
Hari-hari dijalani oleh Cahya dengan diam. Tak lagi berbicara dengan siapapun termasuk Raka.
Cahya diam dalam kesendirian nya, Hidup dalam mimpi yang hanya menjadi angan-angan.
Hari ini adalah Hari tepat dimana Hari kelulusan, bersamaan dengan hari Cahya akan berangkat ke Saudi.
Semua murid-murid mencoret-coret baju dengan tanda tangan para sahabat nya dan warna di baju nya. Namun tidak Cahya, Ia duduk di atap sekolah sendirian.
Raka sibuk mencari Cahya dimana-mana. Namun Cahya tidak ada bersama kerumunan para wanita yang sedang bersenang-senang mewarnai baju mereka.
Raka berkeliling sekolah, Dan yang terakhir Adalah atap sekolah. Raka berjalan sendirian kesana.
"Cahya" Raka
Cahya berbalik dan melihat raka yang baru saja tiba. Raka duduk disebelah Cahya.
"Mau ku tulis sesuatu?" Raka
"Tidak" Cahya
"Ini hari terakhir sekolah, Aku akan ke Amerika melanjutkan sekolah ku. Kita tidak akan bertemu, Bisakah aku menulis sesuatu di baju mu sebagai kenang-kenangan dari ku?" Raka
"Baiklah" Cahya
Raka menandatangani baju milik Cahya, Dan menulis sesuatu disana.
"Aku akan merindukan mu Cahya" Tulis Raka dibawah tanda tangan nya.
"Sudah?" Cahya
Raka mengangguk. Cahya melihat lengan baju sekolah nya yang yang dicoret oleh Raka
Cahya tersenyum.
"Kau ini alay sekali" Cahya
"Hanya dengan mu aku alay" Raka
__ADS_1
"Aku punya sesuatu untuk mu" Raka
"Apa?" Cahya
Raka mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas sekolah nya.
"Tadi pagi Richard menelfon ku, dia berkata jika ingin bicara dengan mu. Tapi ku bilang kau tidak ada, Dan aku bilang jika aku akan menelfon nya lagi saat sedang bersama cahya" Raka
Raka melakukan panggilan telepon ke nomor Richard.
"Halo-halo?" Richard
"Halo paman" Cahya
"Oh Cinta ku, Akhirnya aku mendengar suara mumu lagi" Richard
"Iya ini aku" Cahya
"Kau tau malam ini malam apa?" Richard
"Malam Minggu" Cahya
"Apa?" Cahya
"Hari ini adalah malam penghargaan untuk penyanyi wanita terbaik, Dan kau masuk dalam dominasi penyanyi terbaik itu. Seluruh Indonesia menanti kedatangan mu diatas panggung. Jadi bersiap lah" Richard
"Maaf paman, aku tidak bisa datang. Aku yakin kau akan menang malam ini" Cahya
"Kenapa tidak? aku akan mengirim tiket pesawat untuk mu" Richard
"Maaf" Cahya
Tut..Tut...Cahya mematikan sambungan teleponnya.
"Pasti semua karna paman Yonas kan?" Raka
Cahya hanya terdiam.
__ADS_1
Mimpi nya sudah hancur.
"Ayo ikut aku" Cahya
Cahya menarik tangan Raka, Dan mereka pergi dari sana. Cahya pulang kerumah mengambil Gitar dan cadar nya.
Kona melarang nya pergi, namun Cahya tak bisa dihentikan. Cahya pergi.
"Cahya apa yang kau lakukan?" Raka
"Kau punya laptop kan? aku ingin meminjam nya" Cahya
"Iya, baiklah" Raka
Raka membawa Cahya kerumah nya, Raka membawa masuk Cahya ke dalam kamar milik Raka.
Raka meminjamkan laptop nya pada Cahya.
Cahya membuat akun YouTube menggunakan laptop milik Raka. Cahya Mengeluarkan Cadar nya dari dalam tas dan memakainya.
"Hal-halo semua" Cahya terlihat gugup didepan kamera.
"Aku adalah Secret singer. Aku tidak bisa hadir malam ini meskipun aku masuk dalam dominasi. Terimakasih untuk paman Richard yang sudah berjuang untuk ku. Aku berjanji akan datang suatu hari nanti, Tunggu aku semua. Jangan lupakan aku" Cahya meneteskan air matanya.
"Aku berharap, Setiap tahun aku selalu masuk dominasi. Aku akan menyanyikan lagu untuk kalian sebelum aku benar-benar menghilang" Cahya
Cahya mengambil gitar nya dan mulai menyanyikan sebuah lagu ciptaan nya sendiri.
Derita, tantangan dan rintangan hidup nya dituangkan Cahya dalam lagu nya. Terbayang di pikiran Cahya tentang kisah kesusahan nya saat membuat lagu ini.
-
-
-
-
__ADS_1
-
Happy reading all ❤️