
"IRWANA ANGELIA,bangun ini sudah siang sayang" Decak Nadia, membangunkan putri semata wayanganya.
"Asatagafirullah mami, ini masih pagi" wana kembali menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya.
"Sayang..bangu, jangan membuat mami mu naik dara pagi-pagi gini" nadia masih berusaha memabangunkan putrinya itu.
"Baikalah jika kau tidak ingin bangun, mami akan sita semua fasilitas kamu. Mulai dari mobil,uang jajan, ATM-"
"Iya..iya..mamiku yang cantik aku bangun sekarang"
Wana bangun dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya, dia merasa sangat lelah karena membersikan gudang kemarin.
"Tubuhku sangat lelah, ini semua gara-gara si ketos dingin itu" umpat Wana.
☆☆☆
Sesampainya di sekolah sudah tutup yang itu artinya wana terlambat lagi. Tapi itu sudah menjadi kebiasaan buat wana,terlambat itu ada hal sepeleh.
"Adedee, ada anak OSIS lagi di depan gerbang lagi" Wana mengintip anak Osis dari balik pohon. Hari ini dia tidak memakai mobil, dia lebih memilih naik bus dari pada naik mobil walaupun dia berasal dari keluarga kaya yang bercukupan.
"Ngga ada pilihan lain, sepertinya gue harus majat pagar lagi deh" wana berjalan pelang ke belakang sekolah.
Hap.
"Sepertinya gue akan lewat disini terus setiap hari" saat wana berbalik badan dan ternyata disana ada sang Ketos Galak.
"Ah..sial!" Umpat wana.
"Ikut Gue ke ruang OSIS sekarang" Dafri menarik dasi wana seperti sedang menarik seekor kucing.
"Eh..ngga Usah narik-narik ke gitu ajrottt"
__ADS_1
"Diem atau gue cium" ancam Dafri yang membuat wana diam.
"Di cium ama Lo yang ada gue harus mandi kembang Tuju hari,Tuju malam" gumam wana pelan, tapi masih bisa di dengar oleh dafri.
"Lo bisa tidak membuat onar, Lo baru diskors belum di keluarkan,gue juga bosang ngurusin Lo itu" omel Defri.
"Yah..kalau lo Bosang, ngga usaha ngurusin gue" jawab wana.
"Kalau lo dibiarin, akan tamba menjadi-jadi. Lo udah bikin mood gue menjadi buruk, jadi siap-siap aja Lo" ucap Dafri smirk.
Dafri Pergi keluar ruang dan meminta Wana tetap tinggal disana.
"Oke juga Yang ini" Dafri melihat-lihat kesekeliling.
Setelah itu Dafri kembali lagi keruang OSIS.
"Gue punya hukuman yang pas Buat Lo kali ini" ujar Dafri.
"Edihh..pede banget sih Lo, jangan ngarep lo jadi pacar gue dan asal lo tahu Lo jauh dari tipe ideal gue!" Jawab Dafri ngegas.
"Sekarang Lo bersihin aula yang sudah di gunakan rapat semalem"
"What?Lo nyuruh Gue Bersihin aula Lagi, kemarin Lo nyuruh Gue Bersihin gudang. Apa kata siswa yang lain ketika melohat Seorang IRWANA ANGELIA membersikah aula" protes Wana.
"Gue ngga peduli sekarang buruang bersikan, dan jangan coba-coba Lo kabur, gue akan mantau Lo dari CCTV" Dafri menarik tangan Wana menuju keaula.
"What!sejak kapan ada CCTV di sekolah?" gumam wana.
☆☆☆
Di aula.
__ADS_1
"Omg...Mami ku, tolong lah putri kesayanganmu ini yang Disiksa oleh Ketos berkedot Iblis ini" wana terus mengeluh,bagaimana tidak mengeluh orang aula sudah seperti kapal pecah.
Sedangkan di ruang OSIS ada fery, Niko dan tentu saja Dafri yang sedang memantau Wana di CCTV.
"Lo seriusan kasih hukuman ini ke dia? Dia kan cuman sendirian ngga kasihan Lo def?" Tanya Fery.
"Tidak biar dia juga kapok" jawab dafri.
"Tapi ada benarnya juga yah Lo kasih, biar dia kapok. Jujur gue udah ngadepin mereka yang selalu berbuat masalah, terutama Via" keluh niko.
"Setuju, mengapa tidak memanggil dua pembuat onar itu juga" ucap Fery.
"Dafri" panggi seorang gadis cantik anggun dan lembut dari lembut pintu OSIS.
"Kenapa?" Tanya dafri.
"Enggak kok, aku mau cuman kasih tahu kalau kamu di panggil Bu amelia" ucap rani dengan lembut.
"Ok gue nanti kesana"
"Yaudah aku duluan dulu yah." Rani menghilang dari balik pintu itu.
"Gila sih Rani udah cantik, baik,lembut pinter lagi. Tapi sayangnya dia sukanya sama Dafri si manusia dingin ini" ucap Fery.
"Yaudah kalau lo mau dia ambil aja" ucap dafri.
Mereka kemudian Kembali fokus pada Wana, tenyata gadis itu tidak membersikaan dia mala tertidur di kursi dengan memeluk sapu.
"Lucu juga ini anak" batin Dafri.
Jangan lupa Like,vote dan tambahkan ke favorit yah🖤
__ADS_1