
Hari ini adalah hari ulang tahun daffa, tiga serangkai itu telah menemui ibunya daffa kemarin malam untuk meminta ibunya daffa mengajak daffa keluar hari ini. Karena Mereka akan mengeksekusi tempat itu!
"Gimana ra?? Mereka udah keluar??" Tanya dinda sambil meminum susu buatan ka zilfa.
"Belum din...kata tante, daffa nggak mau keluar"
Drrtrdrttt
From Mama Mertua; kami otw
"Mereka udah keluar guys" jawab zara.
"Berangkat mang..." Ucap nadya bersemangat.
Mereka pun berpamitan pada kak ros.
Mereka naik di mobil nadya, namun Belum sempat tubuh zara duduk, Ada sesuatu yang terlupa. Ia bergegas ke kamar!
"Bentar yah nad" cegah zara
"Mau apa lagi sih tuh anak" tegur nadya
zara mengambil sebuah buket mawar yang sangat indah! Terlihat begitu indah Apalagi seorang bidadari seperti zara yang memegangnya.
RUMAH DAFFA
"Nad, bantuin pasang lampu ini dong"
"Bentar ra, nih lagi rapiin bunga" ucap Nadya
"Aduh miring lagi huruf F nya" Ucap dinda
Mereka bertiga sibuk Menata ruangan tersebut agar terlihat indah.
Drtrdrtrrt
From Mama Mertua; kami udah mau pulang, teman teman daffa juga udah mau kesana.
__ADS_1
"Guys, cepetan!"
Mereka pun buru buru menyelesaikannya.
"Huhh, akhirnya selesai juga" Ucap nadya
Beberapa menit kemudian Seseorang mengetuk pintu, mereka mengira itu adalah Daffa.
"Biar ara yang bukain"
Zara melangkah ke pintu, memegangi gagang pintu, seketika matanya menatap heran lelaki tersebut.
"Kak rega??? kenapa kak?" tanya zara
"ra, loh harus ikut gue skarang!"
"Kenapa?" Tanyanya heran
Rega pun membisikkan sesuatu ketelinga zara. Seketika zara terkejut, dan mengangguk setuju untuk ikut dengan rega.
Zara menghampiri temannya sedangkan rega menunggu di depan.
Setelah zara mengatakan itu, ia kemudian ke Kamar daffa. Menyimpan Buket yang tadi ia bawa.
Tak menghiraukan teman temannya yang pasti bertanya tanya.
"Ayo ka rega"
Mereka pun berangkat!
Setelah beberapa menit motor rega berhenti di sebuah rumah sakit. Rumah Sakit??? Siapa yang sakit???
"Ka zilfa dimana?" Tanya zara
Rega pun menunjukkan kamar dimana zilfa dirawat.
"Ka zilfa nggak papa??" Tanya zara sambil memeluk ka ros kesangannya itu.
__ADS_1
"Nggak papa adek ipin" zilfa tertawa.
Rega yang melihat mereka hanya tertawa mendengar kata ka ros dan ipin.
"ka rega kok bisa sama ka ros?"
"Ohhh, itu tadi gue ke rumah luh, ehh gue liat ka zilfa tergeletak di lantai, trus gue bawa ke dokter" Jawab Rega
"Emang ka zilfa sakit apa?" sambungnya
"Asma kak, pasti tadi asma nya kambuh.
Mereka berdua pun menemani zilfa di rumah sakit.
Sedangkan disisi lain.
"Selamat ulang tahun yah daffa"
Kata kata itu terlontar di mulut semua teman temannya yang ada disitu.
Namun entah kenapa daffa merasa Ada yang kurang. Anggun?? Hahh...dia dari tadi disamping daffa berlagak sok jadi permaisurinya daffa.
Apa yang kurang?? Siapa yang kurang?? daffa selalu mencari siapa yang kurang. Dan yah...
"Nad, luh liat zara nggak?" Tanya Daffa
"Hmm tadi sih kita bertiga yang nyiapin, tapi zara Pergi tuh buru buru sama rega. Katanya sebentar tapi kok belum datang yah?" jawab nadya sambil mencari cari batang hidung temannya yang satu ini.
Seketika Ada rasa kecewa yang Menghantam daffa ketika mendengar kalau zara pergi bersama rega.
"Kenapa zara tega ninggalin pesta ulangtahun gue demi manusia itu?? apa Rega lebih spesial daripada gue??"
Gumamnya Dalam hati.
Entah kenapa daffa cemburu. Sementara Anggun selalu Ada disampingnya.
Siapa sebenarnya yang ada dihati daffa?? hatinya untuk Anggun. Tapi rasa nyaman itu tak pernah ia dapatkan dari sosok Anggun. Rasa nyaman itu muncul ketika seorang zara duduk disamping Daffa.
__ADS_1
"Memperhatikanmu diam-diam, mendoakanmu setiap hari dan mencintaimu secara rahasia."