Secret High School Wedding

Secret High School Wedding
Chpter 8


__ADS_3

Setelah melewati hari yang cukup melelahkan, dan akhirnyq bel pulanh sekolah berbunyi.


Banyak siswa yang sudah meninggalkan lingkungan sekolah dan ada yang masih di sekolah ada jadwal ekstra dan lain-lainnya.


"Woii..gaes baru liat semalam di sosmed ada cafe yang baru buka di dekat sekolah. Keliatanya bagus, bagaimana kalau kita mampir dulu disana sekalian ngisih perut. Gue lapar lagi nih" ucap alice.


Via mengangguk "boleh nih gue juga peansaran, bagaiman denganmu wan?"


Wana menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "maaf besti-bestiku yang cantik, hari ini gue ngga bisa. Mami nadia memintaku pulang untuk menemaninya. Next time aja kita pergi nanti gue yang teraktir deh" ucap wana sedikit menyesal terhadap sahabatnya.


Via dan alice hanya mengangguk pasra. Keduanya menghargai keputusan wana. Apalagi ini menyangkut tante nadia.


"Yaudah deh kita titip salam sama mami nadia yah" ucap via.


Wana mengangguk. "Gue balik dulu yah, takut mami ngamuk" kemudian wana berjalan pergi meninggalkan alice dan via menuju parkiran dimana motornya berada.


Sebenarnya wana sangat di larang keras oleh ayahnya menggunakan motor, namun gadis itu sangat keras kepala dan tetap tidak mendengarkan leon papinya.


Tidak butuh waktu yang lama untuk wana sampai di parkiran sekolah.setelah mengambil motornya dan hendak keluar parkiran matanya tak sengaja berpapasan dengan dafri yang sepertinya juga ingin mengambil motornya.


Wana berdecit kesal, dia langsung mengalihkan pandanganya kearah lain. Tapi entah apa yang di rasakan wana, dia merasa masih dafri masih melihat kearahnya, hal itu terbukti saat melihat dari kaca spion motornya.


"Mengapa si es batu itu terus menatapku seperti itu" kesal wana.


Wana membalas tatapan tajam dafri dari spion motornya dengan menatap tajam juga. Karna tidak ingin berurusan dengan osis dan Ketos yang menyebalkan itu wana segera pergi meninggalkan area parkiran dengan motor sport nya.


Saat wana memasuki area kompleks perumahanya begitu banyak mobil dan motor yang terparkir rapi di dekat rumahnya.


"Kenapa banyak banget kendaraan sih, terus ini motor gue harus di tari mana?apa mami bikin arisan di rumah lalu ngajak teman-teman arisanya, tapi biasnya mami arisanya di rumah bu Rt tumbeng banget arisan di rumah?" Ucap Wana bermonolog sendiri.


Karena sudah sangat lelah, wana memarkirkan asal-asalan motornya, yang dia pikirkan adalah kasur kesayanganya dan merebahkan diri.


Saat wana masuk kedalam rumah wana di kagetka oleh beberapa orang yang memakai pakain serba hitam-hitam.


"Kenapa banyak orang disini? Mengapa mereka mengenaka pakain hitam-hitam?"


"Mami, papi?" Panggil wana, khawatir tidak melihat orang tuanya.


"Ada apa sayang" ucap mami nadia, keluar dari dapur dengan membawah nampan.


"Mami ngga apa-apa kan?" Ucap wana memeriksa maminya.


"Mami ngga apa-apa sayang" ucap lembut mami Nadia.


"Mi..mereka siapa?" Tanya wana.

__ADS_1


"Owh itu bodigart teman mami" ucap mami.


"Owh..."


Wana segerah naik kekamrnya umtuk tidur, dia sangat lelah. Dan nanti siang harus temani maminya entah kemana, wanapum tidak tahu.


☆☆☆


Wana sudah mandi dan bersih-bersih dia segerah turun untuk melkukan makan malam bersama keluarga.


"Selamat malam mi,pi" sapa wana yang sudah duduk di kursinya.


"Malam sayang" ucap mami nadia.


"Mi, kita ngga jadi keluar?" Tanya wana, karena seingatnaya mereka akan makan malam bersama dengan keluarga.


"Tidak sayang, dan kami juga sudah sepakat ko" ucap papi leon.


"Sepakat apa?" Wana merasa perasanya tidak enak, melihqt ekspresi dari kedua orang tuanya.


"Kalau mami menjodohkan mu dengan anak teman mami" ucap mami nadia.


"What?mami jangan bercanda dong?" Ucap wana, yang terkejut.


"Wana ngga mau pi" tolak wana.


"Sayang, ini demi kebaikan mu" ucao lembut papi leon.


"Pokonya wana ngga mau mi!" Tolak wana.


Brakkk...


Nadia memukul meja dengan keras, untuk menghentikan perdebatan antara ayah dan anak ini.


"Sudah...mami ngga terimah penolakan, dan kau wana mami sudah lelah sudah lelah dengan kelakuan kamu. Jadi mami harap kau akan berubah setelah menikah" tegas nadia.


"Tapi mi, wana masih sekolah" wana langsung memasang wajah seduh nya.


"Tidak usah pura-pura akting"


Wana langsung memasang wajah memalsanya, jika berurusan dengan maminya dia tidak bisa menolak. Dengan perasaan kesal wana pergi mwninggalkan meja makan langsung menujuh kekamarnya.


"Sayang....apa ini-"


"Diam lah"

__ADS_1


Leon langsung berhenti berucap saat nadia menatap tajam kearahnya.


Di kediaman Dafri...


Krukkkk ....(suara perut)


Seharian di dalam kamar dan belajar membuat perut dafri keroncongan.


"Lapar? Mendingmakan" ucap dafri, dia segera menutup bukunya dam memutuskan turun dan ikut makan malam bersama keluarganya.


"Malam pa,ma" sapa dafri kepada orang tuanya yang sudah duduk di kursi meja makan. Dafri pun langsumg menempati kursi sebelah kanan papanya.


"Malam anak mama" balas orang tua Dafri.


"Dafri papa nanti mau ngomon sama kamu"ucap papa Kenzo.


"Iyah pa" jawab dafri.


Merekapun melanjutkan makan malamnya dengan nikmat tanpa ada suara orang berbicara, hanya ada dentingan sendok yang beradu karena berbicara saat makan itu tidak boleh.


Setelah semuanya selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga sambil menonton tv.


"Dafri pap mau jodohin kamu sama anak teman papa" ucap papa kenzon to the point.


"Pa?" Ucap dafri kaget.


"Dan kamu dafri tidak boleh menolak perjodohan ini" ucap mama liona tegas.


"Atas dasar apa papa sama mama jodohin aku?" Tanya dafri.


"Papa ngga mau kalau kamu sampai salah pergaulan dan papa juga sudah janji ketika punya anak laki-laki, papa akan jodohkan dia dengan anak teman papa" jelas papa kenzon.


"Huff, dafri ngga bisa nolak kan? Yaudah" ucap dafri pasrah.


Walaupun dia satu-satunya anak laki-laki sekaligus anak tunggal. Dia perna menjadi manja atau menjadi anak yang kurang ajar.


Kenzo dan liona tersenyum melihat putranya setuju walaupun dengan terpaksa, kalau dafri sudah pasra.


"Ma, pa, naik keatas dulu untuk istrahat,malam" ucap dafri pamit kepada orang tuanya untuk naik kekamarnya.


Dafri berjalan menaiki anak tangga satu persatu dengan perasan sabar, dia masih berpikir kenapa dia harus menikahi anak gadis orang? Dafri tidak habis pikiri dengan kedua orang tuanya itu. Dia masih SMA tapi di suruh menikah? Apa yang di pikirkan oleh kedua orang tuanya itu?


Dafri membuka pintu kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur yang emput itu. Dia kembali bagaimana dengan gadis yang mau di jodohkan dengan dia? Apa dia mau di jodohkan dengan dirinya? Apa gadis itu ada tipe dirinya? Banyak sekali pertanya yang berputar-putar di kepalanya itu.


Saking pusingnya dia terlelap dengan sendirinya.belum ada 5 menit dia berbaring kini dia sudah berada di bawah alam sadarnya.

__ADS_1


__ADS_2