
Entah kenapa ketika dekat dengan zara manusia es itu meleleh, ia sangat nyaman dekat dengan zara.
Zara kembali ke kelas meninggalkan Daffa yang kembali membaca wattpad.
"ra, loh dari mana??" Tanya nadya
"ara habis ketemu dua orang! yang mencintai ara dan yang ara cintai"
"Maksudnya?" Tanya Dinda
"Ara ketemu sama kak rega, abis itu sama daffa"
"Loh suka sama manusia es itu??" Tanya nadya heran.
Zara hanya mengangguk.
"Pasti karena lomba kemarin kan? Keseringan ketemu sama dia" lanjut nadya menebak.
Zara hanya memberikan senyumnya.
BEL MASUK
* * *
BEL PULANG
"zara"
"iya kak rega"
"Gue anterin pulang yah? skali ini aja, gue mohon"
Mendengar Rega yang begitu tulus ingin mengantarnya pulang, akhirnya dia mengiyakan.
"Tunggu bentar, gue ambil motor dulu"
"Iya kak"
Zara menunggu rega di depan gerbang.
__ADS_1
"lu ngapain berdiri disitu? Nunggu gue anterin?"
tiba tiba daffa lewat, memberhentikan mobilnya pas di depan zara.
"Eee....enggak, Ara nunggu...."
"Ra, ayo naik" teriak rega dengan membawa motornya.
"Oww, dianterin sama pacarnya" ucap daffa. Namun ia terlihat sedikit cemburu
"Ihh, Daffa!! Bukan!!! ara nggak punya pacar"
"Yaudah gih sana, ditungguin tuh sama calon pacar"
zara berlalu melewati daffa dan menatapnya dengan tajam. Zara marah dengan perkataan daffa.
MOTOR
"Ra, maaf yah kalau gue suka sama loh"
"Kok minta maaf kak? Ka rega nggak salah kok, cinta juga bukan kesalahan!"
"Ennggg,...enggak kok kak"
"Gue tau kok luh nggak mungkin bilang, tapi gue yakin luh ada rasa kan sama dia?"
Zara hanya terdiam, tak mejawab. Rega tambah yakin kalau Daffa adalah lelaki penakluk hatinya.
Setelah perjalanan panjang akhirnya mereka sampai di depan rumah zara.
Zara turun dari motor dan memberikan helmnya kepada rega.
"Makasih kak"
"Ra,tunggu"
Langkahnya terhenti
"Kenapa kak?"
__ADS_1
"Kalau kamu sudah mulai suka sama aku,bilang yah!! "
Zara hanya memberikan senyum, lalu berlalu pergi meninggalkan Rega.
"Maaf kak, bukannya ara nggak mau tapi ara sukanya sama daffa, ara juga nggak tau kenapa hati ini milih daffa"
Gumamnya dalam hati.
"Dianterin siapa tuh?"
ka zilfa mengagetkan zara
"Ihh, kak ros kaget tau"
"iya, sorry adek ipin,Hehehe. Itu pacarmu?"
"teman ara"
"Ohhh teman" Ucapnya sedikit mengejek
"Memang benar teman kok".
zara lebih memilih ke kamar, meninggalkan topik pembicaraan yang tak ia sukai.
Zara mengganti bajunya kemudian duduk di sofa dekat jendelanya. Merenungi nasibnya.
"Andai daffa tau kalau ara sayang sama daffa, ara suka sama daffa. Maafkan zara yah fa, maafkan zara yang suka sama daffa"
Drrtdrttt
DaffaAgustin: Ra, Mau curhat nih!
ZaraAdifa: iya daffa, bilang aja
DaffaAgustin: Hmm, besok aja deh! Gue tunggu di taman yah!
Ihhh daffa nyebelin. Zara Pasti penasaran Daffa mau ngomong Apa. Tapi seketika ia tersenyum karena baru kali ini daffa nge chat dia, yah meskipun Chatnya nggak seperti yang diharapkan.
"Maaf, mencintaimu memang keinginanku, menatapmu bukan kehendakku, dan memilikimu tak mungkin bagiku"
__ADS_1