Secret Admirer

Secret Admirer
Part 4


__ADS_3

MAKASSAR


Satu minggu di Jakarta terasa sangat Melelahkan bagi seoarang zara. Tapi Hari ini ia harus ke sekolah, Ada rindu yang ingin tersampaikan.


"Kak ifa, Masak apa hari ini??"


"Ayam goreng kesukaan ipin" ucap zilfa sambil tertawa.


"Ihh kakak....,tapi biarin deh ara jadi ipin yang penting kak ros nya nggak galak, Heheh"


"Bisa aja adeknya kak ros"


"Ara pergi dulu yah kak". Ucapnya berlalu membawa bekal berisi ayam goreng kesukaanya itu.


"Walaikumsalam" ucap zilfa menyindir.


"Ehh, assalamualaikum kak ros". Ucapnya sambil menggaruk kepalanya.


SEKOLAH


"ara rindu kalian"


"kita juga rindu sama ara" ucap dinda.


Mereka bertiga berpelukan layaknya dipsi lala dan po.


Seorang pria tampan menghampiri zara. kalau kalian tebaknya siapa? Rega atau Daffa yang datang???? Ayooo...


"Ra, gue mau ngomong sesuatu sama kamu, boleh?"


Ara mengangguk.


"Gue tunggu di taman skolah yah". Ucap rega sambil berlalu pergi.


"Ra, itu kan....."


"Iyya, itu kak rega siswa baru itu."

__ADS_1


"dia bilang dia suka sama ara"


"What??" Ekspresi nadya terlihat tak percaya.


"Kamu kok bisa kenal ra?" Tanya dinda


"Sebenarnya dia yang sapa ara duluan, ehhh. ...ara samperin kak rega dulu yah."


Zara berlalu pergi.


mereka berdua duduk di kursi taman


"Ada apa kak rega manggil ara kesini?"


"ra, gue mau nanya soal yang kemarin"


"Yang mana yah kak?"


"Soal perasaan gue, loh udah nerima nggak?"


Zara menolak dan berlalu meninggalkan Rega.


zara berlari ke rooftop tempat favoritnya.


"Ara nggak bisa nerima kak rega, ara sukanya sama daffa, Ara sayangnya sama daffa" Ucapnya dalam hati.


Tiba tiba seseorang mengagetkannya. Seseorang yang dari tadi berada disana yang sibuk memegangi hp nya.


"Lu kenapa???" Ucap daffa


"Ehh, daffa...Nggak ara nggak papa"


"Sini duduk dekat gue"


Beneran ini daffa?? Penulis aja nggak percaya loh daffa bilang gini.


Apa iya seorang manusia es dan super duper cuek bisa segitu gampangnya ngomong gitu?? Hmmm, penulis kok nulis gitu.

__ADS_1


"ini daffa kan??" tanya ara tak menyangka.


"Lo pikir gue siapa? setan?"


"Eee enggak, ara cuman heran aja sama daffa"


"Kenapa? Gue emang gini kok"


"Iyaiya, ara ngalah"


"daffa, ara mau Nanya boleh"


"Hmmm"


"Daffa kenapa kayak gini ke ara?? Biasanya dingin banget, keorang lain juga begitu."


"Kenapa? nggak boleh?"


"Ya enggak, cuman aneh aja"


"Loh beneran mau tau kenapa?"


zara mengangguk sangat antusias.


Daffa menatap zara,


"Gue nyaman sama loh"


Jawaban singkatnya membuat zara terdiam membisu. Seketika keheningan tercipta.


"Daffa suka sama ara?"


"jangan kepedean deh, Tapi gue nggak tau kenapa, kalau lu sama gue rasanya ada kenyamanan"


Zara hanya terdiam. Dia pikir daffa beneran suka sama dia. Zara pikir ada rasa yang sama ke dia, zara pikir cinta ara nggak bertepuk sebelah tangan.


"ketika rasa nyaman mulai muncul, ada harapan untuk mencintai"

__ADS_1


__ADS_2