Secret Singer

Secret Singer
Selembar kertas


__ADS_3

Disebuah jalanan sepi yang tenang. Seorang gadis cantik berambut panjang dan bergelombang sedang berlari, berputar, dan tersenyum sepanjang jalan.


Pepohonan yang rimbun dan daun yang berjatuhan di musim gugur membuat senyum diwajah gadis bernama Cahya itu tak bisa lepas.


"Assalamualaikum" Ucap Cahya saat membuka pintu rumah.


"Walaikumsalam, Buat masalah apalagi kau hari ini disekolah?" Kona, seorang ibu rumah tangga.


"Tante, aku tidak bersalah kali ini. Aku terlambat karna sepatu sekolah ku terlepas. Aku harus menjahit nya sebelum berangkat" Jawab Cahya


Cahya membuka kaos kakinya di depan pintu. kemudian ia masuk dan menyimpan tas sekolahnya di meja belajar.


"Kak Cahya, mana permen ku? kau pasti menyembunyikannya kan?!" Ucap Seorang Anak laki-laki berumur 6 tahun bernama Kai.


"Aku tidak tau kai. jangan membuat ku marah dengan menuduhku, Kau pergilah bermain" Cahya


"Cahya, jangan memarahinya seperti itu. Hari ini ayah nya pulang, kita bisa kena akibatnya" Kona


"Ah sial, kenapa paman harus pulang sekarang. jujur saja aku bosan melihatnya" Cahya


"Kau jangan berkata seperti itu. dia paman mu dan dia suami ku" Kona


"Baiklah Tante" Cahya.


Tok...tok...tok....!!!!!!!


Pintu diketuk oleh seseorang dari luar.


"Kona! Kenapa kau menguncinya!!" Yonas


"Tante, seperti paman sudah pulang. aku akan membuka pintunya" Jawab Cahya sambil berjalan membuka pintu.


"Kau ini Cahya! kenapa lama sekali membuka pintunya!" Yonas

__ADS_1


"Maaf paman" Cahya


Kona datang dengan sebuah gelas di tangan nya. Kona memberikan gelas yang berisi air minum itu pada suami nya yang baru saja pulang.


"Ini minumlah, kau pasti lelah" Kona


PRANG!!!


Yonas menepis gelas yang diberikan Kona dengan kasar!.


"Sudah berapa kali ku ingatkan padamu! Jangan memberi ku air dengan tangan kosong, Apa dirumah ini tidak ada nampan!! hargai aku sedikit saja, Aku ini suami mu!" Yonas


"Maafkan aku suami ku, aku akan mengingat nya. aku sudah membuatkan mu makanan. kau pasti lapar" Kona


Yones duduk di meja makan.


Cahya datang dengan membawa makanan yang telah dimasak oleh Kona.


Cahya menyajikan nya di meja dengan sangat hati-hati.


Ada yang mengetuk pintu rumah.


Cahya bergegas membuka pintu.


"Raka?" Cahya


"Hai Cahya" Raka


"Raka ada apa?" Cahya


"Aku ingin memberikan ini untuk mu, Semoga kau bisa mengikuti lomba ini. Kau akan menang Cahya" Raka


Raka menyodorkan sebuah lembar kertas. Tanpa ragu, Cahya mengambil nya dan membaca nya. Ternyata itu adalah kertas untuk mengisi data diri bagi peserta yang ingin itu lomba bernyanyi.

__ADS_1


Cahya tersenyum. Dia ingin sekali mengikuti perlombaan yang diadakan di sekolah.


Disaat Cahya sedang membacanya. Yonas muncul di belakang Cahya.


Ia mengambil kertas itu dari Cahya dan memberikan nya pada Raka.


"Ambil ini dan jangan pernah memberi Cahya kertas menyedihkan itu!" Yonas


"Paman, Aku ingin ikut" Cahya


PLAK!!


Cahya di tampar oleh Yonas.


"Sudah berapa kali ku bilang jangan pernah membantah ku sialan!! dasar tidak tau di untung!" Ucap Yonas dengan kasar dan melangkah masuk ke dalam rumah.


Cahya menjatuhkan air matanya.


Cahya menoleh pada Raka yang masih di depan pintu.


Cahya tersenyum pada Raka meskipun air mata di pipinya terus mengalir.


"Raka, kau simpan kertas itu. berikan aku kertas itu di sekolah" Cahya


"Baiklah Cahya, kau tidak apa-apa?" Raka


"Aku baik-baik saja. jangan ceritakan ini pada siapapun" Cahya


Raka mengangguk dan pergi dari rumah itu.


-


-

__ADS_1


Happy reading all ❤️❤️


__ADS_2