
Pagi hari di sekolah.
"Pagi besti" sapa alice dan via pada wana.
"Pagi" jawab wana.
"Hebat banget, lo ngga terlambat lagi" ucap alice.
"Telinga gue capek dengan mami ngomel mulu" jawab wana dengan malas.
Ketiganya berjalan beriringan benuju ke kealas.
"Wana, nanti pulqng sekolah gue sama via mau jalan. Lo mau ikut ngga?" Tanya alice.
"Sepertinya tidak, gue lagi ngga mood mau pulang tidur" jawab wana.
"Napa lo na..sepertinya ada masalah?Coba ghi cerita" ucap via, yang sedari tadi memperhatikan wana.
Irawana menghelang nafas berat, 'yah..masalah gue sama si kadal afrika' grutu wana dalam hati.
"Gue baik-baik saja, kita ke kanting dulu baru kekelas, gue lapar" ucap wana, berjalan duluan meninggalkan sahabatnya yang menatapa bingung padanya.
Saat wana berjalan kearah kanting dia berpapasan langsung dengan dafri dan kedua temana anggota osisnya keduanya cukup lama saling pandang.
"Hmmm...wana liatin sampai gutu banget" ucap alice menggoda wana.
"Apaan sih" jawab wana.
"Kirain lo terpesona sama si ketos ganteng, tapi emang sih ganteng banget kaya oppa-oppa korea" ucap Alice.
"Dasar kadal afrika" gerutu wana.
"Apa wan?" Tanya alice.
"Tidak apa-apa ayak buruan gue lapar" ucap wana mengalikan alice, dia langsung menarik kedua sahabatnya itu.
"Cantik juga tuh si bad gril sekolah" ucap fery.
"cantik dari mana, biasa aja" ucap dafri ketus.
☆☆☆
Hari sudah malam, hari ini adalah pertungan. Namun saat acara akan dilakukan bukan pertungan yang terjadi melainkan pernikahan dan hari ini Irwana sah menjdi istri dari Dafri Alsaka Permana. Hanya kerabat dan tetangga dekat saja yang di undang dan mereka juga sepakat untuk merahasiakan ini dari pihak sekolah.
"Mulai sekarang kalian berdua tinggal disini" putus Liona, "setelah rumah baru kalian selesai di renovasi kalian bisa pinda disana"
"Terus dia mau tidur di mana?" Tanya dafri, dia melirik wana Yang sekarang sudah sah menjadi istrinya. Untungnya mereka sudah berganti pakain santai setelah acara tadi.
"Yah..dikamar kamulah dafri, masa di kamar mama sama papa.astaga dafri Irwana itu sekarang udah jadi istri kamu, pasti kamy mengertikan"
Irwana dan dafri saling melirik, sekarang mereka merasa takut jika harus tidur satu kamar.
__ADS_1
Pagi dimulai seperti hari-hari biasanya, tapi berbeda dengan dua pengantin baru ini yang sedang sarapan dengan diam, tidak ada suara. Biasa Dafri selalu bertanya sama papanya, namun hari ini mereka hanya diam menikmati makanan.
"Ada apa mengapa kalian berdua diam saja?" Tanya mama liona.
"Tidak ko ma, kami berangkat dulu" dafri berdiri dan lamgsung menarik tangan irwana pergi dari meja makan. Tidak lupa mereka menyalimi tangan keduanya orang tuanya.
'Jika terus disana pasti mama nanya hal-hal aneh"gerutu dafri dalam hati.
Dafri membuka pintu mobil dan mendong wana masuk, wana yang diperlakukan hanya mendengus kesal. Kemudian dafri memutari mobil dan segera masuk kemudia melaju meninggalkan pekarang rumah.
"Lo kenapa sih, gue kan masih lapar" kesal wana.
Dafri menghelang nagas kasarnya "lo mau, ditanya-tanya sama mama tentang malam pertama"
"Kan bisa jawab tidak terjadi apa-apa gampan kan" ucap wana.
"Lo yah, selain bikin onar ternyata otak lo juga koslet" gerutu dafri.
"Gila lo, lo pikir gue kabel kapel" ucap wana yang tidak terima.
Dafri langsung menghentikan mobilnya di sebuah halte bus, dia kemidian mentap kearah wana.
" apa?" Tanya wana sinis.
"Turung!"
"What?Lo gila yah, ngga mau" tolok wana dia kemudian melipat kedua tanganya.
Wana berpikir sejenak, jika dia ikut masuk ke sekolah bersama dafri bisa-bisa hebo satu sekolah.
"Sial!seharusnya gue bawah motor!" Umpat wana, dia segera mengambil tasnya dan sefera keluar.
"Jangan sampai terlambat my wife" ucap dafri, langsung melaju meningfalkan wana.
"Kadal afrika!" Teriak Irwana, dia sangat kesal.
Saat wana mulai berjalan kearah sekolah, tiba-tiba sebuah motor berhenti tepat di sampingnya.pria tersebut kemudian membuka helmnya dan memperlihatkan wajah tampannya.
"Haii cantik, apa kau merindukan ku?" Pria itu tersyum pada irwana.
"Aksel, kapan Lo kembali?" Tanya wana yang terkejut dengan kedatangan aksel.
Aksel prajana, dia adalah seorang badBoy sekolah yang ahli dalam bidang olaraga takwedo. Pria ini tiba-tiba muncul di hadapan wana setelah pergi mengikuti lomba takwedo internasional.
"Mampus gue" gumam wana, dia kemudian menepuk jidatnya.
"Ada apa sayang?" Tanya aksel.
Wana segera naik kemotor aksel dan meminta pria itu untuk mengantarnya cepat masuk kesekolah.
"Aksel cepat, gue lagi buru-buru" desak wana memukul-mukul pundak pria itu.
__ADS_1
"Ah-i-ya.." aksel segera melajutkan motornya masuk kedalam sekolah.
Hari ini wana ada tugas dari fisika, sebenarnya dia malas untuk mengerjakanya, hanya saja kemarin malam dafri mengacam dirinya. Jika dia membuat masalah lagi dafri akan memasukanya ke pesantren.
Ahhhhh....sial banget, mengapa dia harus menikah dengan ketos galak itu.
☆☆☆
Irwana keluar dari kantin, dia mencari keberdaan Alfan yang mebuatnya kesal, saat melewati mipa 4 dia melihat alfan yang hendak kabur.
"JANGAN KABUR LO ALFAN!"
Wana berlari hendak menyusul kakak sepupu menyebalkanya itu "minggir!"
Mereka semua serempak minggir tapi tidak dengan ketos tampan, yang sedandang mengambil penanya yang sedang terjatuh.
Brak.
Dug
Cup
Dafri melotot saat bibirnya menempel dengan bibir irwana, gadis itu menyerangnya dengan sangat mendadak.
Mata mereka saling terbelalak, terutama dafri yang langsung mendorong irwana yang berada diatasnya.
"Daf bibir lo kok manis sih?" Irwana masih dapat merasakan manis di bibir nya yang baru saja bersentuhan dengan bibir manis dafri.
"Dasar sinting!"
Irwana yang gemas kembali mengalungkan lenganya di leher dafri, mencoba mencicip rasa manis yang ada dibibir suaminya itu.
Dafri meneguk ludahnya, dia memundurkan kepalanya sejauh mungkin.
"Irwana enyah lo dari hidup gue, dasar siluman buaya" dafri berusaha melepaskan rangkulan tangan Irwana.
Dafri mendengus kesal saat para siswa lain menjadikan mereka tontona.
Irwana mendeki wajah dafri dan birbisik.
"Jika tidak bisa disini, kan bisa dirumah" bisik wana di telinga dafri. Seketika tumbuhnya langsung menegang gadis ini benar-benar liar.
dafri langsung melepas paksa rangkulan gadis dan bergegas meninggalkan wana. Dengan perasan kesal, tindakan gadis itu sunggu sangan diluar nalar.
"dasar gila!" umpat dafri.
"hey...ketos galak, bibir lo manis banget!" teriak irwana yang sama sekali tidak malu dengan hal vulgar seperti itu.
irwana terus memegangi bibirnya yang baru saja bersentuhan dengan bibir manis suaminya si ketos galak.
"sepertinya itu akan menjadi candu ku ah.."
__ADS_1