
"Lo mau apa?" Tanya wana dengan bibir bergetar.
"Menurut Lo gue mau ngapain?"tanya dafri masih dengan posisi yang sama.
"Jangan aneh-aneh deh lo, kalau lo aneh-aneh gue bakalan teriak" ancam wana.
"Oh..Lo mau teriak, yah teriak aja tapi sampai suara lo juga habis ngga akan ada yang berani kesini" ucap dafri menantang.
"Lo..Lo mau apa sih, jauh-jauh sana jangan dekat-dekat"
"Gue mau ngapain lo pun juga bebas, karna lo adalah istri gue.jadi terserah gue kalau mau ngapain-apain lo, lagian lo sendiri yang mancing-mancing gue. Jadi lo harus tanggu jawab nyonya dafri" ucap dafri dengan seringainya.
Dafri mengakat tubuh wana yang hanya berbalut handuk dan membawahnya menuju ke ranjang.
"Aaahhh..."wana yang kaget karna dafri tiba-tiba menggendongnya tiba-tiba menjerit karna kaget.
"Dafri turuni gue ngga" berontak wana
"Ststttt diam atau gue jatuhin Lo" ancam dafri seketika membuat wana diam.
Setelah sampai di ranjang,dafri membaringkan pelan-pelan tubuh wana di ranjang dan kemudian mengukungkunya tubuh wana.
"Dafrj lepasing gue, gue belum siap. Gue mohon lepasin gue" Mohon wana dengan isak tangis.
"Ssstt...jangan nangis oke" ucao dafri sembari menghapus air mata wana. Lalu dafri mendekatkan wajanya dengan wana sontak membuat wana memalingkan wajahnya.
"Irwana Liat gue" ucap dafri sembari menangkup pipi wana untuk menghadapnya.
"Jangan takut, gue ngga akan nyakitin Lo" ujar dafri menenenangkan wana.
Perlahan-lahan dafri mulai mendekatkan wajahnya pada wajah wana. Membuat bibir mereka saling bersentuhan. Dafri mulai ******* bibir tipis wana dengan pelan, agar tidak menyakiti istrinya. Dan itu membuat dara wana berdesit hebat. Perlahan tapi pasti wana mulai perlahan menikmati ciuma dafri.
Bibir dafri perlahan turun keleher jenjang nan putih milik wana. Menyesap dengan kuat hingga meninggalkan tanda merah keunguan.
Membuat wana ingin mendesah namun di tahannya.
"Keluar saja, ngga usah ditahan" ucap dafri di selah ciumanya
"Ahhh...emmmm...dafri" akhirnya satu ******* wana lolos dari bibirnya, karena merasa geli.
Mendengar ******* yang keluar dari bibir wana membuat gairah dafri semakin terbakar. Dengan rakus dafri kembali memanggut bibir wana. Tangannya pun tidak tinggal diam, tangannya mulai meraemas bukit kembar milik wana yang masih tertup dengan handuk.
Dengan perlahan dafri melepasakan handuk yang masih melilit di tubuh wana. Hingga kini wana benar-benar polos dan tidak ada sehelai beanngpun. Dafri terteguh suatu hal yang menujulang.
Kemudian pandanganya terun mengarah tepat pada intih tubuh milik wana.
__ADS_1
Wana yang melihat dafri menatap intih tubuhnya tanpa berkedip seketika menutup area terlarangnya dengan selimut.karena handuknya di buang oleh dafri entah kemana.
"Iss...jangan diliatin gue malu tahu"ucap wana dengan wajah yang sudah memerah.
Dafri yang melihat pipi wana memerah seperti kepiting rebus semakin ingin menggodanya.
"Jangan di tutupi" ucap dafri menyibahkan selimut yang menutupi sebagin tubuh wana.
"Tapi Gue malu" ucap wana langsung menutup wajahnya dengan telapak tanganya.
"Ngga usah malu, nanti juga terbiasa" ucap dafri sembari memyimgkirkan tangan yang menutupi wajah cantik istrinya.
Dafri mulai mendekatkan bibirnya dengan wana, ******* bibir itu dengan rakus, terdengar suara decapan keluar dari bibir mereka di selah ciumannya, betapa mereka mrenikmatinya.
Ciuman dafri mulai turun kebawah di leher jenjang wana. Semakin turun himgga ke dada wana dan mengecapnya dengan kuat hingga meninggalkan maha karya yang sempurna.
Perlahan daftri mendekatkan bobirmya ke salah satu bukit kembar dan memyesapnya dengan kuat dan semangat. Sembari meremas bukit yang satunya lagi.
Dafri masih terus *******, melahap dan memainkan lidahnya bergantian di bukut kembar wana. Membuat wana kelabaka, hingga terus mengeluarkan ******* seksi .
Ciuman dafri turun lagi hingga keperut. Dafri terus membuat tanda kepemilikan. Tangan daacri tidak tinggal diam tanganya mulai mendekat dan memegangi intih tubuh wana yang sudah basah, memggerakan tanganya naik turun di intih tubuh wana.
Dafri menghentikan gerakan tanganya, membuat wana kecewa .
"Kenapa hmmm?' Tanya dafri.
"Kenapa marah hmmm?"tanya dafri lagi, namun tidak dianggapi oleh wana.
Membuat dafri yang tadinya menghetikan gerakan tanganya, kini kembali ia gerakan di inti tubuh wana, membuat wana mendesah.
""Ahhh..emmm.."
Dafri menghentikan kembali geraka tanganya .
"Kalau mau bilang. Jangan marah" ucap dafri mampu membuat pipi wana memerah.
"Ish...apa sih" ucap wana malu, ia memalingkan wajahnya, membuat dafri tersenyum melihat tingkanya.
Dafri kembali melancarkan aksinya, menggerakan tanganya di pusat inti tibuh wana.
Dafri mulai mempercepat gerakan tanganya, membuat wana menggelinjang menahan dorongan dalan dirinya. .
Dafri semakin mempercepat kocokan tanganya membuat tubuh wana bergetar hebat.
Yah..wana sampai pada pelepasan pertamanya.
__ADS_1
******* panjang di seratai helahan nafas yang keluar dari bibir wana.
"Gimana?"tanya dafri, namun tidak di anggapi oleh wana, karena wana masih sibuk memgatur pernafasanya.
"Udah siap" tanya dafri memastikan.yang hanya di jawab anggukan oleh wana. Yamg mampu menerbitkan enyum indah di bibir dafri.
Dafri mulai melucuti pakainya sendiri hingga polos dan tidak ada sehelai benang pun. Dafri mendekat dan mengungkung tubuh wana dalam kungkunganya. Dafri kembali mendekatkan bibirnya ******* bibir tipis itu denfan lembut dan perlahan.
"Gue takutt" ucap wana ketika dafri mulai mempersiapkan dirinya.
"Jangan takut, gue bakalan pelan-pelan" ucap dafri menenangkan wana.
Saat dafri akan memulai aksinya tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintu kamar mereka.
Tok....tok...tok...
"Dafri , wana ini mama. Tolong buka pintunya dulu sayang" ucap mama liona dari balik pintu.
"Isss..."kesal dafri karena gagal melancarkan aksinya, dafri yang merasa berada di atas awan tiba-tiba di hempaskan ke tanah.
"Buka dulu dafri siapatahu penting"ucap wana, menarik selimut untuk menutipi tubuhnya.
Dafri membuah nafas kasarnya, dia segera turun dari ranjang dan mengambil handuk milik wana yang dia lempar tadi. Denfan segera dafri melilit handuk tersebut menutupi tubuhnya bagian bawah.
Ckelekj
"Yah..ma ada apa?" Tanya dafri.
"Wana ada daf,atau sudah tidur?"
"Wana udah tidur ma, ada apa memang ma, cari wana malam-malam gini?"
"Owh, udah tidur. Mama mau cuman kembalikan ini dress milik wana ketukar sama punya mama" ucap mama liona.
" yaudah kasi ke dafri, nanti dafri kasih ke wana" ucap dafri.
"Yaudah ini, mama kembali ke kamar dulu, cepat tidur udah tengah malam" tegas mama liona.
"Baik ma."
"Dan satu lagi, pakai baju, di luar sedanf hujan"
Mama liona pergi meninggalkan kamar dafri menujuh kekamarnya.
Saat dafri kembali masuk ternyata wana sudah tertidur pulas, tidak enak untuk membangunkanya sepertinya dia harus bermain solo.
__ADS_1
"Gagal..gagall..."desah dafri frustasi. Dengan mengacak rambutnya.dia segera maduk kekamar mandi.
Hallo gaesz maaf yah, aku lagi fokus sama laporan praktek mungkin jarang-jarang up yah ....semangat teman-teman jalani aktifitasnya jangan mengeluh perjalanan masih panjang. You love you alll๐๐