Secret High School Wedding

Secret High School Wedding
Chapter 13


__ADS_3

Setelah semua pekerjaan selesai wana berjalan menuju ruang keluarga di mana ada mama liona sedang menonton sinetron favoritnya.


"Udah selesai sayang?" Tanya mama liona mengalihkan perhatianya dari televisi saat merasakan sofa di sebelahanya ada yang menduduki.


"Sudah ma" ucap irwana seraya tersenyum kearah mertuanya.


"Oiyah sayang kamu nanti ikut sama mama yah, kebutulan mama punya langgana butik paling bagus pasti sudah ada dres baru dan gaun baru jadi kita bisa milih-milih"


"Yaudah mah, wana siap-siap dulu" ucap wana sembari beranjak dari sofa.


"Iyah, sayang mama tunggu yah"


"Iya ma" ucap wana berjalan meninggalakan mama liona, menuju lantai dua kamar dafri.


Saat membuka pintu kamar irwana terkejut ternya dafri sudah kembali dan sedang memainkan ponselnya.


wana berjalan melewati dafri menuju lemari untuk mengambil baju yang sudah dia bawah dari rumah karna mereka memutuskan untuk tinggal bersama orang tua dafri hingga mereka lulus sekolah.


Setelah berganti pakain irwana kemudia berjalan kearah meja rias, di sana semua make up dan scincare nya sudah tersusun rapi. Wana mengoles sedikit bedak tipis kewajahnya dan tidak lupa memakai liptin.


Dafri yang melihat itu mengeriytkan alisnya heran.


"Mau kemana?" Tanya dafri yang penasaran, pasalanya ini sudah malam.


"Kamu nanya?" Jawab wana judes.


"Yah saya bertanya nyonyq dafri Alasaka" ucap dafri menyebalkan.


"Hahh..muka mu lucu daf" tawa irwana.


"Mau kemana sih?" Tanya dafri lagi.


"Mau pergi"


"Kemana?"


"Kebutik"


"Sama siapa?"


"Sama mama, iss...Tenanglah tuan dafri Alsakan, gue ngga akan kabur dari lo" ucap wana kesal.


"Gue ngga kepo yah, gue cuman mastiin. Karna lo tanggung jawab gue"


"Mastiin apa?"


"Mastiin kalau lo ngga akan aneh-aneh"


"Ish....udah gue pergi udah di tunggu ama mama"


"Ets...salim dulu, main pergi-pergi aja"

__ADS_1


"Ih.."


Wana menyalimi tangan dafri dengan terpaksa.


"Dasar ketos gila"


Dafri menggelekan kepalanya yang melihat tingka lucu istrinya yang sudah keluar dari kamar.


Tidak butuh waktu lama wana dan mama liona tiba di butuh waktu lama, keduanya masuk dalam butik dan di sambut langsung oleh pemilik butik.


"Halo jeng liona, gimana kabarnya. Udah jarang banget lho mampir kesini" ucap sang pemilik tersebut dengan senyum di wajahnya.


"Iyah jeng, kabar aku baik. Akhir-akhir ini aku sibuk ngurusin rumah" jawab mama liona.


"Owh..aku kira lupa"


"Ngga lah jeng, emang lagi sibuk aja"


"Eh..ini siapa jeng masya Allah cantik banget?" Tanya ranti sang pemilik butik.


"Owh..aku lupa kenalini. Ini namanya irwana menatuku cantik kan" ucap mama liona.


"Hallo tante kenali, nama aku irwana, panggi saja wana" ucap irwana memperkenalkan diri dengan mengulurkan tanganya.


"Wah..wah..ini menantumu liona, istrinya dafri, kok ngga ngundang-undang sih jeng"


"Iya..baru juga acara ijabnya belum resepsinya jeng"


"Owh, begitu yowes. Silahkan lihat-lihat dulu" ucap Ranti, "itu pojok sana jeng semua gaun dan dressnya baru datang"


Mama liona mengajak wana ke tempat dimana banyak tergantung gaun dan dress terbaru bebagai warna dan motif yang terpapan rapi dan begiti indah di pandang.


"Sini sayang, sepertinya dress ini cocok denganmu sayang" timpa mama liona dengan memyodorkan dress dengan warna biru navy. "Coba gih sayang pasti cantik"


Wana mengambil dres dan bergegas masuk kedalam ruang ganti pakain.


contoh dress pilihan mama mertua🤭



"Masya allah cantik banget menantuku" puji mama liona.


"Ah...mama bisa saja" jawab wana dengan malu-malu.


"Benar sayang kamu cantik banget pasti dafri pangling sama kamu" ucap mama liona, membuat pipi wana memarah karan malu.


"Yaudah kamu mau pilih mana lagi, pilih mana yang kamu suka"


"Udah cukup ma, ini aja ma"


"Beneran udah ngga mau milih lagi...?"Tanya mama liona memastikan

__ADS_1


Yang di jawab wana dengan gelengan kepala.


"Yaudah kita bayar dulu, setelah itu kita pulang sepertinya sudah sangat malam"


"Iya ma"


Setelang beberapa menit mereka tiba di rumah, keduanya turung dengan menenteng paper bag masing-masing kemudian masuk kedalam rumah.


"Yaudah sayang masuk kekamar gih, pasti kamu capek kan. Langsung istirahat yah" ucap mama liona.


"Yaudah ma, wana dulu yah" pamit wana.


"Iya sayang"


Irwana membuka handle pintu dengan perlahan memasuki kamar. Dilihatnya dafri sudah tidur perlahan wana mendekati dafri dan di pandang lah wajah tampan dafri dengan jarak yang dekat.


"Kalau di liat-liat kau ganteng juga yah, kalau tidur begini. Beda lagi kalau bangun galaknya ke harimau" gumam wana dengan pelan agar tidak membangunkan dafri.


"Yaudah gue bersih-bersih dulu setelah itu Turu, capej banget"


Wana berjalan kearah kamar mandi, untuk membersikan diri.


Perlahan dafri membuka matanya, dia tersenyum sàat mendengar tadi gumam wana yang sedang memujih ketampananya.


Tak berselang lama wana keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk sebatas paha.


Dafri buru-buru memejamakan matanya kembali tapi masih sefikit mengintip . Melihat wana yang hanya menggunakan handuk membuatnya menelan ludah. Dia juga pria normal yang menginginkan semua itu apalagi irwana adalah istrinya dan itu juga halal baginya. Perlaha tapi pasti dafri bangkit dari tempat tidur dan menghampiri wana yang masih sibuk memilih baju tanpa sadar bahwa dirinya sedang bahaya saat ini.


Dafri melingkarkan tanganya di pingga wana sedangkan kepalanya berada di ceruk leher wana. Menghirup dalam aromah sampo menyegarkan membuat jiwa lelakinya membrontak.


"Ahhhhhhkkk" teriak wana karna kaget.


"Sssutttt diamlah Wana, atau kau akan membanguni seisi rumah" timpal dafri yang masih bedah dengan posisisnya.


Wana menolek dan memdapati dafri yang masih memeluknya.


"Dafri lepasin ngga..." berontak wana dengan berusaha melepasakan tangab dafri dari tanganya.


"Lo dulun yang mancing gue, jadi lo harus tanggu jawab" ucap dafri dengan suara seraknya, tepat di telingan wana membuat irwana mengidih ngeri.


"Ta..tanggu ja...wab apa?" Tanya wana dengan gugup.


"Lo udah goda gue"


"Si..Siapa Yang...goda lo" wana memang badGril tapi jika Berhadapan dengan Dafri Alsaka sekita nyalihnya menciut.


"Lo kira...cuman pakai handuk ini ngga ngegoda gue" jawab dafri semakin mendekat dan mempersempit jarak.


"Lo..Lo..Lo...Mau apa?"Tanya wana dengan panik saat dafri mempersempit jarak.


"Menurut Lo Gue mau ngapain?" Tanya dafri dengan seringainya,irwana langsung menelan ludahnya dengan susah payah.

__ADS_1


Hallo teman-teman baik, terimakasi sudah mampir. Maaf yah author jarang update author sibuk sama Laporan kuliah author. Kalau author akan coba untuk bisa up terus.


Jangan lupa like, komen,vote dan tambahkan ke favorit juga yah, sayang kalian banyak-banyakkkkk 😘😘😘


__ADS_2