Secret High School Wedding

Secret High School Wedding
chapter 1


__ADS_3

Pagi ini pukul 8.45 seluruh murid di SMA Pancasila sedang di fokuskan pada kegiatan belajar mereka salasatunya kelas 11 IPA 2 kelasa dimana irwana dan kedua sahabatnya sedang belajar.Menurutmu apa mereka benar-benar belajar oh tentu tidak! Irwana Atau yang kerap di sapa wana mala asik sendiri dengan ponselnya, bermain game online adalah hobinya.


"Udah woy, ketahuan mampus lo" tegur via dengan sedikit berbisik.


"Kaga ada yang ngadu lagian bus lilis ngga bakalan tahu"jawab wana dengan santai.


"Dikira bu lilis picek apa?"gumam via.


"Hust!murid durhaka!"sabung alice


"Ya!!!kalah, kan!!"tiba-tiba wana berteriak sembari meletakan ponselnya dengan kasar. Dan tentunya itu menarik perhatian seisi keals termasuk bu lilis.


"Wana, Lo gila!"ucap via dan alice bersama dengan pekikan yang tertahan.


Wana yang sadar bahwa dia sedang menjadi pusat perhatian bukanya tegang, dia malah memasang waja menyebalakan dan berkata,"apa liat-liat?Gue tahu gue cakep!"


"Berani sekali kamu, wana bermain hp di jam pelajaran?" Bentak bu lilis menatap melotot kearah wana.


"Beranilah, bu.Bukan bunuh presiden kenapa ngga berani?" Jawab wana dengan santainya.


"irwana Angelia!!!!!" Teriak bu lilis hingga seluruh murid di kelas munutup telinganya karna suara cmpreng bu lilis.


"Anjrottty, mati gue"gumam wana.

__ADS_1


"Hii...ibu ngga usah teriak-teriak kali, lagi kuping gue masih sehat wal-afia bu" lagi-lagi wana bersikap menyebalkan setelah mndapatkan bentakan keras dari bu lilis.


"Keluar kamu sekarang dari kelas saya!" Perintah bu lilis dengan geram.


"Tentu saja" wana langsung mengiyakan dengan wajah senang, hingga membuat ibu lilis melotot.


"Saya keluar dulu bu" wana hendak keluar dari kelas.


"Tunggu!"Bu lilis menghentikan sejenak,"letakan hp mu di meja saya!"perintahnya.


"Lah..ko gitu sih bu?"


"Pasti kamu mau main hp lagi kan?tidak bisa! Simpan hp mu disini dan kamu segera kelapangan hormat di bawah tiang bendera sampai jam istirahat!" Perinta bu lilis.


"Ih..oga!" Jawab wana membanta.


"Dam..ngga bisa dong bu"wana masih terus menjawab.


"Leatakan hp mu disini dan segera keluar!"


"Ck!,iya..iya..Nih!" Akhirnya wana menurut dan meletakan hp nya di meja guru,kemudian berjalan ke arah pintu kelas.


Namun,sebelum wana melangka keluar kelas,alice dan via tiba-tiba berlari mengampirinya dan mendapatkan tatapan tajam dari bu lilis.

__ADS_1


"Mau kemana kalian?"


"Saya ngga bisa biarkan sahabat saya dihukum sendir,bu" ucap via.


"Kita mau ikut hormat di lapangan bu" sambung alice.


Bu lilis memijit pelipisnya karena menghadapi tiga sekawan yang gemar sekali berbuat onar. Pada akhirnya bu lilis hanya bisa mengatakan, "Terserah!"


tidak heran lagi dengan ketiga sahabat itu, mengapa mereka hobi sekali membuat onar. Bahkan catatan nama mereka sudah mungkin penuh di buku pelagaran.


Setia guru yang mengajar di kelas tersebut pasti mengelu saat keluar dari sini. Karena ulah dari murid bernama Irwana Angelia.


Dan di cuaca hari ini yang sangat panas, ketiga sahabat itu berdiri di tengah-tengah lapanga bersama dan hormat ke bendera.


"Ngapain sih kalian ikut-ikutan?" Tanya wana, membuka obrolan.


"Kan gue udah jelasin tadi." Jawab via.


"Ya..tetapa aja, cuaca hari ini panas nanti kalian pusing lagi."bagaimanapun wana masih punya hati dan mengkhwatirkan sahabatnya.


"Terus Lo?Lo ngga pusing?Apa Lo ultraman gitu?" Celetuk alice dengan pemikiran bocilnya.


"Ngga gitu juga konsepnya bego!" Wana pun geram menanggapi sahabatnya yang satu ini.

__ADS_1


"Udah deh,dia aja lo! Ini tuh namanya solidaritas!" Sahut via, agar wana berhenti mengomeli mereka.


Wana menghelang nafasnya, kemudian tersenyum kecil merasa terharu dengan tindakan sahabat-sahabatnya ini.


__ADS_2