
Cahya menarik kembali tangan nya. Ia melihat Kertas itu kembali. Dan beberapa detik kemudian Cahya merobek kertas itu dengan kasar.
"Cahya, ku kenapa?" Raka
Cahya berdiri dan keluar dari kelas. Raka hendak mengikuti nya.
"Jangan menggangguku Raka" Cahya
Raka tak jadi mengikuti Cahya. Raka duduk Kembali dan melihat kepergian Cahya.
Sejujurnya, Raka dari dulu suka terhadap Cahya. Namun Cahya gadis yang tidak mengenal semua itu. Cahya gadis polos yang tidak mendapatkan kebahagiaan nya sendiri.
Disisi lain, Cahya pergi ke bangku di belakang sekolah. tak ada anak-anak yang bermain disana.
Cahya duduk disana. Ia tidak mengerti semua yang dialami nya. mengapa semuanya tidak pernah berpihak padanya sedikit saja.
****
Sepulang sekolah, Cahya berjalan pulang dengan menggendong sebelah tas nya.
Raka mengikuti nya dari belakang.
Cahya tau Raka sedang mengikuti nya. Namun Cahya tak memperdulikan hal itu. Ia tetap berjalan.
"Cahya" Raka
Cahya berhenti dan berbalik
"Maafkan aku" Raka
Cahya kembali berjalan.
"Cahya, bagaimana kalau kita berbelanja ice cream? aku akan meneraktir mu" Raka
"Tidak perlu, kau bisa pulang" Cahya
Cahya terus berjalan.
Hingga sampai di dekat rumah Raka terus berjalan di belakang Cahya.
__ADS_1
Cahya berbalik.
"Raka kau pulang lah, ini bukan jalan menuju rumah mu!" Cahya
"Aku tau, aku hanya ingin jalan-jalan saja" Raka
Pedagang ice cream jalanan lewat.
Raka menarik tangan Cahya menuju penjual ice cream itu.
"Paman, aku beli 2 ice cream rasa strowbery" Raka
Pedagang ice cream itu memberikan ice cream pada Raka dan dan Cahya.
"Terimakasih, tapi lain kali ini tidak perlu" Cahya
"Baiklah" Raka
Cahya berjalan masuk ke rumah. Kai keluar dari pintu dan melihat Cahya yang memegang ice cream.
"Kak Cahya, aku mau ice cream nya" Kai
"Makan lah kai, ini enak" Cahya
Raka melihat hal itu. Sejujurnya Raka sedikit kecewa karna bukan Cahya yang memakan nya.
Seorang anak kecil lewat di di sebelah Raka.
Raka menghentikan ana kecil itu.
"Ini ice cream untuk mu" Raka
Raka juga memberikan ice cream pada seorang anak kecil. Dengan begitu, Cahya dan Raka sama-sama tak memakan ice cream itu.
Cahya masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum" Cahya
"Walaikumsalam" Kona
__ADS_1
Cahya mengganti baju nya dan Segera membantu Kona memasak makan siang.
"Cahya ada berita baik" Kona
"Apa" Cahya
"Paman mu akan pergi ke Bandung selama seminggu" Kona
"Yes!!" Cahya sangat bersemangat.
Kona juga tersenyum bahagia.
Namun, beberapa menit kemudian. Cahya melihat sebuah bekas pukulan di lengan tangan Kona.
"Tante, apa ini?" Cahya
Kona Segera menutupinya.
"Tidak apa-apa Cahya" Kona
"Paman memukul Tante dengan ikat pinggangnya?!" Cahya
Kona segera membungkam mulut Cahya dengan tangan nya.
"Syutt! Nanti kai mendengar nya. kau tidak usah memikirkan luka ini. sebentar aku akan mengoleskan salep dan luka nya akan sembuh" Kona
"Tante, Kai harus tau jika ayah nya itu jahat. Aku akan memberi tahu nya!" Cahya hendak berjalan
Kona menahan pergelangan tangan Cahya.
"Kau ini ada-ada saja! jangan mencari masalah. ini hanya luka kecil, jangan di besar-besarkan!" Kona
"Itu artinya, Tante tidak sayang pada Kai. Suatu saat nanti kai akan menjadi seperti ayah nya dan ikut menyiksa kita dirumah ini" Cahya
-
-
-
__ADS_1
Happy reading all ❤️