
Kringgg...
Bel istirahan berbunyi, hafiz mengumpulkan semua kertas ulangat teman-temannya. Semua murid memgeluh karena mereka tidak sempat belajar dan tiba-tiba saja bu mita memberikan ulangan dadakan.
Berbeda dengan Wana, gadis itu terlihat santai. Walau dia terbilang bedgril tapi otak dia mampu dalam soal akademik.
"Gue kekantin dulu, nanti kalian berdua nyusul" ucap irwana.
"Woke.." ucap via.
"Dasar teman tidak pegertian" teriak alice.
Irwana meninggalkan kedua sahabatnya yang masih sibuk membereskan perlengkapannya.
Dan pada saat baru saja sampai di depan kelas, dari kejauhan tampak dafri dan dua kurcacinya berjalan kearahnya. Karena jika ingin ke kantin harus lewat depan kelasnya dulu.
Dan tak lama terlihat rani dan sisi yang berjalan mendekati dafri. Tampakanya rani ingin menggandeng tangan dafri tapi pria itu menolaknya.
Sepertinya rani tak pantang menyerah(Tunggu-tunggu author, bukanya rani itu bunga sekolah, yang terkenal alim dan sopan tapi kok sekarang jadi agresif gitu). Masih terlihat jika rani berusaha mengandeng tangan dafri dan tetap saja dafri menolaknya bahkan aurah dinginya terlihat jelas.
'Kupikir alim ternya kedok doang' umpat wana.
"Si kadal afrika udah mede kulkas tuh hhh" ucap irwana lalu kemudian berjalan kearah kantin malas banget harus melihat drama layar belakang atara si ketos dingin dan cewek sok polos.
Irwana mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, namun tiba-tiba saja ada yang merangkul pundaknya.
"Heii...."irwana terkejut dan menole siapa yang merangkulnya.
__ADS_1
"Idi...ngapain lo rangkul-rangkul gue" ucap irwana yang akan menyingkirkan tangan dafri, tapi pemudah itu menahanya.
Yah pemudah yang menahanya itu adalah jefra sang ketos dingin sekaligus suaminya yang menyebalkan.
Dafri hanya diam saja dan semakin menarik irwana dalam dekapanya. Dafri tersenyum menyeringai kearah seorang pria yang sedang menahan kekesalanya.
Dafri mengajak duduk irwana di tempat duduk dimana istrinya itu duduk biasanya ketika membolos. Dan dafri masi saja memasang wajah datar dan dinginya. Aura dingin begitu terasa disana.
Sebeanrnya irwana malas untuk bertemu dengan suami gilanya itu,, tapi si kadal afrika meanriknya duduk di bangku yang sama denganya, seolah laki-laki itu memaksanya dan tidak mau di banta.
"Fer...diliatin ama cewek-cewek tuh" ucap wana pada fery yang duduk di depanya. Sedangkan niko sedang pergi memesan makanan ke ibu kanting.
Setelah selesai makan keduanya masih duduk fery, niko, via dan alice sedang pergi ke perpustakan dan ruang guru.
"Nanti lo tungguin gue ada rapat osis" ucap dafri, yang sedang memakan peremen karet.
"Awas aja kalau lo sampai pulang duluan, gue bakalan hukum Lo" ucap dafri.
"Si paling ngehukum, yah...silahkan aja gue kaga takut ama hukuman Lo" ucap irwana.
"Yakin Lo ngga takut ama hukuman gue. Tapi hukuman ini berbeda Lho" ucap dafri memyeringai.
Irwana yang melihat dafri memyeringai merasa berbeda seperti ada seseuatu yang akan terjadi denganya.
Sore hari
Kini dafri dan wana sudah berada di dalam mobil milik dafri, hari ini mereka akan menginap di rumah mami liona tidak butuh waktu lama untuk menempu perjalanan.
__ADS_1
Kini keduanya sudah bersantai di ruang tamu bersama orang tua dafri.
Wana duduk di samping liona mami mertuanya sembari berbincang-bincang dengan santai.
Sedangkan dafri duduk di samping sang papa guna untuk membahas tentang salah satu restoran yang akan dikelola oleh dafri atas permintaanya sendiri. Yah papa kenzo mempunya beberapa cabang restoran dan salah satunya itu akan di berikan pada dafri sebelum dia melanjutkan bisnis keluarga.
Sebenarnya kenzo masih ingin membiayai putra dan menantunya, namun mengingat dafri sudah memiliki istri dan dafri memilih untuk menafkahi irwana dengan hasil keringatnya sendiri.
"Jadi papa serhakan salah satu restoran untuk kamu kelolah sebelum kamu meneruskan bisnis papa" ucap kenzon.
"Baik pa, lagian dafri juga sudah punya tanggu jawab sendiri" jawab dafri.
Tak terasa hari sudah mulai gelap, suara merdu azan magrib sudah berkumandang menandakan sudah waktunya melakukan kewajiban bagi umat muslim.
Semua sudah berkumpul di sebuah ruangan yang ternya merupakan mushola kecil, mereka melakukan sholat magrib berjamaa.
Setelah melakukan kewajiban kini Liona dan menantunya sedang bergulat dengan perlatan dapur. Sedangkan papa kenzo dan Dafri sedang sibuk mengurus berkas di ruang kerja papa kenzo.
Kini makan sudah tersaji di meja makan, mama liona segera memanggil suami dan putra menuju ke meja makan.
"Pa, daf, ayok makan semuanya sudah siap" panggil mama liona.
"Iya ma, ayok Daf" ucap papa kenzo beranjak dari duduknya dan menuju ke meja makan.
Mereka semua makan dengan tenang dan tanpa ada suara garpu dan sendok yang berdenting beradu dengan piring.
Setelah selesai makan papa kenzo beranjak lebih dulu menuju ruang kerjanya, selenag beberapa saat dafri segera menyusul sang papa.
__ADS_1
Sedangankan mama liona dan wana membereskan piring kotor dan memberisakan ruang makan.