
Hari demi hari Zara lalui sebagai teman Daffa, meskipun kadang Ada Rasa yang tak mungkin tersampaikan kepada sang pemilik Hati, Ia lebih memilih mencoba melupakan rasa itu, mencoba menjadikan sayang yang dulu menjadi sayang persahabatan. Namun rasanya sulit, sangat sulit bagi zara.
Beberapa hari lagi ulangtahun manusia es itu, zara sudah memikirkan Apa yang harus ia berikan kepada Daffa.
Bacot Squad
ZaraAdiva: Guys, beberapa hari lagi Daffa Ultah, bikin kejutan yuk
DindaAliza: Ngikut aja
ZaraAdiva: Si bacot mana?? Kok nggak muncul??
DindaAliza: Mungkin Lagi nge date sama si doi ra
ZaraAdiva: Emang Nadya Punya Pacar??
DindaAliza: iyalah, Namanya Andi.
ZaraAdiva: andi???
Seketika zara teringat kata kata Daffa, kalau Andi adalah mantan Anggun, ia takut kalau Andi adalah lelaki playboy. Ia takut kalau sahabatnya hanya dipermainkan.
SEKOLAH
"Nad, kamu pacaran sama Andi??" Zara penasaran
"Iya kenapa? Sorry yah nggak ngasih tau ra"
"Iya iya, nggak papa"
"Mau kan bantuin ara bikin surprise ke Daffa??" Lanjutnya
"Siap Bu bos"
"Ihhh, Nadyaaa"
( H-1 Daffa's birthday )
zara sangat bersemangat menemui Daffa, tempat biasa mereka bertemu, yah tapi kadang Ada Anggun si penggangu, Ehh kan zara pengganggunya? Yang pacaran sama Daffa kan Anggun.
__ADS_1
zara yakin kalau disana ada anggun, tapi ia mencoba memberanikan diri! Ada hal yang ingin disampaikan.
"Daffa.." zara memanggil Daffa yang sedang berbincang dengan Anggun
"Iya ra, kenapa?"
Zara mendekat, ia memandangi kedua pasangan ini lalu melirik anggun, ia mencoba berani
"Ara....mau ngomong sesuatu sama Daffa, boleh??"
"Yah masa enggak sih ra, ngomong apa???"
Daffa menjawab dan melihat Anggun.
Zara terdiam, ia melirik Anggun kemudian kembali menatap Daffa.
Daffa yang melihatnya mengerti kode yang diberikan.
"Anggun, loh boleh pergi sebentar gak?"
Ucap daffa
"Kok gue yang diusir sih? Emang loh mau ngomong apa sih ra?? maunya berduaan"
Zara hanya tertunduk, ia tau ini akan terjadi.
"Bukan begitu maksudnya....."
Belum sempat Daffa melanjutkan Anggun sudah jengkel dan berlalu pergi.
"Yaudah, ngomong Apa ra?"
Sebenarnya zara tidak ingin menyampaikan sesuatu, entah kenapa ia ingin skali dekat dengan daffa.
"Ara cuman pengen berduaan sama daffa, boleh nggak??"
Daffa menatap zara heran, kenapa dengan temannya ini? Namun ia tak ingin bertanya, ia lebih memilih mengangguk.
"Boleh kan Ara pinjam bahu Daffa??"
__ADS_1
"Hmmm, yaudah ra! mumpung gratis! besok besok bayar yah" Daffa tertawa.
"Ihh daffa pelit" Jawab Zara tertawa
zara menyeder di bahu daffa. Ada rasa nyaman yang dirasakan zara, begitupula dengan daffa. Ia sangat nyaman dekat dengan zara. Keheningan tercipta.
"Ra, besok gue ultah loh"
"Iya daffa, Ara tau"
"Kasih kado spesial yah"
Zara hanya terdiam. Entah kenapa ia tak bersemangat.
* * *
Pulang sekolah!!
Tiga serangkai itu belum pulang ia masih mendiskusikan tentang ulang tahun daffa.
"Bagusnya dimana nih??" dinda bertanya
"Yah dirumah daffa lah, Kan dia yang ultah" sanggah Nadya.
"Tapi, kalau daffa dirumah??" tanya dinda lagi
"Tunggu ara chat dulu".
To DaffaAgustin: Daffa Ada acara nggak malam ini??
Drrtdrttt
DaffaAgustin: iya ra, mau dinner sama Anggun! Kenapa ra? Luh mau kerumah??
ZaraAdiva: Enggak, Ara cuman nanya! Makasih.
"Bagaimana ra??" Tanya dinda
Zara hanya mengangkat jempolnya.
__ADS_1
"Ok, entar malem kita kerumah daffa yah" Ucap Nadya.
Mereka pun pulang kerumah masing masing.