
Setelah beberapa saat mereka terdiam,wana kembali membuka suara. "Nanti bakalan gue balas guru resek itu."
"Mau ngapain lagi lo,wana?" Tanya via yang penasar.
"Lihat saja nanti, kalian berdua ngga usah ikut-ikutan." Wana tidak ingin memberitahukan rencana nakalnya. "Kalau dikeluarin dari sekolah biar gue doang"
"Lah, ko gitu sih?biasanya juga kita selalu barengan" protes alice.
Wana menggeleng,"kalian cukup liat aksi gue" sembari menunjukan senyum nakalnya.
"Tapi wan--"
"Udah diam, kalau pusing baru ngomong." Wana memotong ucapan via saat sahabatnya itu hendak protes.
"Neduh sana!" Dan untuk kesekian kalianya wana meminta shabatnya untuk berteduh.
Namun, kedua sahabatnya tetap pada pendiriannya dengan kompak mengatakan, "ngga mau!"
Beberapa menit kemudian ketiga sekawang itu mulai merasakan pusing karna berdiri terlalu lama di bawah terik matahari.peruk mereka sudah keroncongan sejak tadi.
Kringgggg.....
Bel istirahat akhirnya berbunyi, membuat ketiga sahabat itu serempak menurungkan tanganya dan bersorak gembira,"hueeeed akhirnya"
"Kalian ngga apa-apa kan?" Tanya wana, memastikan sahabatnya baik-baik saja.
"Ngga apa-apa dong!" Jawab via dan alice kompak.
"Laper banget gue,aus.."ucap alice sembari mengusap dahinya yang di penuhi oleh peluh.
"Gass, Kantin!gue Tr Kalian." Ucap wana sambil merangkul sahabatanya itu.
__ADS_1
Mereka segera berjalan ke kantin dan langsung duduk di meja yang sering mereka tempati meja paling ujung. Dan tidak ada murid-murid yang berani duduk di dekat wana dan kedua sahabatnya itu. Karena wana tidak suka makan dengan suasana yang terlalu ramai. Jika ada yang berani duduk di dekat mereka sudah pasti orang itu akan di bully.
"Makan gih,terus liat aksi gue" ucap wana tersenyum miring, membayangkan apa yang akan dilakukanya setelah ini.
"Emang lo mau ngapain sih, wana?" Tanya alice yang sudah penasaran dari tadi.
"Jangan aneh-aneh deh,wan!"ujar via yang sepertinya sudah tahu apa yang akan di lakukan oleh Irwana Angelia. Dan apa yang dilakukan oleh oleh seorang irwana pasti hal gila.
Namun, wana hanya menaikan alisnya dan menyunggikan senyumannya.
"wana gue ngga mau lo, di keluarin dari sekolah lagi" ujar alice sembari menatap wana.
Wana tertawa kecil. "Tenang aja gue jamin kali ini gue bakalan diskors aja." Wana kemudian menyengir dengan menyebalkan.
Via hanya menghelang nafas dan geleng-geleng kepala melihat kelakuan temanya.
"Napa lo?" Tanya alice yang tidak paham saat melihat via menghelang nafas dan geleng-geleng kepala saja.
"Tu si cupu di sana , lo palak dia gih!" Ucap alice, sembari menujuk gadis cupu yang sedang memesan makan di kantin.
"Ah.!"via langsung mengapiri gadis itu untuk memalak.
Wana hanya menatap ulah Via dari kejauhan ,kemudian berkata pada alice. "Kadang gue suka heran ama kita"
Alice menole kearah wana, menatap sahabatnya itu dengan tidak paham. "Kenapa?"
"Yah..secara ini kita kan anak orang kaya,tapi hobi kita malakin oranga" jawab wana.
"Ya gimana yah? Ya asik aja malakin orang itu" ucap alice yang kemudian di terkikik karena merasa yang di katakan wana itu benar.
"Benar pakai banget!" Sahut wana dengan tawanya yang langsung meledakkk.
__ADS_1
Setelah mereka selesai makan di kantin,wana meminta sahabatnya untuk mengikutinya ke parkiran mobil guru.sementara dia pergi untuk mengambil sesuatu dan tidak lama wana kembali.
"Ngapain kita kesini?" Tanya alice, yang selalu telmin di setiap waktu.
"Kayanya gue bisa nebak apa yang Lo mau lakuin deh" ucap via, ketika melihat wana membawah kresek yang berisikan pilox di dalamnya.
"Wana jangan bilang lo mau......"alice menggantung kalimatnya setelah paham apa yang sahabatnya itu akan lakukan.
Wana mengedipkan sebelah matanya kemudian meminta kedua sahabatnya itu untuk menjahu darinya. "Kalian jangan mendekat, nanti kalian juga ikut kena ibasnya."
"Eh,kok gitu sih?"protes via
"Udah, nurut aja apa kata gue!" Punkas wana, kemudian ia berjalan masuk kearea parkiran mobil guru dan kemudia mendekati mobil milik bu lilis.
Bonus visual
DAFRI ALASKA PERMANA
19 tahun
ketua OSIS SMA PANCASILA
IRWANA ANGELIA
18 tahun
Badgril SMA PANCASILA
__ADS_1