
Cahya berangkat memakai pesawat. Ia melakukan transit di bandara Qatar.
Cahya kembali mengganti pesawat yang dinaiki nya untuk sampai di Saudi.
Ditengah perjalanan, Tiba-tiba banyak orang berpakaian hitam yang memegang senjata. Semua pramugari mengangkat tangan nya. Dan Setiap penumpang pesawat disuruh untuk menundukkan kepalanya.
Orang-orang itu mengelilingi pesawat. Hingga datang lah satu orang dari belakang. Pria tinggi, tampan, berbadan besar dan tentu nya sangat mempesona. pria itu ketahui sebagai bos mereka.
Cahya ketakutan diatas pesawat. Ia menundukkan kepalanya.
Tiba-tiba ponsel milik Cahya terjatuh dan membuat suara.
semua nya menoleh pada Cahya.
"Ah sial!" Batin Cahya
Pria itu mendekati Cahya mengangkat dagu milik Cahya dengan jari telunjuknya.
Wajah yang tertutup dengan cadar membuat pria itu tertarik ingin melihat wajahnya.
"Ma-maafkan saya tuan" Cahya
"Ada yang menyuruh mu bicara?" Pria itu menatap dengan tatapan nya yang tajam dan aura yang menakutkan.
Semua pistol yang dipegang oleh anak buah pria itu mengarah pada Cahya.
Pria itu kemudian menarik tangan Cahya dan membawanya masuk kedalam toilet dipesawat.
Pria itu membuat tubuh Cahya terpojok pada dinding kamar mandi.
Kemudian ia menghempit tubuh Cahya.
__ADS_1
"Tidak boleh, ini tidak benar" Batin Cahya
Cahya berniat untuk melarikan diri. Ia berhasil lolos dari pria itu dengan berjongkok dan melewati kedua kaki pria itu.
Cahya memegang gagang pintu, namun pintu nya terkunci dari luar.
"To-tolong!" Cahya
"Tolong buka!" Cahya menggedor-gedor pintu yang terkunci itu, seraya berharap ada seseorang yang membuka pintu nya.
"Tolong! Buka pintunya!" Cahya
"Oh ayolah baby, tidak akan ada yang menolong mu" Ucap pria itu.
Cahya berbalik dan melihat pria itu.
"Apa yang ingin kau lakukan padaku?" Cahya
"Berhenti disana!" Cahya
Pria itu nampak tak menghiraukan perkataan Cahya. ia terus melangkah maju.
"Tolong, Aku sudah menikah" Cahya
Pria itu berhenti melangkah saat mendengar ucapan Cahya yang mengatakan jika dirinya sudah menikah.
"Baiklah, tidak masalah. Justru lebih bagus jika ternyata kau sudah menikah"
"Suami mu tidak akan tau jika kau berkhianat" Pria itu terlihat santai dengan ucapan nya.
"Tolong!!" Cahya
__ADS_1
Pria itu mendapati tubuh Cahya dan tak menyisakan jarak diantara mereka.
Pria itu mengangkat tubuh Cahya dan membuat nya duduk diatas wastafel. kemudian pria itu berdiri di hadapan nya.
Pria itu mendekati wajah Cahya. Cahya menutup matanya. Pria itu membuka cadar yang digunakan oleh Cahya.
"beautiful" Ucap pria itu.
Luka memar bekas pukulan yang membekas di dekat mata dan bibir Cahya masih terlihat.
Pria itu mendekatkan wajah nya dan mengecup luka memar itu satu persatu.
Cahya benar-benar tidak tahan lagi. ini adalah bentuk pelece*han sek*sual.
Cahya mendorong pria itu namun dorongan nya tak membuat pria itu bergerak sedikitpun.
"Kau! aku akan melaporkan mu ke polisi!!" Cahya
Cahya berusaha untuk turun dari wastafel. namun kedua tangan nya ditahan oleh pria itu dan tubuhnya dihempit oleh tubuh pria itu.
"Sial! Berani sekali dirimu!" Cahya
pria itu memeluk tubuh Cahya dengan satu tangan nya.
"Sebentar saja" Ucap pria itu dengan tatapan nakal.
"Ayo berpikir Cahya, kau tidak boleh melakukan ini! sebentar lagi kau akan mencapai tujuan mu!" Batin Cahya
-
-
__ADS_1
Happy reading all ❤️