Secret Singer

Secret Singer
Pelayan


__ADS_3

Tak terasa 3 tahun sudah Cahya menjalani kehidupan yang berat bersama sang suami.


Suami nya bahkan tak pernah sekalipun melirik nya.


Luka memar ditubuh milik Cahya seakan-akan selalu menghiasi tubuh nya.


Namun, Selalu ada kebahagiaan bagi Trisna. Di setiap tahun nya ia selalu di dominasi kan sebagai penyanyi wanita terbaik meskipun tak pernah mendapatkan penghargaan karena dirinya tidak pernah muncul ataupun kelihatan lagi.


Malam ini, Cahya akan pergi bersama suami nya ke sebuah acara pesta pernikahan.


"Ayo berangkat" Rama


Cahya mengangguk dan mengikuti langkah suami nya keluar dari rumah.


"Tunggu" Rama berbalik dan melihat penampilan Cahya


"Leher mu terlihat kosong, Pakai kalung emas pemberian ku saat kita menikah" Rama


"Aku lupa menyimpan nya dimana" Cahya


"Ini bukan rumah besar, cari sekarang" Rama


"Maaf, aku lupa memberi tahu mu jika kalung nya ketinggalan di rumah paman Yonas saat acara ulang tahun kai" Cahya


"Acara ulang tahun nya 5 bulan lalu dan kau masih memakai nya 2 bulan lalu saat perayaan tahun baru" Rama


"Ah iya, kalung nya ku letakkan di kamar tante Kona saat acara tahun baru" Cahya


"Jangan berbohong pada ku, atau ku telfon Kona sekarang!" Rama


"Ba-baik, aku akan mencarinya" Cahya

__ADS_1


Cahya masuk kedalam kamarnya, Ia membuka pintu lemari.


"Ah sial, aku menjual kalung nya untuk membeli laptop. Aku ingin sekali melihat Indonesia" Cahya


"Sial,sial, sial.. bagaimana ini" Cahya


Cahya menutup pintu lemari nya, dan betapa terkejutnya ia melihat suami nya yang ternyata berdiri di depan pintu kamar.


"Tuan, aku akan mencari nya lagi. seperti nya ku letakkan disini" Cahya


"Apa besok kau akan menjual rumah tanpa sepengetahuan ku?" Rama


Cahya melihat kearah suami nya yang ternyata mendengar setiap ucapan nya sejak tadi.


Cahya tertunduk.


Plakkk...!!! sebuah tamparan keras melayang diwajah Cahya


Rama mengeluarkan ikat pinggang nya, dengan emosi. Dan melayangkan nya pada tubuh Cahya.


Cahya menjerit kesakitan. Rama mendorong nya hingga kepalanya terbentur di meja. Darah segar mengalir Deras keluar dari kepalanya.


Rama melihat sebuah laptop baru yang sedang dicas di atas meja.


Rama mengambil nya, Cahya berusaha mengejar suami nya dan menahan tangan rama.


"Jangan tuan ku mohon" Cahya menangis


"Semua karena laptop ini kan?!" Rama


Rama menghempaskan tangan Cahya dan membuat Cahya terjatuh di kaki Rama.

__ADS_1


Rama membanting laptop nya hingga semua bagian-bagian laptop itu hancur.


Cahya hanya bisa diam melihat semua yang dilakukan Rama padanya.


"Cepat ganti pakaian mu! kau akan tetap pergi kesana, tapi sebagai seorang pelayan didapur! jangan berani-berani nya kau bicara pada aku di pesta! Kau hanya akan membuat reputasi ku hancur" Rama


Cahya perlahan-lahan berdiri dan mengganti pakaiannya. tak lupa, Cahya juga mengolesi luka memar dan bekas darah di kepalanya.


Saat Cahya keluar, ternyata Rama telah pergi meninggalkan nya. Cahya memesan Ojek dan pergi ke pesta itu.


Cahya masuk ke dapur untuk membantu orang-orang disana. Cahya melakukan nya tanpa banyak bicara.


Cahya berpas-pasan dengan Kona di pesta itu. Kona nampak hanya mengekor di belakang Yonas.


Cahya menutup wajah nya dan memberikan minuman di meja Yonas dan Kona. Kona mengenali Cahya.


"Suami ku, bisakah aku ke toilet sebentar?" Kona


"Cepat kembali" Yonas


Kona berpura-pura ke toilet padahal sebenarnya Kona pergi menemui Cahya yang bekerja sebagai pelayan.


-


-


-


-


Happy reading all ❤️

__ADS_1


__ADS_2