf, bukannya ara tolak, Tapi ara pengen kerumah bu Mirna, ara pengen siapin perlengkapan untuk besok"
"Yaudah, Gue antar"
"Tapi ara,...."
"Ra.."
Suara lelaki dingin itu lagi.
"Buruan" Ucapnya singkat.
__ADS_1
"ara duluan yah kak, Daffa udah manggil.
"Mencintai Sesingkat itu memang tak Wajar, Tapi Itulah hati!"