Secret Singer

Secret Singer
Kejutan


__ADS_3

Cahya memberanikan dirinya keluar dari toilet.


"Aku ingin bicara pada mu" Cahya


"Pada siapa?" jawab Richard dan Rendi bersamaan


"Pada kalian berdua" Cahya


"Apa?" Richard


"Apa paman tau kenapa aku mengenalmu namun tidak menjadi penggemar berat mu? padahal paman adalah penyanyi berbakat. aku bahkan tidak minta tanda tangan mu." Cahya


"Hanya orang bodoh yang tidak suka pada lagu ku" Richard


"Oh ya? Semua orang dikampung ku tidak ada yang menyukai lagu ciptaan mu paman. Paman selalu menciptakan lagu dengan menghilangkan Pesan lagu yang terkandung di dalam nya dan merubahnya menjadi sebuah lagu dengan banyak kata seksi" Cahya


"Apa maksud mu? aku mengoreksi lagu ku?!" Richard


"Iya paman, kau selalu menghilangkan arti lagu yang sesungguhnya" Cahya


"Hei anak kecil, kau belum mengerti semua ini. Dunia ini membutuhkan lagu yang cepat, cepat dan cepat" Richard


"Berikan aku kesempatan sekali lagi. Aku akan menyanyikan lagu itu sesuai dengan nada asli nya" Cahya


"Baiklah coba saja" Richard


Cahya memberanikan dirinya.


"jika kau takut, lebih baik tidak usah bermimpi" Raka. ucapan Raka terus terngiang-ngiang dipikiran Cahya.


"Aku tidak takut, aku ingin bermimpi dan mewujudkan nya" Batin Cahya.


Musik dimainkan sesuai nada aslinya. Cahya menghayati lagu ini.


Tangannya bergerak mengikuti setiap irama yang dimainkan.

__ADS_1


Cahya memulai lagunya dengan lembut dan halus. Nada nya yang begitu kuat membuat arti lagu ini bisa dinyanyikan dengan penuh penekanan yang membuat setiap pendengar merasakan lagu yang sungguh nya.


Richard begitu terbungkam dengan suara Cahya yang membuatnya akan terbang. Begitu juga Rendi. ia bagaikan melihat bintang yang bersinar dari Cahya.


Artikulasi dan intonasi suara Cahya begitu tepat dan sesuai.


Cahya memiliki suara yang tinggi. Dia mendapat suara melebihi penyanyi aslinya.


Hingga diakhir lagu, Richard dan Rendi bertepuk tangan.


"Wow, wow, wow!" Richard


Richard memeluk Cahya.


"Kau adalah berlian, benar-benar berlian!" Richard


"Aku sudah merekam suara mu. Ayo kita berfoto" Richard


"Tidak" Cahya


"Kenapa? bukan kah kau ingin menjadi seorang penyanyi berbakat dan terkenal" Rendi


"Apa paman mu tidak tau soal keberangkatan mu?" Richard


"Dia berangkat sendiri tanpa ada yang tau, kecuali pacarnya" Rendi


"Paman, dia bukan pacarku. dia hanya teman ku" Cahya


"Tapi sepertinya dia menyukai mu" Rendi


"Jangan bercanda" Cahya menundukkan kepalanya.


"Baiklah Cahya, kalau begitu pakai cadar mu" Rendi


"Kau benar paman" Cahya

__ADS_1


Cahya kembali memakai cadarnya dan berpakaian serba hitam.


Richard, Cahya, dan Rendi berfoto bersama di depan gedung studio yang menjulang tinggi.


"Aku harus pulang. Sebentar lagi, waktu pulang sekolah" Cahya


"Kau memang sangat pandai mengatur waktu mu" Richard


"Kita akan mengantar berlian ini ke bandara" Rendi


Richard dan Rendi mengantar Cahya ke bandara.


Cahya berjalan meninggalkan mereka dan masuk dalam bandara.


"Berhati-hatilah bintang ku" Teriak Richard


Cahya menghentikan langkah dan tersenyum. Sedetik kemudian, Cahya berbalik dan berlari menghampiri Richard dan Rendi.


Cahya memeluk kedua orang itu.


"Sebentar lagi Kau akan menjadi bintang sungguhan" Rendi


"terimakasih banyak" Cahya


"Selalu nyalakan Tv mu di rumah, akan ada kejutan untuk mu" Richard


"Aku akan menantikan kejutan mu" Cahya


"Pergilah, kau akan terlambat" Richard


-


-


-

__ADS_1


-


Happy reading all ❤️❤️


__ADS_2