Secret Admirer

Secret Admirer
Part 7


__ADS_3

Hari ini adalah hari terburuk bagi zara, melihat seseorang yang dicintainya harus mencintai orang lain.


KANTIN SEKOLAH


"ra, loh kok tadi pergi sih?" Daffa menghampiri zara


"Anu, ara tadi kebelet pipis daffa"


"Oww, yaudah gue traktir yah! Mumpung gue lagi seneng banget"


"Ara mau tanya boleh??"


"Hmm,tanya aja"


Senyum daffa terlihat melebar. Senyumnya tak pernah pudar hari ini, berbeda dengan Zara.


"Daffa udah lama suka sama Anggun?"


"Kepo ihhh"


"Ara cuman nanya, kalau nggak mau jawab juga nggak papa"


"Iyya iyya, gue jawab anak bawel" Ucapnya sambil menarik hidung zara.


"Gue udah lama suka, cuman nunggu putus dulu sama si andi"


"Ara harus lakuin itu juga?? nunggu daffa putus sama anggun?? Kalau nggak putus gimana? ara takut daffa.." gumamnya dalam hati.


"kok bengong ra??"


Zara hanya terdiam, ia lebih memilih menyantapi nasi gorengnya.


"Daffa, ara ke kelas dulu yah"


Zara berlari meninggalkan daffa


Daffa bisa merasakan keanehan yang terjadi terhadap zara. Tapi ia lebih memilih Diam tak ingin bertanya.

__ADS_1


KELAS


"Dari mana aja sih ra??" tanya Dinda


"Zara habis ke taman,"


"Habis nangis ra?!"


Zara mengangguk, Rasa sedih itu kembali ada.


"kenapa ra? Cerita sama kita" Nadya mencoba menenangkan


"Daffa suka sama anggun, dan skarang mereka pacaran"


"Kenapa nggak bilang dari dulu sih ra, kalau kamu suka Sama Daffa". Tegur Dinda


"Ara takut din, Ara takut kalau Ara bilang yang sejujurnya! ara takut daffa jauhin ara"


"Sabar yah ra, resiko cinta dalam diam" ucap nadya.


Dinda memberikan beberapa kata motivasi untuk temannya itu.


"Itu loh yang mikir din?" Tanya nadya heran mendengar kata kata yang terucap begitu indah dibibir seorang dinda.


"Bukan!! penulis yang mikir kata katanya" jawab dinda


"Makasih motivasinya teman teman! Ara nggak bakal nyerah" Ucapnya


bersemangat.


kali ini zara nggak menyerah! Ia akan terus berusaha.


BEL ISTIRAHAT


Seperti biasa Mereka bertiga hanya di kelas. Menyantapi bekal masing masing dan kadang juga saling berbagi.


Zara memikirkan Daffa, ia ingin menemui daffa. Ia ingin membawa bekalnya untuk daffa.

__ADS_1


"guys, ara ke rooftop dulu yah"


"Ngapain ra?" Tanya dinda


"Yah ketemu daffa lah" Nadya menebak


Tau aja deh teman zara yang satu ini.


Zara bersemangat untuk menemui daffa, berjalan melewati beberapa anak tangga.


Sampai pada anak tangga terakhir, kaki zara terasa berat, ia tak bisa melanjutkan langkahnya.


Sepasang kekasih disana sedang bahagia, sedang saling suap menyuap.


"Nggun... Makasih yah nasi gorengnya"


"Iyya daffa, pacarnya Anggun"


Romantisa tercipta. Namun di ujung sana seorang gadis tengah memperhatikan. Hanya ada air mata yang menetes. Tak sanggup!!


Zara memilih pergi!


Haruskah zara seperti ini terus? Haruskah zara terus tersakiti??


Zara kembali ke kelas! Namun ia berhenti melihat rega sudah menunggunya dari tadi di depan kelas


"ra, dari mana?"


"Itu, habis beli minum!! hmmm, kak rega mau makan nasi goreng?"


zara memilih memberikannya pada Rega, nafsu makannya tak ada!


"Serius buat gue? makasih yah ra"


"Iyya kak" Zara mencoba tersenyum.


" Cintai dirimu sendiri, karena hanya dirimulah yang mengerti semua tentangmu"

__ADS_1


__ADS_2