Secret High School Wedding

Secret High School Wedding
Chapter 11


__ADS_3

"minggir!"


"apa sih ini kamar gue!"


Sekarang ini mereka sedang menginap di rumah nadia rumah orang tua irwana.


"apa lo merasa tidak berdosa tentang kejadian tadi siang? Makanya lo harus tidur di bawah!" ucap dafri.


"Ck!siapa Lo yang berani-berani ngatur Gue!"


Irwana merwntangkan tanganya seolah memberitahu dafri kalau ini adalah daerah kekuasanya.


"Lah? Pertanya bodoh macam apa itu,GUE SUAMI LO INGAT IRWANA ANGELIA!"


"-dan perintah gue adalah mutlak dan tidak ingin di banta"


Irwana mengigit bibir bawahnya mengapa dunia ini begitu kejam padanya.


"apa yah kan-tetap aja teori cowok yang harus ngalah sama cewek  masih berlakukan!"


Dafri menatap malas Irwana,"Buruan minghir gue mau istirahat!"


"kaga....Lo yang harus tidur di bawah, ini kamar gue"


"Lo mau jadi istri durhaka yang banta suami"


"yah..pukul gue aja cepat agar kita bisa cerai" ucap wana.


"keknya tuhan ngasi lo otak setenga waras deh"


Irwana menatap langit-langit kamarnya dia kemudian menghelang nafas kasar.


"dafri sebenarnya suami-istri itu apa?"


pertanya konyol apa itu, dafri sudah sangat lelah Dia hanya menatap jenga pada wana, kemudian tubuhnya langsung dia hempaskan kekasur membuat wana refleks menarik tangan dan kakinya yang tertipah tubuh dafri.


"suami istri itu, gue yang bakalan nidas Lo mulai dari sekarang"


sebenarnya dafri risih harus berbagi tempat tidur dengan Irwana.


Mau tidak mau dafri harus membiasakan diri untuk berbagi tempat dengan wana.

__ADS_1


Ke esokan paginya, dafri bangun lebih dulu, dia memilih langsung mandi karna akan pergi sekolah.


Selesai mandi dafri pun memakai seragam seokolahnya yang dibawah dari rumah kedua orang tuanya.


Dafri melihat kearah ranjang dan Wana masih tidur dengan nyenyak,dafri akan memakai seragamnya dulu setelah selesai dia akan membangunkan gadis cantik yang sudah menjadi istrinya selama emapat hari ini.


Setelah selesai dafri berjalan kearah sisi ranjang untuk membangunkan irwana. Namun belum sempai membangunkan gadis itu, wana sudah bangun dulu.


"Mau ngapain Lo?" Ucap wana.


"Yah..mau bangunin Loh lah,mau ngapain lagi. dasar buaya  betina"ucap dafri


"Ngga perlu gue bisa bangung sendiri" ucap wana, dia kemudian menyibaskan selimutnya dan turun dari ranjang dan bergegas ke kamar mandi.


Dafri hanya mengakat sebela alisnya, "bisa bangun sendiri, yang benar saja"


Melihat irwana sudah masuk kedalam kamar mandi, dafri pun berjalan kearah meja rias untuk merapikan rambutnya.


Kamar irwana sangat domisti dengan warna biru, sangat bed gril sekali. Setalah selesai merapikan rambutnya dafripun keluar dari kamar dia akan menunggu wana di bawah saja sambil sarapan.


    ☆☆☆


"Irwana mana daf?" Tanya nadia.


"Anak itu kebiasanya masih belum hilang" ucap nadia.


"Yaudah kamu tunggu di meja makan dulu, mami mau panggil papi dulu di kamar" ucap nadia.


"Iyah mi" ucap dafri.


Irwana terlihat menuruni anak tangga dan diapun duduk di sebelah dafri, mami dan papi juga pun  sudah ada  di bangku masing-masing mereka semua sarapan pagi bersama.


Selesai sarapan dafri dan irwana berpamitan untuk berangkat kesekolah, mereka berangkat menggukan mobil karena hari ini sedang grimis.


Sebenarnya irwana bisa bawah mobil sendiri, namun mami dan papinya melarangnya karena sekarang dia ada dafri yang berstatus sebagai suaminya jadi mau tidak mau keduanya harus berangkat bersama.


Tak lama mereka sampai di parkiran sekolah, tunggu tumben dafri tidak menurungkanya di halte bus.di parkiran sudah ada fery, niko, rani dan sisi sahabat rani.


"Ko kalian bisa bareng?" Tanya niko yang terkejut melihat irwana turun dari mobil dafri.


"Kalian pacaran?" Tanya rani.

__ADS_1


"Ogah banget pacara sama ketos dingin memyebslkan ke dia" ucap wana, langsung menutup kasar pintu mobil dafri.


"Lah kalau tidak pacar kenapa kalian berangkat bersama?" Ucap niko.


"Lo crewet banget sih jadi cowok, udah kaya ibu-ibu kompleks perumah gue" kesal irwana langsung pergi dari sana, jika terus meladeni teman-teman dafri.


"Eh..irwana gue masih belum puas dengan jawaban lo" teriak niko.


Mereka melihat dafri keluar dari mobil, dengan merangkul sebelah tasnya dengan dafri sedikit menggulung lengan jas nya di tambah dengan kacamata protonomic yang melekat di matanya semangin menamba pesona sang ketos.


Siswi SMA pancasila yang melihat tampilan dafri yang berbeda hari ini langsung berteriak histeris pasalnya vibes dari dafri sangat mempesona bahkan dia sangat mirip dengan oppa-oppa korea yang mengenakan seragam sekolah ketika memerangkan peran siswa.


Niko dan fery juga terkejut dengan perubahan penampilan sahabatnya itu.


"Daff, ini Lo?"tanya fery masi tidak percaya.


"Kenapa lo terpesona sama gue" ucap dafri.


"Ganteng banget boss" ucap niko.


'Omg dafri ganteng banget'


'Ih...oppa ganteng banget'


'Ahhhh...dafri mau ngga nerima aku jadi pacarnya'


'Mimpi kali lo'


Begitu banyak pujian dari siswa Dari SMA PANCASILA, yang terus memuji dafri sang ketos.


"Dafri?" Panggil rani.


Dafri langsung melihat kearah rani yang memanggilnya.


"Hmm"


"Daf, kau dan irwana pacaran?" Tanya rani, yang dari tadi penasar.


Tapi pria itu tidak menjawab dia hanya menatap dingin.


"Lo ngga perlu tahu, dan itu tidak ada urusannya ama lo" ucap dafri, dia segera pergi meninggalkan parkiran di ikutu oleh kedua sahabatnya yang setia mengekor di belakannya.

__ADS_1


Rani yang melihat kepergia dafri, mengepalkan tanganya dia sangat kesal karna dafri meninggalkanya begitu saja dan satu lagi tadi dia berangkat bersama si badgril sekolah.


"Irwana...gue akan balas lo nanti" ucap rani.


__ADS_2