Secret Singer

Secret Singer
strategi


__ADS_3

***(Rumah Raka)


Raka mencoba menghubungi nomor pria yang memberikan nomornya saat di toko gitar.


"Hal-halo" Raka


"Halo siapa ini?" Rendi


"Saya Raka, teman nya Cahya" Raka


"Raka? teman Cahya? Hei nak, banyak sekali yang bernama Raka dan Cahya" Rendi


"Cahya, pemain gitar berbakat dan punya suara emas. Kau memberikan ku nomor mu tadi di toko gitar musik jaya" Raka


"Ah iya, aku mengingat nya. jadi, mana Cahya?" Rendi


"Dia dirumah nya, Aku menelfon mu karna Cahya meminta ku mengabari mu jika di serius ingin ke Jakarta" Raka


"Aku tidak percaya jika bukan Cahya yang mengatakan nya" Rendi


"Hei paman, Cahya meminta ku untuk mengatakan nya pada mu. dia rumah nya saat ini, dan pasti sekarang dia sudah tidur" Raka


"Apa jaminan mu?" Rendi

__ADS_1


"Aku berani bersumpah demi nama tuhan ku" Raka


"aku juga bisa bersumpah untuk itu dengan mudah, buatlah jaminan yang lebih meyakinkan" Rendi


"Terserah paman percaya atau tidak, jika paman memang tidak ingin Cahya ke sana maka ya sudah lah. bukan cuma paman saja yang memanggil Cahya ke Jakarta. banyak paman, sangat banyak sekali yang memanggil nya" Raka


"Baiklah, aku percaya. jadi kapan Cahya kesini?" Rendi


"Besok, Pesan tiket untuk jadwal penerbangan jam 8 pagi. Cahya harus sudah berada di sini saat jam pulang sekolah agar paman dan Tante nya tidak curiga" Raka


"Apa? apa maksud mu? kau ingin Cahya ke Jakarta tanpa sepengetahuan keluarganya?" Rendi


"Ayah dan ibu nya sudah tidak ada, Dia tinggal dengan paman dan Tante nya. Maaf aku menceritakan ini pada mu paman, tapi aku yakin dengan menceritakan nya pada mu maka kau akan membantu Cahya untuk sukses. Cahya selalu di siksa di rumah paman nya, orang tua nya sudah tidak menginginkan kehadiran Cahya. Dia harus berjuang sendiri untuk hidup. paman harus membantu nya untuk sukses" Raka


"Aku turut prihatin. Aku akan membantu nya anak muda. Jangan terlambat untuk besok" Rendi


Tut Tut Tut... sambungan telepon terputus.


*******


Keesokan harinya, Cahya berangkat dari rumah nya jam setengah 7. Bus sekolah datang tepat jam 7 pagi.


Saat bus datang, Cahya masuk ke dalam bus dan duduk disebelah Raka.

__ADS_1


"Bagaimana, apa paman Rendi menyetujui nya?" Cahya


"Ini tiket mu untuk penerbangan jam 8 pagi ke Jakarta" Raka


Cahya mengambil tiket yang diberikan Raka.


"Terimakasih Raka" Cahya


"Sama-sama, sekarang jam 07:00 kita akan sampai disekolah sekitar jam 07:20. Setelah itu kita akan memanjat pagar sekolah agar kau bisa keluar dari sekolah. aku sudah memesan ojek yang menunggu mu di belakang sekolah. Kau akan naik ojek ke bandara dan sampai di Bandara sekitar jam 07:40. Dan kau akan mengantri 10 menit dan kan naik pesawat jam 08:00" Raka


"Aku tidak tau cara naik pesawat" Cahya


"Kau harus mengantri untuk penerbangan ke Jakarta. Jika kau sampai didepan meja kasir, berikan tiket. Mintalah kursi di dekat jendela pesawat. Jika kau bingung, kau bisa minta pertolongan pada orang yang terlihat baik disana" Raka


"Baiklah Raka aku mengerti, terimakasih banyak" Cahya


Sesampainya disekolah, Cahya dan Raka langsung menuju belakang sekolah untuk loncat pagar.


"Raka, pagar nya tinggi sekali" Cahya


"Bagaimana ini" Raka


-

__ADS_1


-


Happy reading all ❤️


__ADS_2