Secret High School Wedding

Secret High School Wedding
Chapter 15


__ADS_3

Pagi menjelang menampakan sinar terangnya, membuat seseorang mengerjapkan matanya karena terkena pantulan sinar matahari yang masuk dari sela-sela gorden.


"Hommmm....."gumam wana sembari merenggangkan ototnya dirinyapun mengubah posisi tidurnya menjadi duduk membuat selimut yang menutupi tubuhnya melorot, menampilakan pemandangan tubuh tanpa busan. Wana melihat pantulan dirinya di cermin yang memperlihatkan begitu banyak tanda merah.


"Ahhhhhh...."teriak wana dengan keras, hingga membuat seseorang yang sedang asik tertidur langsung terbangun.


"Berisik banget sih" kesal dafri.


"Dafri....Lo Apain gue" ucap wana langsung menatap kearah dafri, yang masih berusaha mengumpulkan nyawanya.


"Ck...apa sih Lo ganggu aja" kesal Dafri, karna dia di bangunkan dari tidur nyenyaknya.


"LO apain Tubuh Gue?" Tanya wana.


"Emmm..emang tubuh Lo kenapa?" Tanya dafri yang masih setenga sadar.


"Ini..ini...ini kenapa pada merah semua tubuh gue, lo pasti yang udah buat gue kaya gini" ucap wana.


"Oh...itu...emang Lo ngga ingat semalam ngapain?" Tanya dafri dengan menaik turunkan alisnya.


Wana mulai mengingat-ingat apa yang terjadi antara dirinya dan dafri tadi malam. Ketika mengingatnya pipi wana memerah dafri yang melihat itu tersenyum.


"Sudah ingat kan...atau kita perlu mengulangnya lagi karna semalam belu--"


Wana langsung membekap mulut dafri dengan tanganya,"gue udah ingat...tidak ada siarang ulang lagi"


"Tapikan semalam belum selesai jadi...."tanya dafri menggantukan kalimatnya.


"Jadi apa?" Tanya wana.


"Jadi kita lanjutkan yang tadi malam" ucap dafri melanjutkan kalimatnya.

__ADS_1


"Ngga ...ngga ada pokonya ulang-ulang" sentak wana dengan muka memerah menahan malu.


"Tapi kita kan belum...."


"Dasar ketos mesum..." kesal wana, dia segera turun dari kasur dengan selimut yang menutupi tubuh polosnya, wana segera masuk dalam kamar mandi dengan menutup pintu dengan keras.


"Hhhhh...." tawa renya dafri melihat tingka menggemaskan istrinya.


Beberapa menit kemudian wana keluar dari kamar mandii menampilkan wajah yang bersih dan segar.


Wana keluar hanya menggunakan handuk sebats paha, berjalan kearah lemari melewati dafri dengan santai. Ia sudah tidak malu lagi, lagian dafri juga sudah melihat semuanya.


Wana memang sengaja ingin menghukum dafri dengan menggodanya. Wana yang mendengar langka dafri tanpa menoleh dan berkata.


"Mau apa lo?"tanya wana Ketus padahal dalam hati dia tertaa cekikikan.


"Ngga...ngga..cuman mau ambil handuk doang" kila dafri salah tingkah dengan menggaruk kepalanya.


Dafri yang salah tingka segera menuruti perkataan wana, dia segera mencari handuk. Setelah dapat dia segera berlalu ke kamar mandi. Kini tinggal wana yang menertawakan tingkah dafri yang sangat lucu.


"Emang enak gue kerjain, siapa suruh bikin badang gue merah-merah gini" gumam wana, setelah puas mengerjai dafri, wana segera vergegas memakai baju, sebelum dafri keluar. Wana berjalan ke meja rias melihat pantulan dirinya di cermin.


"Ahh...dasar kadal Afrika, ini gimana cara ngilanginya dari leher gue, mala banyak banget lagi" ucap wana menggigit kukunya m, dia berusaha mencari solusi.


"Lo ngapain sih?" Tanya dafri yang sudah berdiri di belakan wana dengan rambut yang basah, dan handuk yang terlili di pingga menampilkan perut sixpek miliknya.


Wana yang melihat itu menelan ludahnya. Matanya tepat berhadapan dengan dada bidang milik dafri.


"Berisik lo, ini tuh gara-gara Lo juga sih, dan Lo harus tanggu jawab bantuin gue" ucap wana.


"Kenapa gue jadi yang salah, emangnya gue ngapain?" Tanya dafri heran.

__ADS_1


"Ini...ini..ini..ini semua perbuatan Lo,jadi Lo harus bantuin gue ngilangi tanda-tanda merah dari leher gue" ucap wana pada dafri sembari menujukan maha karya dafri di lehernya.


"Emang di gosok-gosok ngga bisa?" Tanya dafri.


"Ngga bisalah bambang, lo pikir ini gosok-gosok berhadia" ketus wana.


"Lah, gue harus gimana. Gue juga ngga tahu gimna cara ngilanginya" jawab dafri dengan entengnya.


"Yah..setidaknya lo harus bantuin mikir dong bambang" ucap wana kesal.


"Lo punya semacam alas bedak ngga, semacam foundation gitu. Coba tutupi pakai itu siapa tahu bisa" usul dafri.


"Punya, oke gue coba deh tutupi pakai itu" wana mulain mencari benda yang dicarinya, sangat suli menemukan karna begitu banya make up dan Scencare di meja riasa. Sementara itu dafri memakai bajunya dan bergegas turun ke bawah.


"Nah..ini dia" ucap wana senang karna barang yang di cari sudah ketemu. Wana mulai mengaplikasikan foundationnya di leher dan apa yang terjadi....


"Yes..akhirnya berhasil ketutup juga" teriak wana dengan senang, dia berhasil menutup mahakarya dafri dengan sempurna.


"Ngga usah teriak-teriak juga kali budek nih kuping gue" ucap dafri menutup telinganya dia baru saja masuk kekamar tapi sudah di sambut suara wana.


"Terserah gue lah, mulut juga mulut gue kenapa Lo yang sewot"


"CK...Dasar Bocah, terserah Lo deh, udan selesai belum kalau sudah ayok turun di tunggu mama sama papa buat sarapan" ucap dafri mengajak wana karna sudah di tunggu mama sama papa di bawah.


"Udah ayok turun.." wana berjalan duluan meninggalkan dafri.


"Dasar Baya betina"


Hallo pembaca setiaku maaf yah aku jarang up nya. Tapi tenang pasti ceritanya aku selesain kok. Dan tetap setiah bacar karya aku.


Salam hangat untuk kalian dan selamat berakhir pekan, I love semua😚

__ADS_1


__ADS_2