Secret High School Wedding

Secret High School Wedding
Chapter 16


__ADS_3

Libur akhir pekan sudah selesain, kini semua siswa sudah berada di sekolah sekarang sudah waktu jam istirahat semua siswa sudah berhamburan di kantin.


Wana,Via dan Alice mereka berjalan masuk kearah kantin semua mata tertuju pada mereka terutama pad wana.


Wana yang di tatap seperti itu merasa risih dan sangat kesal terutama tatapan adik kelas mereka. Wanapun mendekati salah satu dari mereka.


"Kenpa Lo natap Gue kaya gitu?Apa ada yang aneh ama gue?" Tanya wana.


"Yah gue heran aja, kenapa tadi pagi Lo sekolahnya barengnya kak Dafri" Tanya Fallin, gadis itu bernama fallin dia adik kelas irwana.


"Terus kalau gue berangkat sama kak gala, apa urusanya ama Lo?" Bentak Wana.


Rani dan temanya baru masuk kantin langsung terkejut, dan dia segera berlari kearan sana.


"Wana Lo apa-apaan sih, kenapa lo bentak Adik kelas" ucao rani sengaja mengeraskan suaranya.


"Lah..ini mak lampir ngapin juga lo ilut campur"


"Eh...wana gadis secantik Rani Lo bilang mak lampir dasar Bad grill uuuu" teriak seorang siswa peria yang tidak terimah.


Semua orang meneriaki wan dan teman-temanya.


"BERISIKKK LO SEMUA" Wana segera pergi kearah meja yang biasa mereka duduki, hari ini dia lagi malas berdebat dengan karna tiba-tiba saja moood nya sudah hilang.


"Wan..lo mau pesan apa?" Tanya Via.


"Gila yah dafri banyak banget fensnya" ucap alice, dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari wana.


"Heee... tapi sayanya dafrinya sudah nikah sama badgril sekolah"


"Wee Lo bisa diam ngga sih, atau gue sumpel mulut Lo pakain ni Lombok botol Mau" kesal wana.


"Here...nyonya Dafri jangan Marah gitu dong"


"Nyonya ...Nyonya .....pala kau"


Brukkk...


Semua orang yang ada di kanting kaget di buatnya dan siswa di kanting mengarahkan matanya mejahnya wana dan juga teman-temanya.


"Siapa sih Lo datang-datang main marah-marah aja" umpat via kesal.


"Siapa diantara kalian bernama Irwana?" Teriaknya.


"Gue, kenapa cari gue. Mau minta tanda tangan. Nanti aja soalnya gue lagi laper nda mood gue lagi ngga baek" ucap wana santai.

__ADS_1


"Gue perlu bicara ama Lo"


"Ngga gue lagi sibuk"


"Dasar cewek murahan" ucap Gadis itu kesal.


"Apa Lo bilang? MURAHAN atas dasar Apa Lo Nyebut gue Murahan?" Wana menata gadis itu dengan tatapan tajam.


"Karna Lo berani kegatelan sama Pacar gue"


"Pacar Lo?Emang Pacar Lo siapa Mba?"


"Gue katrin Pacar dafri Alaska"


'Ternya Suami gue fansnya banyak juga' batin wana, "kaga peduli"


Katrin merasa kesal, karna wana terus melawan ucapnya, dia kemuan mengambil air yang ada di atas meja kemudian. .


Byurrrt...


Air itu tumpa mengenai wana. Baju seragam wana menjadi basah. Karna tidak terimah irwana langsung membalas perlakuan katrin dengan menyiramnya juga.


"Upss ..maaf sengaja" ucap wana.


"Kau.?" Katrin menujuk kearah waja wana.


Karna tidak terimah akhirnya kartrin langsung menarik rambut wana.


"Woii sakit Be*o" wana langsung membalasdengan menarik rambut katrin terjadilah kerusan di dalam kantin, mereka menjadi tontona oleh semua mutrid.


Dafri dan kedua sahabatnya baru masuk kedalam kantin mendapati siswa yang sedang berkelahi, dia segera kesana untuk melerai keduanya.


"Apa-apan kalian semua" bentak dafri.


"Daf...dia yang mulai dulu, karna berusaha melindungi diriku jadi aku terpaksa membalasnya" ucap katrin membuat dirinya seolah dia adalah korban.


"Dasar ratu drama" karna muak dengan semuanya, wana berjalan pergi meninggalkan kantin dan di ikuti oleh kefua sahabanya.


Dafri yang yang masih bingun hanya diam saja, dia masih bingung sebenarnya apa yang terjadi, wana pergi tanpa menjelaskan apa-apa.


Dafri pergi meninggalkan kantin, tadinya dia makan tapi karna kerjadi ini nafsu makanya jadi hilang.


Bell..pulang sekolah sudah berbunyi. kini wana dan dafri sedang berada di dalam mobil. Di sepanjang perjalana hanya ada ke heningan tidak ada yang berbicara sama sekali.


dafri yang merasa aneh di buat bingung, biasanya irwana banyak bicara kalau begini.

__ADS_1


"Lo kenapa Dari tadi diam aja?" tanya dafri.


"ngga ada"


"Lo jujur aja, sebenarnya Lo punya masalah apa sih, kenapa tadi Lo bisa beratem sama katrin?" tanya dafri.


"dia duluan yang ngusik gue" ucap wana.


"Gue ngga peduli, siapa yang ngusik duluan, Tapi setidaknya bisa tidak Lo tidak buat masalah satu hari saja"


" yah..gue ngga ngelakuin itu jika seseorang tidak ngusik gue dulua"


"yah..lo ngga usaha ladenin"


"enteng banget Lo ngomong yah, hentikan mobilnya"


"Lo marah?"


"gue bilang Berhenti" bentak wana.


Dafri mengehentikan mobilnya, dengan segera wana keluar dari mobil dafri. Hari ini moodnya sedang kacau Dia malas harus berdebat dengan dafri jadi Dia lebih baik turun.


"dasar Bocah, Terserah Lo mau kemana Gue ngga peduli" Dafri segera melajukan mobilnya.


Sementara itu irwana terus berjalan sekali-kali Dia mengusap air mata yang mengalir.


"mami sama papi jahat Dia ninggalin wana sendiri disini"


"Dafri kau jahat... GUE BENCI SAMA LO DAFRI ALASKA!!!!"Teriak wana Frustasi, hari sudah semakin sore. Irwana tidak tahu sejauh mana Dia berjalan dan kemana dia pergi.


"Astaga...gue kemana?" tanyanya pada dirinya.


Dengan segera dia membuka Tas untuk mencari ponselnya. Setelah dapat Dia segera menekan nomor dafri, walaupun sempat bertengkar dengan hatinya namun ketakutan mengalahkan semuanya.


driittttt


"hallo,wan...Lo dimana sekarang?"


"dafri...jemput gue sekarang, gue sangat...."


Tiba-tiba saja ponsel wana mati.


"ah...sial kenapa harus libet sekarang sih" kesal wana.


sementara itu dafri terus menghubungin nomor wana, namun hanya ada suara operator yang selalu terdengar.

__ADS_1


"Wana...Lo dimana sekarang" ucap dafri yang mulai cemas, untung saja mama dan papanya sedang ke luar untuk urusan bisnis papa.


Dengan segera dafri langsung mengambil jaket dan kunci mobil untuk mencari wana karna hari sudah semakin gelap.


__ADS_2