Secret Singer

Secret Singer
Gitar


__ADS_3

keesokan harinya, Cahya berangkat kesekolah. Hari ini ia sendirian saja. Kai tidak masuk sekolah.


Di dalam bus sekolah, Cahya duduk di dekat jendela bus dan Raka duduk tepat di belakang Cahya.


"Cahya" Raka


Cahya terkejut dan berbalik kebelakang.


"Raka, Kau membuat ku kaget" Cahya


"Maafkan aku, Mana kai?" Raka


"Dia Sakit" Cahya


"Benarkah? Aku akan mengunjungi nya sepulang sekolah" Raka


"Tidak perlu, dia akan baik-baik saja besok" Cahya


"Tapi aku tidak meminta izin mu untuk menjenguk Kai" Raka


"Terserah kau saja" Cahya


"Aku membawa gitar untukmu" Raka


Cahya menjadi bersemangat mendengar ucapan itu.


"Benarkah mana gitarnya?" Cahya


Raka memberikan gitar itu pada Cahya di dalam bus.


Cahya mulai memetik satu persatu tali gitar itu dengan lembut.


Semua anak-anak sekolah di bus menjadi diam dan mulai mendengar lagu yang dinyanyikan Cahya.


Semua nya bertepuk tangan mengiringi suara gitar yang di mainkan Cahya.


Cahya sangat pandai bermain gitar dan bernyanyi.


Cahya menyanyi dengan suara merdunya.


Saat ia menyelesaikan lagunya, Semua yang ada di dalam bus bertepuk tangan untuk Cahya.


***

__ADS_1


Saat pelajaran dimulai. Cahya tak fokus pada pelajaran nya. ia sedang menemukan sebuah nada di otaknya.


"Na, na, naa, naaa, na-na" batin Cahya


Cahya mendapatkan nada yang bagus untuk dijadikan sebuah lagu.


Cahya menatap keluar jendela. dan


Pak! Sebuah spidol mengenai kepala Cahya.


"Aw" Cahya


Guru yang sedang mengajar mendekati Cahya.


"Jika kau tidak ingin sekolah maka pulang saja!" guru


"Tunjukan tangan mu!" Guru


Cahya dengan ragu-ragu menyodorkan tangan kedua tangan nya.


Buk! Buk dua pukulan dilayangkan guru pada tangan Cahya dengan menggunakan bambu yang biasa digunakan untuk mengajar.


"Na, na, naa, naaa, na-na ayo Cahya jangan sampai kau melupakan nada nya" Batin Cahya


"Katakan! Kau masih ingin sekolah atau tidak!" Guru


"Baiklah jika kau tak mau menjawab, aku akan melaporkan mu pada paman dan Tante mu!" Guru


***


Sepulang sekolah, Cahya berjalan bersama Raka.


"Cahya, kau bisa membawa pulang gitar itu" Raka


"Tidak perlu, Tante ku melarang ku membawa pulang barang orang lain" Cahya


"Katakan pada Tante mu jika aku sudah memberikan nya pada mu" Raka


"Terimakasih Raka, kau memang sangat baik" Cahya


"Tentu saja, nanti aku akan kerumah mu menjenguk Kai" Raka


Cahya mengangguk. Raka pulang kerumah dan Cahya juga pulang.

__ADS_1


Sesampainya dirumah. Cahya mengetuk pintu.


"Assalamualaikum, Tante" Cahya


"Buka pintunya, ini aku Cahya" Cahya


Cahya mengetuk-ngetuk pintu dan mendorong pintunya. namun sepertinya tak ada orang Dirumah. Pintunya juga di gembok.


"Ah sial" Cahya


Cahya duduk di depan rumah menunggu Konanya pulang. tak berselang lama, akhirnya Kona pulang juga.


"Assalamualaikum, kau sudah lama?" Kona


"Sudah satu abad aku disini" Cahya


"Aku mengantar Kai kerumah sakit, tubuhnya sangat panas" Kona


Kona membuka pintu rumah. mereka semua masuk.


"Cahya, gitar siapa itu?" Kona


"Gitar ku" Cahya


"Uang dari mana kau membeli gitar itu?" Kona


"Raka memberikan gitar ini pada ku" Cahya


"Kau jangan berbohong, kembalikan gitar itu besok!" Kona


"Aku tidak bohong" Cahya


"Jangan mengada-ada Cahya. itu milik orang lain, kau harus mengembalikan nya" Kona


"Maafkan aku sudah berbohong, Raka meminjamkan nya padaku"Cahya


Kona mengangguk


-


-


-

__ADS_1


-


Happy reading all ❤️


__ADS_2