
1 bulan terlah berlalu semejak kejadian Wana hampir di lecehkan, untungnya dafri datang tepat waktu. Kejadi yang terjadj biarlah menjadi kenangan masa lalu saja tidak perlu di ingat lagi.
Hari sudah mulai gelap. Matahari sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik hari ini. Para bulan dan bintang sudah mulai bermuculan. Angin sepoi-sepoi yang sangat menyejukan mengenai loncen angin yang berwana biru.
Dua anak mudah sedang menikmati indahnya malam di teras balkon kamar. Wana yang sedang sibuk bermain game di ponselnya dan dafri yang sibuk dengan gitarnya.
"Dafri nyanyi dong, bosab nih" ucap wana.
"LO Mau lagu apa?"
"Aku mau lagu yang romantis"
"Terlalu sayang"
"Oky"
Dafri mulai memetik senar gitar nya dan mengeluarkan bunyin.
"Takkan ku biarkan insan lain mencuri hatimu..." satu suara keluar dari bibir dafri.
"Terlalu indah dirimu untuk ditinggalkan"
Wana menghentikan main gamenya kemudian menyalahkan kamera dan mulai merekam.
"Ku merasa tenang bila kau tersenyum
Tak akan kubiarkan rasa ini menghilang"
"Aku cinta padamu terlalu sayang padamu
Takkan habis semua kisah cintak"
"Ku merasa tenang bila kau tersenyum
Tak akan kubiarkan rasa ini menghilang"
"Aku cinta padamu terlalu sayang padamu
Takkan habis semua kisah cintaku padamu"
"Aku cinta padamu terlalu merindukanmu
Kan ku abadikan cinta kita dalam mata hatimu"
"Sungguh kumerasakkan cinta yang dalam
Yang terisaratkan dari wajahmu"
__ADS_1
"Hadirkan berjuta bahagia
Yang tercipta dari hatimu
Karena kau satu-satunya bintang terindah untukku
Dengarlah....."
"Gimana,?"
"Ternyata Lo pintar nyanyi juga" puji wana.
"Tentu saja"
"Kenapa lo ngga ikut kelas musik saja?"
"Tidak minat"
Dafri menyimpan gitarnya di sampin kursi kemudain mengambil ponsel dan memaikannya.
"Oh iya, gimana ulang tadi?" Tanya dafri pada wana.
"Gimana apanya?" Tanya wana yang tidak mengerti.
"Yah..kali aja Lo kesulitan" ucap dafri.
"Affa iyah?"
"Tentu saja Irwana gitu lho.." ucao irwana membanggakan dirinya.
"Wan...kita bisa ngga manggi Lo, Gue kita ganti Aja Aku, kamu gimana?" Tanya dafri.
Wana melotot, dia bingun kenapa dafri bisa berubah gitu. "Ngga Salah minum Obat?"
"Ngga, Aku mau kita mulai dafri awal gimana?"
Keduanya terdiam, dan saling bertatapan. Kedua manik mata mereka bertemu, perlahan dafri memajukan wajahnya dan
Cup
Satu kecupan di dahi irwana, wana yang mendapat serangan mendada seperti itu hanya terdiam dan langsung memegangi dadanya. Seolah-olah jantungnya rasanya ingin keluar.
Sedangkan dafri langsung memalingkan wajanya, dia menjadi salah tingka.
Wana berdiri dari dudukanya.
""Udah mau tidur?" Tanya dafri, sebenarnya dia sangat gugup namun sebisa mengkin dia menghilangkanya.
__ADS_1
"Hmm" wana segera berlari masuk, dia juga menjadi salah tingka di buat.
Di dalam kamar wana langsung memegangi dadanya yang berdetak dengan kencang.
"Omg...jantung kenapa begini sih" gumam wana,"ahhh....dafri kau membuatku gila"
Sementara dafri menyandarkan kepalanya di sandaran kursi dia menatap langit malan.langit yang di penuhi dengan bintang dan bulan.
"Hai...bulan, sinar mu sangat cantik seperti cantiknya wajah istriku" gumam dafri tersenyum, dia seperti sedang berbicara kepada bulan.
dafri masuk dalam kamar, Lalu pandanganya berhenti di ranjang dimana wana sedang membaca buku sembari menyandarkan kepalanya di sandaran ranjang.
wajah tenang, yang terkenah cahaya lampu meja yang cahaya berwarna warm white. Dafri yang melihatnya terpesona dengan kecantikanya.
Dafri berjalan kearah ranjang dan duduk di pinggirang di samping wana.
"apa yang sedang kamu baca?" tanya dafri.
"gue sedang baca--"
"hilangakan kata Lo dan Gue" potomg dafri.
"idiii, Siapa Lo?"
"IRWANA ANGELIA PERMANA!"
"Heee....iyah,iya..."
"good gril" dafri mengusapa puncuk kepala wana dengan lembut. Wana yang di perlakukan seperti itu oleh dafri langsung mendapatkan debarang jantung yang sanagat kencang.
"dafri Alsaka, jagang jebak gue dengan perasaan ini.jangan buat aku berharap lebih dari Lo" Gumam wana dalam hati.
"tidur yah...udah tenga malam,besok kita sekolah" dafri berdiri dan berjalan masuk kedalam kamar mandi. Wana hanya bisa menatap dalam diam.
"apa gue mencoba untuk membuka hati kembali?" tanya wana pada dirinnya sendiri.
Karena sangat sulit untuk menyakinkan hatinya, wana menutup buku dan menyimpanya di atas meja nakas di samping tempat tidur. kemudia wana menarik selimut menutupi tubuhnya sepertinya dia sangat lelah.
Dalam beberapa menit kemudian, dia pun masuk kealam mimpi.
Dafri sudah membersikan tubuhnya, dia melihat wana sudah tertidur.dafri segera menuju kelemari untuk mengambil pakain setelah selesai dia segera naik keatas ranjang dan tidur di samping wana.
Dafri menatap punggu irwana yang membelakanginya kemudian dia menarik wana dalam pelukanya agar wanita itu bisa tidur dengan nyenyak. Wana yang di pelukpun tidak menolak sama sekali, dia malahan membenangkan wajahnya di dada bidang milik dafri.
Hallo tema-teman jangan lupa dunkun karya aku, di episode 50 akan ada promosi karya baru, kalian pasti penasaran buruan selesaikan bacaanya nanti kalian tahu pada episode 50. Ceritanya juga ngga kalah menarik darik cerita dafri dan Irwana. Cerita Rayzan dan Ariana akan menguras tenaga dan emosi.
Jangan lupa dukun author terus yah.... See you again..
__ADS_1