Secret High School Wedding

Secret High School Wedding
Chapter 9


__ADS_3

Pagi hari....


Dor...dor...dor ..


Mami nadia berusaha membangunkan Wana.


"Astagafirullah, punya anak satu susah banget di banguni udah kaya kebo" ucap mami kesal, dia segera menujuh kekamarnya untuk mengambil kunci cadangan.


Setelah mengambil kuncinya mami nadia langsung kembali ke kamar wana dan membuka pintu kamarnya dengan menggunakan kunci cadangan.


"IRWANAAAAA!!!BANGUNNNNN!" Teriak mami nadia.


"Eungggg 5 menit lagi mi" ucap wana yang masih memejamkan matanya.


"Ini udah jam 7.30 anak perawan kok jam segini belum bangun!" Ucap kesal nadia, sunggu dia sangat capek mengurusi masalah putri sematang wayangnya ini.


"Owh..jam 7.30" ucap wana yang masih belum sadar.


"WHAT JAM 7.30 MATI GUE!" Ucap wana yang kocar-kacir menujuh kekamar mandi untuk membersikan dirinya.


"Herang gue, dulu aku ngidam apa yah punya anak ke gitu kelakuan kaya gitu" gumam mami dengan bahasa gaulnya gitu.


"Habis mandi langsung turun sarapan yah" teriak mami.


"Ay..ay kapten" balas wana teriak juga.


Hari ini irwana di jemput oleh papi, katanya sang papi ingin mengajak wana menemuin temannya.


"Pi,kita mau kemana?" Tanya wana yang penasar.


"Kita kerumah temanya papi" wana pun menganggu dengan jawaban ayahnya tanpa bertanya lagi. Dia kemudian memainkan ponselnya untuk menghilangkan rasa jenuhnya.


Tak lama mobil memasuki area perumahan elit yang tidak jahu dari pinggir pantai, mobil masuk dalam sebuah pekarangan yang luas dengan rumah mewah yang berdiri dengan desain klasik modern. Wana sangat takjub dan memandangi rumah yang ada di hadapanya.


"Bagus banget, disini rasanya nyaman dan tenang" gumam wana.


"Ini rumah sahabat papi, sekaligus teman mami kamu" ajaknya pada wana dan nadia istrinya.


Leon membunyikan bell rumah dan disambut oleh pelayang yang ada dirumah tersebut. Pelayang pun mempersilahakn keluarga leon masuk dan duduk di ruang tamu menunggu pemilik rumah.


"Leon kamu sudah sampai, apa kabar?" Teriak kenzo dan langsung memeluk sahabatnya dan menjabat tangan nadia.


Wana tersenyum manis dan mengulurkan tanganya untuk menyalami sahabat orang tuanya. Walaupun dia seorang bad gril, dia selalu patuh pada orang yang lebih tua darinya, walaupun orang tua itu salah, dia tetap tidak melawan. Walaupun dia sering kali membuat maminya naik dara dengan tingkanya.


"Ini irwana, masya allah cantik sekali" ucap liona, langsung memeluk wana.


"Siapa dulu dong maminya" ucap mami nadia.


Wana hanya tersenyum, jujur saja dia sangat bosang disini. Mungkin balapan jauh lebih menyenangkan dariapada harus bergabung dengan pembicaraan para orang tua.


"Bentar yah sayang, tante panggil anak tante dulu" ucap liona langsung meninggalkan mereka dan menuju kekamar putranya.

__ADS_1


"Dafri...dafri..." panggil liona.


Tidak ada jawaban dari dafri membuat liona langsung masuk kedalam kamar putranya, liona melihat putranya sedang tertidur pulas diatas ranjang.


"Dafri bangun udah sore sayang"  teriaknya sembari menggoyang-goyangkan tubuh putranya agar segera bangun.


"Apa sih ma! Dafri masih ngantuk" ucap dafri yang masih setia memejamkan matanya.


"Bangun ada tamu yang mau mama kenali ke kamu"


"Tamu siapa?" Tanya dafri.


"Cepatan bangun atau mama siram kamu sekarang" ancam liona yang geram pada putra semata wayangnya.


"Iya..iya..mama bawel banget sih, bentar dafri mau mandi dulu" ujar dafri yang mulai beranjak dari tempat tidur dan berjalan malas kekamar mandi.


"Cepat mama tunggu di bawah"


"Iyah"teriak dafri dari dalan kamar mandi.


Sudah lumayan lama menunggu tapi dafri belum juga turun kebawah.liona mulai kesal dan kembali meminta izin kembali keatas untuk memanggil dafri, tidak biasaya anak itu membuat orang menunggu.


Namun, baru saja dia berdiri, dafri sudah terlihat menuruni tangga yang membuat liona  tersenyum senang.


Dafri dan Wana saling pandang, keduanya terkejut.


"Kau!" Ucap keduanya bersamaan.


"Wah..jadi kalian sudah saling kenal" ucap mami nadia bahgia.


Dafri berjalan menghapiri orang tuanya.


"Kenalini ini dafri putra kami" ucap mama liona.


Dafri tersenyum dan menyalami tangan Leon dan Nadia. Namun ketika pandanya bertemu dengan wana dia langsung memasang wajah datarnya begitu juga dengan wana dia menatap tajam kearah dafri.


"Dafri, ini irwana anak om leon dan tante nadia, kalian kenal dulu dong" ucao mama liona, sengaja menggoda putranya.


"Udah kenal ma" jawab dafri cuek.


"Baguslah, jadi kita langsung ke intinya saja" ucap mami nadia.


"Karna kalian sudah saling kenal, kita langsung pada intinya saja" ucap leon.


"Dafri kamu ingat tentang perjodohan yang papa bicarakan dua hari yang lalu?" Tanya kenzo.


"Yah"


"Jadi kami memutuskan untuk menjodohkan kalian berdua, dan besok malam adalah pertungan kalian" sambung papi leon.


"Apa?" Pekik keduanya terkejut.

__ADS_1


"Pi, wana ngga mau!" Tolak  irwana.


"Pa...dafri setujuh di jodohkan tapi tidak dengan gadis bar-bar ini" ucap dafri pada papa kenzo.


"Lo pikir, gue mau di jodohin sama lo, idiii ogah" ucao wana.


"Lo pikir gue juga mau di jodohin sama lo" ucap dafri.


"Stoppp!!"teriak mama Liona, menghentikan perdebatan keduanya.


"Kalian ini yah, udah besar masih saja bertenkar.perjodohkan ini akan tetap terjafdi tidak ada penolakan" tegas nadia.


"Tapi mi-"


"Tidak ada penolakan irwana Angeli" potong mami nadia, dia tahu betul putrinya itu akan menolak.


Sedangkan dafri sudah diam pasra, terhadap keputusan orang tuanya yang menjodohkan dirinya, tapi mengapa harus irwana sang bad grill sekolah, yang membuat dirinya pusing setiap hari.


Sedangkan dua pria paru baya tidak berani mengakat bicara jika istri-istri mereka sudah berbicara.


"Ma, boleh dafri bicara sebentar dengan Wana?"pinta dafri.


"Silahkan"


Mereka pun pamit keluar rumah menujuh taman samping rumah dafri.


"Kenapa lo ngga nolak pertungan ini, apa lo sengaja agar bisa dekat-dekat ama gue" tuduh dafri pada wana.


"Eh..kadal afrika, lo pikir gue tertarik apa nikah ama kutub utara ke elo itu. Ya kaga kali" jawab wana kesal.


"Eh, maksud lo apa, anak-anak di sekalah pada ngicer gue" ucap dafri dengan bangga.


"Tapi gue kaga tertarik ama kadal afrikq ke-elo" jawab wana cuek.


"Yaudah, lo ngga tertarikan, jadi batalin perjodohan ini" dafri pun bangkit dann berjalan masuk kedalam rumah.


"Woii kadal afrika, lo yang bilang kalau lo tolak perjodohan ini" teriak wana, langsung mengejar dafri masuk kedalam rumah.


"Ma, dafri terima perjodohan ini" ucap dafri dan sontak membuat wana melongo, dia kira dafri akan menolaknya tapi ternyata tidak.


"Yang beanr sayang"ucap liona bahagia, kemudian dafri mengangguk.


"Kenapa sih kadal afrika ini setuju sih, seharusnya dia harus menolak" gerutu wana dalam hati.


Dafri menuduk sedikit dan mendekatkan kepalanya ke telinga wana.


"Selamat datang di kehidupan barumu calon istriku" bisik dafri dengan seringai tipis di bibirnya.


Seketikan tubuh wana menegang, dia terkejut apa yang di katakan dafri barusana.


"Oh tuhan apakah ini mimpi buruk" gumam wana dalam hati.

__ADS_1


Perjodohan sudah di sepakati, dan keduanya akan bertungan besok malan dan hanya akan di hadiri keluarga terdekat saja dan tentangga kompleks mereka, itu juga permintaan Dafri dab irwana, agar hubumgan keduanya tidak di ketahui banyak orang.


Jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit yah..


__ADS_2